• News
  • MLDJAZZPROJECT Season 3, the Next "Inspiring People"

MLDJAZZPROJECT Season 3, the Next "Inspiring People"

Wed, 07 February 2018
MLDJAZZPROJECT Season 3, the Next "Inspiring People"

Setelah terbentuk sebagai band, tantangan akan semakin besar. Inilah yang harus dihadapi MLDJAZZPROJECT Season 3.

Bayang-bayang ketenaran, manggung dari kota ke kota, sorotan media, serta fans yang kian bertambah, adalah segelintir dari sekian banyak tantangan yang tidak bisa dihindari oleh seorang musisi ataupun band.

Karena itu, band MLDJAZZPROJECT Season 3 yang terdiri atas Hansen Arief (Drum), Muhammad Rizky Abdullah (Bass), Erick Giri (Saksofon), Windy Haryadi (Vocal), Yosua (Piano), dan Hezky Joe (Gitar) harus memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi itu semua. Ini yang melatar belakangi MLDSPOT mangadakan workshop di Ecology, Senin, 29 Januari 2018.

Terdiri atas 3 sesi dengan pembicara berbeda yang ahli di bidangnya masing-masing, garis besar workshop adalah sebagai berikut:

 

The Power of Social Media

Siapa sih yang bisa lepas dari media sosial? Nggak ada! Untuk seorang musisi atau band bahkan media sosial sangat penting. Pasalnya, dengan daya share-nya yang cepat dan tak terbatas, media sosial akan menjangkau khalayak yang sangat luas.

Karena itu, hal ini dapat dimanfaatkan untuk branding band itu sendiri. Membuat konten-konten kreatif, seperti tips bermain musik, jamming, proses latihan, update manggung, hingga cover lagu di media sosial, bisa menjadikan musisi semakin dikenal dengan image yang positif.

Dengan sendirinya, “Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan fans”, ujar Ardian Atmaka, pakar digital branding yang mengisi workshop sesi pertama.

“Musisi itu ibarat Startup, jadi lo merintis diri lo supaya besar dan media sosial memungkinkan hal itu terwujud karena di sana, selain branding lo sekaligus memasarkan diri dan karya lo  ke audiens yang lebih luas.” Jadi penting banget sebuah band dan anggota-anggotanya memiliki dan aktif di media sosial. 

 

Musisi Juga Harus Bisa Akting!

Nervous dan tidak maksimal di atas panggung adalah momok menakutkan bagi seorang musisi. Tidak terbatas pada yang baru berkarier, bahkan yang sudah berpengalaman pun masih sering mengalami hal ini. Untuk menyiasatinya, menurut Frida, performing art trainer dari Prequent Production di workshop sesi kedua, seorang musisi juga harus sudah memiliki elemen-elemen seorang superstar, meski mereka masih merintis menuju ke sana.

“Seorang musisi harus bisa akting, belajar public speaking, dan interact with people”, ujarnya.

Sebagai seorang entertainer yang setiap saat harus siap menghibur orang banyak, akting sangat diperlukan untuk memperlihatkan kita baik-baik saja. “Penonton tak akan mau tahu kita sedang sakit, sedang gak mood atau gak fit, mereka maunya, dalam konteks musik, lo main bagus, mereka terhibur”

Oke, memang demam panggung akan berkurang seiring jam terbang yang bertambah. Tapi ada kalanya, banyaknya fans yang datang dan antusiasme mereka yang sangat tinggi membuat seorang musisi gemeteran di atas panggung. Imbasnya, penampilan yang tak maksimal dan ekspresi yang tertahan.

“Ini bisa disiasati dengan berinteraksi dengan mereka. Ajak mereka ngobrol, ini ampuh untuk mengurangi ketegangan yang datang tiba-tiba, seperi saat penonton yang datang di luar ekspektasi kita”

 

Jadilah Kesayangan Media!

Workshop sesi ketiga menghadirkan Ryan Kapuari atau dikenal sebagai Ryan Gaul, seorang wartawan musik senior dan pakar media. Di sesi ini, sang pembicara melontarkan berbagai pertanyaan yang biasanya sering dilontarkan wartawan musik kepada para peserta.

Pertanyaan seperti kapan band terbentuk, bercerita tentang apa single ini, apa target realistis sebagai sebagai seorang musisi, dan bagaimana pendapatmu tentang industri musik Indononesia?, harus sudah lancar dijawab oleh seorang musisi. Jangan sampai, kata dia, jawaban lo saat berhadapan dengan wartawan tidak jelas artikulasinya dan “bersayap” atau kurang jelas.

Kalau hal ini sampai terjadi, siap-siaplah dengan pertanyaan lanjutan yang lebih sulit. Untuk menyiasatinya, buat list pertanyaan sebelum bertemu media lengkap dengan jawabannya berupa poin-poin. Misalnya, untuk pertanyaan standar apa target realistis sebagai sebagai seorang musisi?

Lo bisa menjawab, “Bisa manggung di event internasional, kolaborasi, membuat single dan album sendiri, dan karya diterima oleh orang banyak”

Tidak lupa, ia juga memberi tips etika saat menghadapi wartawan, yaitu bersikap cair dan hangat, ngobrol relevan, hargai pendapat jurnalis, profesional dan antusias.

“Hindari males-malesan, cuek, ngga fokus, jutek, karena hal ini akan berpengaruh pada image lo. Jadilah kesayangan media agar mereka senang hati memberitakan diri lo secara luas, tanpa lo minta, sehingga lo dan karya lo makin terkenal dan bisa menginspirasi banyak orang”, ujarnya.

Selain bisa menghibur, seorang musisi atau band juga harus mampu menginspirasi. Baik secara individu, band, maupun karya yang dihasilkan. Harapan ini sekarang ada dipundak MLDJAZZPROJECT Season 3, termasuk MLDJAZZPROJECT Season 1 dan 2. Hibur dan berikan inspirasi sebanyak mungkin untuk para pendengar atau seluruh pecinta musik Tanah Air!

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.