• News
  • Milk Bar: Tawarkan Olahan Susu Segar dan Buah Organik untuk Kafe Tropikal

Milk Bar: Tawarkan Olahan Susu Segar dan Buah Organik untuk Kafe Tropikal

Sun, 29 September 2019
Smoothies bowl segar dan Big Breakfast dari Milk Bar sebagai menu andalan

Urbaners, tren gaya hidup sehat memang lagi meningkat banget di tengah masyarakat, nggak terkecuali di Pontianak. Dengan beragam pilihan smoothies bowl yang menyegarkan, kafe Milk Bar menjadi salah satu pionir yang menawarkan menu sehat buat pengunjung. Menggunakan buah-buah tropikal yang fresh serta olahan susu yang diambil langsung dari peternakan milik sendiri, Milk Bar jadi kafe yang wajib lo kunjungi, Urbaners!

Biar nggak penasaran, simak dulu yuk ulasan lengkapnya di bawah ini!

 

Konsep Tropikal ala Bali

Kafe Milk Bar terletak di Jalan Setiabudi no. 54, Pontianak. Kafe yang buka dari jam 10 pagi sampai 10 malam ini memang sudah terkenal sebagai jagoan smoothies bowl. Semua minumannya juga terbuat dari buah segar yang dicampur dengan susu murni. Untuk menjaga kemurnian susu, mereka menggunakan susu yang dibawa langsung dari peternakan mereka sendiri di Mempawah, Kalimantan Barat.

Sejak berdiri pada tahun 2017, Milk Bar menjadi kafe pertama di Pontianak yang menawarkan konsep healthy & fresh food. Saat memasuki tempatnya, lo bisa menemukan nuansa tropikal yang adem dan menyenangkan—mengingatkan lo pada chill sensation seperti di Bali.

Di salah satu sudut dinding terpampang tulisan neon “Milk Drunk” yang eye-catchy. Tempatnya sendiri terasa nyaman untuk jadi spot tongkrongan, karena sudah dilengkapi dengan AC, colokan, dan Wi-Fi—kebutuhan esensial buat anak-anak muda jaman sekarang.

Kru Milk Bar yang ramah berpose dengan lampu neon Milk Drunk yang ikonik

Pendirian Milk Bar sendiri diprakarsai oleh Imam Assovie. Waktu itu, setelah pulang dari Bali, ia mengaku kangen menikmati smoothies bowl yang banyak ditawarkan oleh kafe-kafe di Bali. Namun, sangat sulit menemukan hidangan serupa di Pontianak. Padahal, kota ini punya banyak peluang, misalnya cuaca yang cenderung panas sehingga bikin orang ingin ngadem di kafe dan makan yang segar-segar.

“Dengan Milk Bar, kami ingin ngasih pilihan baru buat konsumen, di mana mereka bisa nongkrong asyik di tempat yang cozy, tapi ditemani dengan makanan yang lebih sehat. Menu smoothies bowl kita jadi favorit banget sampai saat ini, karena memang kita berusaha menemukan formula yang tepat supaya rasanya enak, segar, dan disukai semua orang,” kata Imam.

Tropical Sunset, salah satu smoothies bowl yang menjadi best-seller di Milk Bar

Sesuai namanya, Milk Bar bertujuan untuk mendorong konsumsi susu di masyarakat. Ketika kebanyakan kafe mengusung kopi sebagai minuman andalan, Milk Bar justru berfokus pada olahan susu murni dan buah. Susu murni ini telah menjalani proses pasteurisasi, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.

“Sampai sekarang, sulit menemukan kafe yang menggunakan susu murni, karena memang penanganannya nggak gampang. Kebanyakan akhirnya memilih untuk menggunakan susu kemasan yang udah pakai pengawet. Untungnya, kami bisa menawarkan susu murni karena kami produksi sendiri,” lanjut Imam.

Karena konsep sehat tersebut, Milk Bar selalu ramai oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Nggak cuma konsumen yang ingin makan sehat, tapi juga anak-anak muda dan terutama keluarga kecil yang mencari nutrisi sehat untuk anaknya.

