• News
  • MLDSPOT Intimate Session: Konsistensi Adalah Kunci

MLDSPOT Intimate Session: Konsistensi Adalah Kunci

Thu, 26 December 2019
Para kurator dan peserta berfoto bersama

"Makanan tidak lagi sekedar hidangan di atas piring,” ungkap Ade Putri Paramadita di depan para peserta MLDSPOT Intimate Session lalu. Pada kesemparan itu, ia bersama kedua kurator MLDSPOT Content Hunt Season 3 lainnya mengungkapkan banyak hal menarik dan inspirasional tentang apa yang mereka lakukan selama ini. Begitu juga sebaliknya, mereka juga share apa yang membuat mereka terinspirasi.

Sign Conclave di tepi jalan

Sabtu pagi (22/12), saat orang lain mungkin masih berada di kamar dan bersantai menikmati akhir pekan, para peserta MLDSPOT Intimate Session sudah berkumpul di Conclave, Jakarta untuk bertemu langsung dengan Ade Putri Paramadita, Trinity "The Naked Traveler" dan Boylagi. MLDSPOT Intimate Session sendiri adalah acara tertutup yang diadakan untuk submission MLDSPOT Content Hunt Season 3 untuk bertemu langsung dengan para kurator membicarakan hal-hal yang menginspirasi menurut mereka masing-masing. Sekitar 40 orang peserta yang hadir terlihat sangat antusias. Percakapan dua arah antara para pembicara dan peserta pun membuat suasana sama seperti namanya. Intim, santai, namun insightful.

 

Trinity: How to Tell Your Story

Trinity sedang share pengalaman pribadinya di MLDSPOT Intimate Session

Sosok wanita yang sudah mengeksplorasi kurang lebih 93 negara di seluruh dunia bercerita bahwa profesinya sebagai traveler tersebut memang sudah menjadi kegemarannya sejak kecil. Apalagi didukung dengan hobi menulisnya. Tapi sebelum itu, Trinity mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa ini akan menjadi profesi utamanya hingga sekarang. Bahkan awalnya ia bercita-cita menjadi wartawan, sampai kemudian ia traveling ke Amerika dan mencoba mengungkapkan pengalamannya tersebut ke dalam sebuah tulisan blog. Kala itu, ia merasa lebih nyaman dan senang daripada menulis untuk redaksi. Perlahan ia mulai melepaskan pekerjaan 'pasti'-nya, dan fokus akan apa yang digemarinya tersebut.

Uniknya, meskipun telah menjelajahi puluhan negara, Indonesia masih menjadi destinasi paling menakjubkan menurut Trinity. Karena saat lo melakukan perjalanan satu jam saja, suasana dan kebiasaannya pun bisa berubah total. Salah satu yang tidak bisa ia lupakan adalah saat perjalanannya ke Kepulauan Banda. Selain breathtakingly view, daerah tersebut juga kaya akan sejarah plus makanan yang sangat lezat.

Tidak hanya melihat view atau bangunan yang indah, traveling bagi Trinity jauh lebih luas dari itu. Ia sangat tertarik dengan cerita keindahan setiap tempat yang dikunjungi. Mulai dari sejarah sampai kultur yang berbeda-beda. Sehingga banyak sekali yang bisa digali saat pergi ke wilayah satu dan lainnya.

 

Ade Putri Paramadita: Dari Manager Band Menjadi Food Storyteller

Ade Putri menggunakan atasan putih dan rok berwarna peach duduk di sebelah Trinity

Jauh sebelum Ade Putri fokus pada dunia kuliner, ia dikenal sebagai personel band dan manager sebuah band rock ternama di Indonesia. Tetapi kecintaan terhadap makanan tidak pernah lekang oleh kesibukannya. Ia sering sekali "colongan" untuk mencicipi makanan saat sedang roadshow bersama band-nya. Tidak hanya makanan khas saja, bahkan ia kerap randomly belok ke sebuah restoran yang tidak tahu apa menunya. Ade bercerita bahwa sangat senang berjalan-jalan menggunakan sepeda, karena speed yang tidak terlalu cepat membuat lo bisa melihat hal sekeliling. Nah, saat itulah biasanya ia menemukan restoran atau tempat makan yang bisa disinggahi. Hampir sama seperti Trinity, ia juga sangat menyukai sejarah dari suatu tempat, bedanya Ade menganalisa hal tersebut dari makanan.

