• News
  • Modern Movies Set in the Old Days

Modern Movies Set in the Old Days

Tue, 31 October 2017

Saat ini, banyak film yang mencoba menyajikan cerita-cerita yang relevan pada saat ini, bahkan terkadang memberikan sebuah angan mengenai seperti apa masa depan di dunia ini. Namun, ada saat dimana kita merindukan masa-masa dimana semuanya masih sangat sederhana dan teknologi belum banyak kemajuan. Berikut adalah beberapa film moderen yang menceritakan kehidupan di zaman dahulu.

 

Zodiac (2007)

Film bergenre crime thriller ini menceritakan kisah nyata mengenai proses investigasi polisi untuk menangkap pembunuh berantai yang dikenal sebagai The Zodiac Killer. Sutradara David Fincher mengadaptasi buku tulisan Robert Graysmith yang mengangkat beberapa kasus pembunuhan nyata yang terjadi di era 70an dan menampilkan Jack Gyllenhaal, Mark Ruffalo, dan Robert Downey Jr.

 

Dreamgirls (2006)

Dreamgirls terinspirasi dari kisah kehidupan trio The Supremes yang salah satu anggotanya adalah penyanyi legendaris Diana Ross. Pada awal era 60an, Curtis Taylor Jr. (Jamie Foxx), seorang penjual mobil, berhasil mendobrak industri musik. Ia merekrut sebuah trio, The Dreamettes, yang beranggotakan Deena Jones (Beyoncé Knowles), Effie White (Jennifer Hudson), dan Lorrell Robinson (Anika Noni Rose). Film menghasilkan beberapa lagu yang membuat soundtrack dari film ini incaran banyak orang yang telah menontonnya.

 

Dazed and Confused (1993)

Film besutan sutradara Richard Linklater ini mencritakan kehidupan para murid SMA yang menghadapi hari terakhir sebelum libur panjang. Jika kamu ingin tahu bagaimana kehidupan pemuda di tahun 70an, maka film yang menampilkan Milla Jovovich dan Matthew McConaughey adalah film yang tidak boleh dilewatkan oleh para urbaners.

 

Anchorman: The Legend of Ron Burgundy (2004)

Jika Urbaners merupakan penggemar comedian Will Ferrell, maka sudah pasti tahu bahwa hamper semua filmyang ia bintangi menampilkan gaya yang sangat dilebih-lebihkan. Anchorman pun bukan pengecualian. Film ini menceritakan kerasnya persaingan antara pembawa berita dari beberapa stasiun televisi lokal di San Diego. Status Ron Burgundy (Will Ferrell) dan rekan-rekannya sebagai pembawa berita nomor satu mulai terancam dengan kehadiran Veronica Corningstone (Christina Applegate), seorang pembawa berita wanita yang ingin merebut posisinya.

Haris Pranowo: Komposer dan Musisi Multi Talenta

Wednesday, January 8, 2020 - 11:36
Haris Pranowo unjuk kemampuan menemani penampilan Afgan di Hobbyground

Nggak ada musik hebat tanpa dukungan musisi keren di belakangnya. Kalau selama ini lo melihat nama-nama beken Indonesia, seperti Raisa, Afgan, dan Rossa, ternyata mereka didukung oleh musisi panggung yang nggak kalah talented, Urbaners! Salah satunya adalah Haris Pranowo, komposer multitalenta yang berpengalaman bekerja bersama artis-artis papan atas, mulai dari Raisa, Afgan, Tulus, hingga artis senior seperti Rossa dan Yovie Widianto.

Berbagai gigs musik telah dilalui keyboardist yang belajar musik sejak kecil ini. Mau tahu perjalanan Haris di dunia musik? Yuk, simak kisahnya!

 

Suka Musik Karena Les Piano

Haris dalam sesi latihan untuk konser Raisa bertajuk “Fermata”

Haris kecil yang belum banyak mengerti tentang musik, memiliki kesempatan untuk mengikuti les piano di Yayasan Pendidikan Musik atau yang lebih dikenal dengan nama YPM. Komunitas inilah yang menjadi awal ketertarikan seorang Haris Pranowo pada musik dan mulai tertarik untuk mendalami berbagai alat musik. “Dari situ akhirnya sering ikut kegiatan musik di sekolah, lomba-lomba band, dan lomba musik lainnya,” terang Haris.