“Saya langganan ke sini sama istri dan anak, soalnya sulit nemuin kafe yang menunya cocok buat anak-anak. Ini salah satu cara saya untuk ngajarin anak biar rutin minum susu dan makan buah, soalnya mereka lebih suka makan smoothies daripada buah biasa,” ungkap Yudi, salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarganya.

 

Menu Lengkap, dari Smoothies Bowl hingga Big Breakfast

Pizza Loaded Fries (kiri) dan Samyang Loaded Fries cocok buat mengobati perut lapar

Kunjungan ke Milk Bar tentu belum lengkap kalau belum pesan salah satu smoothies bowl-nya. Smoothies yang paling laris adalah Tropical Sunset. Menu itu memanfaatkan kesegaran kombinasi susu, yoghurt, mangga, pisang, dan nanas. Atau, lo juga bisa pilih Pink Panther, perpaduan antara buah stroberi, semangka, dan pisang untuk sensasi manis-asam.

Uniknya lagi, setiap smoothies yang keluar dari dapur Milk Bar punya tampilan yang berbeda, walaupun lo memesan menu yang sama. Ini supaya ada kesan surprise tersendiri untuk setiap pengunjung.

Ingin makan yang lebih “serius”? Tenang aja, Urbaners, Milk Bar juga punya banyak menu andalan untuk mengobati perut lapar. Salah satu menu lengkapnya adalah Big Breakfast yang terdiri dari garlic bread, sosis, kentang, sayur, dan olahan telur sesuai selera.

Ada juga Loaded Fries, menu unik di mana lo bisa mencicipi kombinasi kentang goreng dengan rasa pizza, samyang, ataupun carbonara. Sementara buat lo yang penggemar keju, Milk Bar punya Patty Melts Grilled Cheese yang crispy di luar dengan keju yang meleleh lembut di dalam.

Patty Melts Grilled Cheese menggunakan keju mozzarella yang lembut

Nggak mau puas sama menu yang dimiliki sekarang, Imam mengaku selalu melakukan uji coba untuk menghadirkan menu baru setidaknya tiap sebulan sekali. Hal ini penting supaya pengunjung nggak bosan dan bisa menikmati makanan sehat dengan cita rasa baru.

Misalnya aja, mengikuti tren kekinian dengan makanan serba-charcoal, Milk Bar juga baru merilis menu Black Widow, yaitu smoothies berwarna charcoal yang terbuat dari biji-bijian Black Sesame yang bagus banget buat pencernaan lo, Urbaners.

Black Widow, terobosan menu terbaru dengan smoothies yang terbuat dari Black Sesame

 

Ingin Ekspansi ke Kota Lain

Sukses menyebarkan gaya hidup sehat di Pontianak, Imam punya rencana untuk melakukan ekspansi ke kota-kota lain. “Kami melihat kalau ada banyak sekali konsumen yang suka dengan pilihan nongkrong sehat seperti di Milk Bar. Tentunya, rencana ke depan adalah bisa buka Milk Bar di kota-kota lain. Saat ini, kami lagi menjajaki kemungkinan untuk bekerja sama dengan investor yang tepat,” kata Imam.

Nah, buat lo yang pingin menikmati sensasi kafe tropikal dengan olahan susu segar dan buah-buahan organik, langsung aja mampir ke Milk Bar di Pontianak atau kepoin Instagram mereka di @milkbarptk, ya!

Pemuda Sinarmas: 15 Menit Pertama Masa Krusial untuk Silent Koplo

Thu, 05 March 2020
Pemuda Sinarmas sedang berada dibelakang DJ booth MLDSPOT Art & Sound Experience

Selama tiga hari pagelaran Jakarta International Java Jazz Festival 2020, ada satu tempat yang menyajikan penampilan paling berbeda. Lokasi yang terletak di sisi luar ini bernama MLDSPOT Art and Sound Experience. Sebuah tempat yang menawarkan pengalaman baru menikmati musik dengan “diam-diam” di saat panggung satu dan yang lainnya bersaut-sautan dengan dentuman musik bervolume keras.

