Perjalanan Panjang Bangkutaman 20 Tahun Berkarya - MLDSPOT
  • News
  • Perjalanan Panjang Bangkutaman 20 Tahun Berkarya

Perjalanan Panjang Bangkutaman 20 Tahun Berkarya

Fri, 10 May 2019
Perjalanan Panjang Bangkutaman 20 Tahun Berkarya

Urbaners, berkarir di dunia musik tentu membutuhkan dedikasi dan kerja keras yang nggak mudah. Tanpa konsistensi, nggak banyak grup musik di Indonesia yang bisa bertahan digerus perubahan jaman. Salah satu kisah sukses yang patut lo simak adalah grup musik psychedelic folk rock Indonesia, yaitu Bangkutaman.

Di tahun 2019, band musik yang berasal dari Yogyakarta ini merayakan umur ke-20, sebuah prestasi yang wajib dirayakan karena nggak banyak yang bisa melakukannya. Bangkutaman yang berisikan Wahyu 'Acum' Nugroho (bass, vokal, harmonika), Justinus Irwin (gitar, vokal latar) dan Dedyk Eryanto (dram, vokal latar) siap bercerita tentang perjalanan panjang mereka di dunia musik. Check it out, guys!

 

Ekspedisi Musik Bangkutaman Selama Dua Dekade

Ekspedisi Musik Bangkutaman Selama Dua Dekade

Ketika diwawancara, Bangkutaman masih nggak percaya sama perjalanan mereka. “Gila, nggak kerasa juga ya. Di satu sisi kami merasa sangat bangga bisa bertahan selama ini. Dulu, waktu awal membangun band, kami tidak punya rencana khusus, kami hanya membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Bersyukur banget ternyata bisa bertahan sampai dua dekade tetap eksis di permusikan Indonesia,” kata Dedyk.

Elemen tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa materi album ketiga mereka belum selesai sampai sekarang. Acum mengaku, “Kami adalah orang-orang lebih mencintai proses ketimbang hasil. Kami sangat menikmati proses pembuatan setiap album, mulai dari mendapatkan ide sampai rekaman. Kami nggak mau diburu-buru, karena bagi kami, bermusik adalah sebuah panggilan.”

Perjalanan Bangkutaman nggak bisa dibilang mudah. Mereka menemui berbagai hambatan, bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri kebersamaan. Namun, setelah berproses dan berdiskusi dengan matang, mereka sepakat untuk melanjutkan perjalanan Bangkutaman. Banyak rekan-rekan sepermusikan mereka yang bahkan lebur terlebih dahulu karena tidak bisa menjaga konsistensi.

“Mungkin, hal itu terjadi karena kami menjaga proses bermusik itu sendiri. Kami tidak menetapkan target untuk menjadi terkenal, sama sekali tidak ada di agenda kami. Bagi kami, terkenal merupakan bonus. Itu artinya, banyak orang yang mengapresiasi karya seni Bangkutaman,” tambahnya.

 

Apa yang Berubah Selama 20 Tahun Berkarya?

Bangkutaman yang tadinya bermula di Yogyakarta sekarang sudah relokasi ke Jakarta. Walau berat, hal tersebut menjadi keputusan penting yang berkontribusi pada kisah kesuksesan mereka.

Apa yang Berubah Selama 20 Tahun Berkarya?

“Kami tahu bahwa hidup nggak melulu soal musik dan kami harus kerja untuk mengejar realita. Jakarta adalah tempat yang tepat, yang kami memang harus tuju,” kata Justinus. Walaupun begitu, ketiga sahabat ini tetap menganggap Yogyakarta sebagai rumah utama mereka. “Kami rindu 3 hal dari Yogya, yaitu: angkringan, nongkrong, dan kampus,”

Setelah 20 tahun berkarya, inspirasi bermusik Bangkutaman tidak banyak berubah. Mereka selalu menceritakan tentang lingkungan sekitar, terutama kehidupan di kampus-kampus Yogya. Mereka pun juga selalu mencoba untuk menyuarakan problematika kehidupan anak muda yang resah dan ekspresif. Karena sekarang berpindah ke Jakarta, kini Bangkutaman juga membuat lagu yang menggambarkan lingkungan kerja, Jakarta, dan keluarga. Hanya itu saja yang berubah.

Bagi Bangkutaman, inti dari kehidupan musik mereka tetap sama, hanya saja frekuensi dan geografinya yang berbeda. Tentu saja, waktu bakalan mengubah persepsi orang-orang, dan itulah yang dialami oleh Bangkutaman. Tetapi tetap saja, kegelisahan yang berada di sekitar kehidupan dan lingkungan Bangkutaman menjadi senjata dan bahan bakar untuk proses kreatif mereka, dan juga di kehidupan pribadi mereka.

 

Kebanggaan Prestasi Bangkutaman

Kebanggaan Prestasi Bangkutaman

Dengan pengalaman dan kaliber selama dua puluh tahun, ketiga anggota Bangkutaman mempunyai banyak pengalaman yang mereka banggakan. “Kebanggaan pertama kami adalah ketika Bangkutaman yang notabene adalah musisi amatir akhirnya bisa membuat karya musik yang diapresiasi oleh kritikus dan pengamat musik,” ungkap Acum.

Saat itu, Bangkutaman mendapatkan peringkat pertama untuk album terbaik dari majalah Musik Indonesia pada tahun 2010, “Itu bagian yang terbaik.” Beribu-ribu jam manggung dan tur di kota-kota di Indonesia, sekian banyak waktu jam latihan dan rekaman di studio beserta dengan rintangan yang terjadi, merupakan risiko yang dihadapi Bangkutaman selama bertahun-tahun. Namun, mereka mengaku bahwa “harga” tersebut sepadan dengan kesuksesan band yang memuaskan.