Saat itu, YPM terkenal dengan permainan musik klasik. Setelah beberapa waktu, ia penasaran ingin mencari lebih banyak pengalaman di genre musik yang lain. Oleh karena itu, Haris kemudian masuk ke Lembaga Pendidikan Musik Farabi.

 

Awal Karir Di Dunia Musik

Haris (paling kanan) melakukan sesi rekaman dengan Andien dan Yovie Widianto

Haris Pranowo memulai karirnya di dunia musik dengan cara mengikuti berbagai audisi dan lomba musik. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah ketika diajak oleh Sherina Munaf untuk mengikuti audisi penyanyi cilik. Lucunya lagi, pada saat mengikuti audisi tersebut, Haris bukan lagi penyanyi cilik, melainkan anak SMA, Urbaners!

“Itu pertama kali ikutan audisi buat band. Pucet. Jago-jago banget orang-orang di situ mainnya, asli, nggak bohong. Nah, pas giliran disuruh main lagu bebas, gue bingung sendiri main apaan. Alhasil main piano lagunya Sherina waktu kecil “Andai Aku Telah Dewasa”. Eh, kepilih! Berkesan banget waktu itu, karena itu ternyata jadi awal gue mulai karir di musik,” kenangnya.

Pengalaman tersebut membuka jalan Haris untuk belajar musik lebih banyak lagi, serta membuka pergaulan yang lebih besar di dunia musik.

 

Dari Audisi hingga Jadi Komposer Multitalenta

Haris mengakui, setelah terjun ke dunia musik, lingkup pergaulannya semakin besar. Itu merupakan anugerah yang menjadi jalan pembuka karir, hingga akhirnya ia bisa menjadi komposer artis, komposer iklan, sekaligus komposer film. Baginya, selain kemampuan, networking tentunya merupakan hal yang penting untuk membangun karir di dunia musik.

“Intinya selain ketekunan kita sendiri, networking menurut gue penting banget sih. Itu salah satu yg membuka jalan hingga saat ini. Dari session satu artis ke artis lainnya, manggung, sampai akhirnya nanti bisa workshop-workshop bikin lagu, membuahkan karya, dan lain-lainnya,” ungkap ayah beranak satu ini.

Meski jam terbangnya sudah sama tinggi dengan jam terbang para penyanyi papan atas, namun Haris tetap menganggap serius setiap penampilannya dengan melakukan persiapan yang matang. Menurut Haris, latihan yang matang adalah kunci utama dari setiap penampilan yang sukses. Selain itu, doa juga merupakan ritual penting yang harus dilakukan sebelum tampil.

Haris berfoto di belakang panggung sebelum penampilan Raisa di Jazz Goes to Campus 2019

Haris mengaku sangat menikmati penampilannya ketika berbagi panggung bersama penyanyi-penyanyi ternama. Tantangan justru datang ketika hubungan dengan penyanyi yang bersangkutan sudah cukup dekat layaknya teman. Di sinilah profesionalitas dibutuhkan, agar pada saat latihan tetap disiplin dan dapat menghasilkan penampilan yang maksimal di panggung.

Selain menjadi komposer artis-artis ternama, karya-karya Haris Pranowo juga bisa kita temukan mengisi musik jingle dan musik iklan produk, seperti Indomilk, Indomie, Zwitsal, XL Axiata, dan masih banyak lagi. Haris juga mengisi musik untuk film dan acara TV. Multitalenta banget kan, Urbaners?

Hobinya di bidang musik membuat Haris nggak pernah bosan dengan pekerjaan sebagai komposer dan arranger. “Bahkan, dukanya ketutup sama yg suka-suka, karena memang yang penting kita enjoy dalam menjalaninya,” ungkap Haris.

Buat Haris, musik adalah sesuatu yang selalu membuatnya happy dan enjoy

Nah, bagi Urbaners yang juga ingin berkarir di bidang musik, satu hal menurut Haris Pranowo yang perlu lo siapkan adalah mental untuk menghadapi naik turunnya dunia musik. Nggak hanya skill, networking dan attitude adalah dua hal penting yang akan menentukan nasib lo di dunia musik, Urbaners!

“Datang tepat waktu, rajin ngulik sepenuh hati, menghargai sesama musisi dan tim produksi, dan yang paling penting, terus berkarya!”

Jadi, sudah siap jadi musisi sekeren Haris Pranowo, Urbaners? Lo bisa pantengin langsung keseruan performa Haris lewat akun Instagram-nya, @harispranowo!