Player yang menyajikan musik Silent Koplo ini adalah Pemuda Sinarmas. Ia mengaku baru pertama kali melakukan penampilan dengan cara Silent Koplo. Untungnya Ajis, begitu ia akrab disapa, mendapatkan tempat bermain yang mendukung dan membangun mood pengunjung jadi lebih nyaman menikmat musik Silent Koplo.

Namun environment lokasi Art and Sound ini akan menjadi sia-sia bila Ajis gagal menyajikan playlist yang kurang asik. “Vibenya pas di booth ini orang datang dan pergi, gua harus ngatur playlist, datang pertama vibenya harus koplo santai dulu,kata Ajis saat ditemui usai penampilannya di hari ketiga.

Bagi Ajis tantangan main untuk Silent Koplo adalah harus menyiasati playlist dengan tepat agar orang tetap stay dengan headset-nya. “Kuncinya gua buat nyaman diri gua sendiri dengan playlist, ngebangun mood pelan-pelan. Sejam sih cukup. Yang krusial itu 15 menit pertama, ketika mainin 2-3 lagu, dan lagu pertama itu paling krusial. Untungnya gua ga main sm DJ lain, jadi ga perlu perhatiin dia bawain lagu apa, ini bisa ngebangun mood gua sendiri. Gimmick awal gua tetap sajikan musik yang punya kultur jazz, ini tantangan baru buat gua dan bisa berhasil 90%,ujar Ajis.

Pengunjung Java Jazz Festival 2020 menggunakan headphone di booth MLDSPOT Art & Sound Experience

Selain itu, hal yang terpenting adalah ia harus merespon flow audience yang datang, “karena di Java Jazz Festival gua harus buat mereka nyaman dengan musik-musik yang punya kultur Jazz juga, untungnya gua punya databased kaset Beatles yang dangdut, dari tahun sekitar 80-an. Kalau langsung bpm (tempo musik ) tinggi mereka pasti langsung kabur, beat santai yang punya alunan saksofon dan dentuman kendang itu bisa bikin pengunjung stay, setelah itu baru gua naikin bpm dengan playlist yang funky sesuai booth ini,” kata Ajis yang pernah datang ke acara Silent Disco.

 

BUKAN DJ IDEALIS

Belakangan koplo memang menjadi musik yang paling diminati untuk pengalaman seru-seruan bersama teman bernyanyi dan berjoget bersama. Namun Ajis punya pandangan lain.

“Koplo ini hanya tren aja, gua dulu mainin disko ketika itu gua masukin funky kota dan koplo, lalu saat ini boom koplo. Tantangannya bagaimana kita terus memutarkan roda tren itu. Gua menyadari bahwa bermain musik di elektronik sebisa mungkin bisa disesuaikan dengan tren,”

Sebelum bermain koplo dan disko, dahulu Ajis memulai karier Pemuda Sinarmas dengan memainkan lagu-lagu reggae sampai akhirnya ia kesulitan mencari kasetnya.

Ga selamanya kuping orang kuat dengan musik koplo, bakal jengah pasti.

Gua menyadari bukan DJ yang idealis, gua masukin beragam genre malah di performance gua, tujuannya untuk kasih tau kalau musik Indonesia itu tuh banyak banget. Gua nggak mau terpaku dengan satu genre dan satu identitas kalau Ajis itu DJ anu. Kadang gua mainin etnik juga, lagu Sunda, Banyuwangi, sampai Sumatera. Biar ga stuck dan bisa berkembang,” ujar Ajis.

4 orang pemuda menggunakan headphone di MLDSPOT Art & Sound Experience

Dalam kesempatan yang sama, Ajis meramalkan nantinya orang-orang pasca kelelahan telinganya dengan musik koplo akan balik ke genre house dan RNB, “RNB ga bakal mati. Disko selalu ada dan stabil. Kalau kople belum tentu, waktu gua main di Surabaya gua dilarang mainin koplo. Karena koplo itu udah kulturnya di sana dan mungkin mereka bosen. Tapi sekarang sedang jadi tren di ibu kota,” tutup Ajis.