Dan semua pengalaman tentang makanan sering ia tulis menjadi artikel di akun pribadinya. Awalnya hanya iseng menulis di Multiply.com. Namun saat kerabatnya melihat adanya potensi pada diri Ade tentang makanan, ia pun diajak berkolaborasi pada suatu program di salah satu media untuk menjadi food detective. Kala itu ia merasakan hal yang berbeda, karena menurutnya membiasakan orang lain tahu lebih jauh tentang makanan adalah hal yang luar biasa.

Jika berbicara tentang pengalaman yang tidak terlupakan, Ade bercerita tentang kisahnya di Banda Neira yang mengetok pintu rumah warga lokal saat matahari belum terbit hanya untuk diajarkan membuat kue. Saat berlibur di Banda Neira, ia mencoba salah satu kue khas dari pulau indah tersebut, rasanya yang sungguh di luar dugaan membuat Ade ingin mengetahui lebih lanjut. Akhirnya jam tidur pun dikorbankan hanya untuk mencari tahu rahasia dari kelezatannya. Di samping itu, yang Ade sukai dalam mengulik masakan yang asing baginya adalah cerita dari si pencipta makanan itu sendiri. Karena menurutnya dapur adalah comfort zone lainnya selain kamar tidur, dimana orang lain bisa bercerita banyak hal tentang apapun. Benar saja, si pembuat kue yang didatangi bercerita banyak hal di luar tentang kue itu sendiri, mulai dari keluarga, sampai seluk beluk kehidupan di Banda Neira.

 

Boylagi: Dari 0 Sampai Ribuan Orang

Boylagi sengan rambut berwarna blonde menggunakan long-sleeve hitam sedang memegang mic

Sosok yang lebih kenal sebagai PapaInstameet Indonesia ini bukan tanpa usaha mengembangkan komunitas foto dengan medium Instagram. Awalnya Boylagi hanya ingin bertemu orang-orang yang memiliki satu interest yang sama. Ia mengundang satu-persatu orang-orang yang sering di-"temui"nya di dunia maya untuk melakukan photo hunting pertama Instameet di Ragunan beberapa tahun lalu. Sekitar 30 orang yang confirm ingin datang, ternyata tidak ada yang muncul seorang pun. Tidak berkecil hati, ia pun tetap menuntaskan rencananya tersebut. Hasil-hasil jepretannya diunggah di akun pribadinya, dan teman-temannya pun merespon "Wah jadi ya? Bikin lagi dong, next gue ikutan". Akhirnya dari 0 peserta meningkat menjadi 7, lalu puluhan, ratusan, hingga ribuan peserta. Dan kini setiap tahunnya Boylagi dipercaya oleh Instagram untuk mebuat Instameet Worldwide. Aktivitas yang dilakukannya pun kian berkembang, dari se-simple ngumpul bareng dan nge-post bareng, kini ada workshop editing sampai kelas street photography. Dan semuanya gratis!

Pencapaian lainnya yang dirasakan Boylagi adalah saat ia membuat tagar #garagarainstagram, ia bercerita bagaimana hidupnya berubah karena aplikasi media sosial tersebut. Tidak disangka, banyak orang yang relate tentang hal yang sama. Ceritanya pun beragam, ada yang mendapatkan pekerjaan lewat Instagram, bahkan ada pula yang mendapatkan jodoh. Pencapaian di sini lebih sebagai kepuasan moral bagi Boylagi, karena ia senang banyak orang sharing dan merasakan hal yang serupa olehnya.

