Home Scoop Mycotech: Eco-friendly Building Materials
Mycotech: Eco-friendly Building Materials

Mycotech: Eco-friendly Building Materials

Friday, October 5, 2018 - 17:20

Batu bata berbahan dasar jamur? Rasanya hampir tidak mungkin, bagaimana jenis tumbuhan dijadikan dasar untuk produk bahan baku yang keras. Inilah inovasi dati Mycotech yang membuah batu bata dari limbah jamur. Semua akan dibahas di MLDSPOT TV Season 2 Episode 6 nanti, Urbaners. Pada episode kali ini tidak hanya Mycotech ada juga hotel yang inovatif dan melawan gravitasi pertama di Indonesia yakni Skylodge, Terakhir ada sosok Arie Setya Yudha yang memproduksi kebutuhan seragam militer dan kepolisian di Indonesia dan dunia.

 

Mycotech: Batu bata berbahan dasar limbah

 Eco-friendly Building Materials

Apa jadinya jika sebuah produk bahan baku membantu pengurangan limbah? Inilah yang dilakukan oleh Mycotech, produk batu bata yang terbuat dari limbah pertanian. Berawal dari sang founder melihat limbah jamur tiram yang menumpuk dan tidak dimanfaatkan. Dari situ, muncul ide untuk memanfaatkan limbah tersebut untuk dijadikan produk hasil fermentasi ethanol. Nggak heran kalau Mycotech langganan mendapat penghargaan seperti seperti 2nd Winning Mandiri Young Technopreneur 2014, Top 5 Let’s Go Trade Awards Shell LiveWire 2015 – International, DBS Foundation Social Enterprise Grant Awards 2016, 1st Global Incubation Network Program, 1st Wienerberger Demoday, dan 3rd Winning GIST Global Innovation Through Science and Technology.

 

Conquer your fear dengan bermalam di tepi tebing dengan ketinggian 400 meter!

Conquer your fear dengan bermalam di tepi tebing dengan ketinggian 400 meter!

Ingin refreshing penuh adrenalin? Kalau gitu lo harus mencoba penginapan Skylodge yang berada di Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Purwakarta. Di hotel ini lo akan bermalam di tebing berketinggian 400 meter. Iya, di tebing, Urbaners! Hotel dengan kamar yang menggantung ini adalah yang pertama di Indonesia dan kedua di dunia. Untuk mencapai hotel ini pun lo harus effort mendaki seperti sedang hiking. Tapi setelah sampai di kamar hotel, its all worth it! Kapan lagi bermalam ditebing yang menggantung melawan gravitasi?

 

Arie Setya Yudha: Saat kebutuhan pribadi menjadi lahan usaha

 Saat kebutuhan pribadi menjadi lahan usaha

Berawal dari kegemaran Arie Setya Yudha akan hal-hal yang berbau perang dan airsoft gun, pengusaha satu ini pun sukses dengan brand Molay-nya. Karena perlengkapan airsoft gun yang cukup pricey, awalnya Arie berusaha 'mengakali' dengan membuat seragamnya sendiri dan iseng menjualnya di Kaskus dengan nama Molay Uniform Division. Tak disangka, peminat pun berdatangan sampai tahun 2012 ia mendapatkan pesanan dari Gegana Brimob. Ini adalah titik balik kesuksesan Arie Setya Yudha. Hingga kini tidak hanya militer dan kepolisian Indonesia, tetapi juga di luar negeri mulai dari Prancis, Italia, dan Amerika Serikat. Paling jauh, konsumen Arie berasal dari Antarktika, yaitu United States Antartic Program, sebuah lembaga penelitian Amerika di Antarktika. Bermodal 280 ribu rupiah, omzet Molay  berkembang hingga kini 31 miliar per bulan, Urbaners!