 

Antusiasme Para Peserta

Beberapa peserta yang beruntuk mendapatkan merchandise dari Untold

Selain bercerita tentang pengalamannya masing-masing, ketiga kurator MLDSPOT Content Hunt Season 3 ini juga menjelaskan proses kreatif mereka sehingga dapat menciptakan konten-konten yang inspiring. Para peserta pun berebut untuk bertanya pada mereka. Seperti salah satu peserta yang bertanya, “Bagaimana sih urutan narasi yang baik sehingga membiasakan orang lain untuk membaca caption sampai habis?” Ade Putri mengungkapkan bahwa anggap saja caption tersebut adalah menulis diary/saat lo bercerita sama orang lain. Lalu bisa diberikan sentuhan clickbait pada kalimat depan, agar orang lain berhenti scrolling dan penasaran atas cerita yang ada di caption.

Salah satu peserta yang bertanya saat MLDSPOT Intimate Session

Peserta lain juga ada yang bertanya tentang bagaimana meyakinkan keluarga yang masih menganggap bahwa freelancer bukanlah pekerjaan yang menjanjikan. Trinity pun menjawab bahwa jika ingin meyakinkan orang lain, lo harus yakin sama diri sendiri. Karena if you follow your passion & Success will follow you. Dan sedikit tips, jika lo memiliki suatu impian, harus ditulis sebagai pengingat.

Para kurator dan MC sedang duduk menghadap para peserta MLDSPOT Intimate Session

 

Inspirasi Menurut Para Kurator

Trinity sedang menjelaskan sesuatu dan diperhatikan oleh Boylagi, Ade Putri & Ardian Atmaka

Tidak hanya berbicara tentang hal-hal yang inspirasional dari hidup masing-masing, Trinity, Ade Putry dan Boylagi juga memberikan hint tentang apa yang membuat mereka terinspirasi. Bukan hal yang besar atau yang mewah, melainkan hal-hal yang dilakukan secara konsisten meskipun kecil. Karena konsistensi akan membawa dampak yang besar jika terus menerus dijalani.

Mau ketemu juga dengan mereka? Langsung aja submit konten inspirasi buat lo di MLDSPOT Content Hunt Season 3. Lo akan traveling ke Derawan bersama para kurator dan membawa pulang hadiah senilai puluhan juta rupiah!

 

Maki-San Indonesia, Sensasi DIY Sushi dan Salad Sesuai Selera

Tuesday, January 21, 2020 - 14:30
Maki-San

Buat lo penggemar sushi sejati yang menyukai sushi dengan sensasi fusion, Maki-San Jakarta adalah pilihan tepat buat lo. Bila selama ini hanya bisa memilih sushi dari buku menu, di gerai sushi yang berlokasi di Plaza Indonesia ini, lo bisa meracik komposisi sushi lo sendiri, Urbaners!

Ada kira-kira 100 pilihan topping yang bisa lo pilih untuk menjadi isian sushi. Bahkan, lo bisa menentukan mau pakai nasi biasa atau nasi merah. Kalau lo nggak suka isian belut, tinggal memilih salmon, atau malah memperbanyak sayur seperti tomat dan mentimun. Seru? Banget! Nggak cuma sushi, Maki-san juga menawarkan DIY salad sesuai selera lo. Simak ulasan selengkapnya di sini, yuk!

Sesuaikan Cita Rasa dengan Lidah Orang Indonesia

maki san

Walaupun baru dibuka akhir tahun 2019, gerai Maki-san selalu ramai oleh pengunjung. Lokasi yang strategis di pusat kota dan konsep unik DIY-nya membuat Maki-san cepat mendapat tempat di hati para penggemar sushi di Jakarta. Apalagi, nama Maki-san sendiri sudah meroket di negara asalnya, Singapura.

“Maki-San hadir dengan pilihan komposisi dan topping yang menyesuaikan lidah orang Indonesia. Karena itu, rasa Maki-San di Jakarta pasti berbeda dibanding dengan di Singapura,” jelas Dwi, salah satu staf di Maki-San Jakarta. Nggak heran, lo bahkan bisa menemukan topping daging rendang sampai saus gado-gado dan sambal hijau dalam pilihan menunya, Urbaners.

Bukan cuma dari segi topping, sisi fusion sushi Maki-San juga ditampilkan lewat pengolahannya yang unik. Lo bisa menikmati sushi dengan cara konvensional alias dimakan langsung, atau lo juga bisa meminta sushi goreng! Sushi yang digoreng ternyata memberikan cita rasa spesial yang lebih crunchy. Minyak penggorengan juga nggak akan membuat sushi jadi melempem, karena teknik penirisan mereka membuat sushi lo tetap terasa enak tanpa berminyak.

Tentang Konsep DIY

Ketika mendengar konsep DIY sushi di Maki-san, mungkin lo berpikir kalau pengunjung bisa memilih dan membuat sushi sendiri. Nggak hanya lo kok yang berpikir begitu! Tapi, pada faktanya, peran pembeli lebih kepada si pemberi konsep, sedangkan yang mengeksekusi tetap koki profesional di Maki-San, Urbaners.

Begitu masuk di gerai Maki-San, lo bakal dipandu ke mesin otomatis untuk memilih jenis sushi yang mau dipesan. Mulai dari ukuran, jenis nasi, isi sushi, taburan di atas sushi, dan saus yang digunakan. Walaupun konsepnya DIY, tetap ada rekomendasi untuk memadukan bahan-bahan topping.

“Kalau topping-nya terlalu banyak juga akan susah menggulungnya,” jelas Dwi. Selain soal estetika, kombinasi bahan juga berpengaruh terhadap rasa. “Kalau memilih terlalu banyak protein juga nggak enak. Sushi akan lebih cocok dinikmati kalau kombinasi bahan-bahannya pas. Sayurnya ada, proteinnya ada,” tambah Dwi lagi.

Untuk minumannya sendiri, tersedia berbagai varian, namun biasanya teman sushi terbaik tentu adalah ocha yang dinikmati sesuai selera—mau panas atau dingin. Ocha di Maki-San bisa diisi

ulang sepuas hati. Rasa segar dan sentuhan pahit ocha menyeimbangkan sajian sushi yang lo nikmati. Sebagai penambah kenikmatan, lo akan disajikan saus pendamping dan wasabi. Kemudian, ada acar jahe untuk menggugah nafsu makan sekaligus menetralisir makanan yang sudah lo makan.

Digemari Anak Muda

Kreasi salad dan sushi yang Instagrammable di gerai Maki-san

Berdiri sejak tahun 2012, sejauh ini Maki-San sudah membuka total 20 gerai di Singapura. Jakarta dipilih sebagai negara pertama untuk berekspansi karena dinilai memiliki kedekatan dari segi lifestyle dan lokasi dengan negara bermaskot singa tersebut. Di Singapura, Maki-San cukup digemari anak muda lokal dan ternyata sering menjadi buruan wisatawan generasi Z Indonesia.

Sejauh ini, Maki-San di Indonesia menjadi salah satu alternatif tempat makan dan hangout yang cukup instagrammable. Warna-warna pastel mendominasi gerai sushi Maki-San di level basement Plaza Indonesia. Walaupun areanya nggak terlalu luas, konsep open space memberikan ruang terbuka yang nyaman buat pengunjung untuk berlama-lama di Maki-San.

Atmosfer Maki-San yang nyaman, dengan poster sushi besar di beberapa sudutnya bakalan cocok untuk mengisi feed Instagram. Itu baru soal tempat, belum lagi sajian sushinya yang menarik, gempal, digulung penuh, dan disimpan di dalam kotak dengan motif menyerupai batik. Tentunya bakal menjadi sasaran empuk anak muda untuk difoto!

Sebagai pelopor gerai sushi DIY di Indonesia, Maki-San nggak hanya memberikan pengalaman menikmati makanan khas Jepang ini dengan sentuhan yang lebih personal, tetapi juga konsep fusion yang membuatnya mudah diterima oleh semua orang. Di waktu dekat, Maki-San Indonesia rencananya akan membuka gerai baru di Jakarta dengan konsep fast order dan akan bekerja sama dengan aplikasi pengantaran makanan online. Masih penasaran dengan Maki-San? Langsung aja follow akun Instagram mereka di @makisanid!