Ketika ditanya apa yang membuat Bangkutaman istimewa, mereka bercanda dengan mengatakan bahwa Bangkutaman adalah band dengan persiapan strategi dan konsep yang paling minimal. Ketika grup musik lain memiliki persiapan solid, Bangkutaman justru menonjolkan penampilan yang organik dan non artificial. Dalam setiap karya musik dan pertunjukan live, mereka dengan rendah hati selalu berinteraksi tulus dengan para penggemar. Tidak ada penipuan atau gimmick tertentu. Itulah yang membuat mereka selalu bersemangat untuk tampil dengan performa maksimal, entah itu di depan puluhan, ratusan, atau ribuan penonton.

Namun, jika harus memilih, Bangkutaman memiliki kesan yang nggak terlupakan ketika tampil di Singapura pada tahun 2011 untuk Esplanade. “Sudah kedua kalinya kami main di situ [Esplanade]. Dan tetap waktu itu adalah gig kesukaan kami. Panggungnya paling bagus, sound system paling nyaman, backstage paling luas, dan juga crew dan soundman-nya oke banget,” ujar Dedyk. 

Ia menambahkan, “Waktu itu kami beruntung banget bisa dapetin bass pinjeman epiphone hollow dari Jack Casady. Apresiasi penonton juga sangat menggugah dan selalu bersemangat. Kami sebagai musisi merasa sangat senang dan jadi salah satu memori yang kami ingat sampai sekarang.”

 

Rencana Bangkutaman untuk Dekade Mendatang

Bangkutaman mulai menyadari bahwa impact dari musik mereka dirasakan oleh orang banyak, terutama album dan lagu Ode Buat Kota di tahun 2010. Sejauh ini, Ode buat Kota dan Pekerja adalah dua lagu yang sering jadi obrolan positif di banyak fans. Bangkutaman merasa dengan pekerjaan harian yang mereka jalankan, mereka pun dapat menulis musik yang jujur “Kami bisa punya sudut pandang yang lain ketika menulis lagu soal kota, dan kami bisa sangat jujur ketika berbicara soal pekerja,” kata Acum.

Walaupun Bangkutaman pernah membuat album yang sarat akan suara masyarakat dan politik di masa lalu, tidak berarti Bangkutaman akan menjadikan hal tersebut menjadi ciri khas mereka. “Kami tidak tertarik dengan itu sama sekali, lagu-lagu baru kami nggak menyuarakan politik. Apalagi politik saat ini gak menarik untuk kami abadikan.”

Saat ini, grup musik Bangkutaman memfokuskan diri untuk menggarap dan mengeluarkan album baru. Belum tahu saat pastinya, tetapi ini berada di peringkat pertama dalam prioritas Bangkutaman. “Udah jadi tuntunan wajib, album baru.” tutupnya. Kita tungguin aja hasil karya mereka berikutnya ya, Urbaners!

 

 

YellowFit, Catering Sehat Bergaransi Berat Badan Turun

Mon, 12 April 2021
catering sehat

Setiap orang tentunya ingin memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Hal itu bisa didapatkan melalui olahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Nah, kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis makanan sehat untuk mengembangkan usahanya.

Berangkat dari situasi tersebut, Christopher Aldo membangun bisnis catering sehat, bernama YellowFit Kitchen. Diet and healthy catering nomor satu di Indonesia dan satu-satunya yang berani memberikan jaminan 100% uang kembali, jika makanan di rasa nggak lezat atau berat badan konsumen nggak menurun.

Mau tau cerita lengkap dari Christopher Aldo dalam mendirikan usahanya dan bagaimana bisa tetap konsisten di sektor bisnis ini? Yuk, simak ulasannya di sini, bro.

Merintis Bisnis Katering Sehat Sejak Kuliah

Semasa kuliah, Christopher Aldo senang fitness dan ikut program diet di waktu bersamaan. Disisi lain, ia pun sering menghadapi masalah keuangan, terutama untuk bayar kamar kos, serta biaya kuliah. Pada tahun 2017, ia pun memutuskan untuk mendirikan bisnis katering sehat, YellowFit Kitchen bersama temannya.

Pastinya lo setuju kalo membangun bisnis dari nol memang nggak mudah dan tentu ada rintangan dalam prosesnya. Seperti yang dirasakan Aldo saat awal mengembangkan usahanya, rata-rata per harinya ia hanya bisa menjual 5 kotak aja ke teman-teman kampusnya selama 8 bulan.

Aldo berpikir untuk menutup YellowFit Kitchen, lantaran masih fokus dengan kuliahnya. Ditambah lagi, ia harus menjaga makanannya supaya tetap fresh. Kurirnya pun terkadang masih terpencar di daerah yang berbeda dan mahalnya biaya ongkos kirim. Selain itu, banyak konsumennya yang mengeluh dan meminta refund.

Namun, setelah berhasil melewati masa sulit itu, bisnisnya semakin berkembang, ia bisa menjual rata-rata 30 kotak per hari. Yang awalnya hanya berjualan di Depok, lalu diperluas ke Jakarta dan berhasil menjual hingga 100 kotak per hari. Bahkan, di tahun 2019, pesanannya meningkat sebanyak 2.000 kotak per hari. Wow keren banget ya, bro?

Menghadirkan Menu Makanan Sehat dan Lezat

catering sehat

Credit image - pingpoint

Keistimewaan yang dimiliki YellowFit Kitchen adalah hidangan yang berganti-ganti setiap harinya dan terdapat beberapa menu autentik hasil racikan sendiri. Menurut Christopher Aldo, yang terpenting di setiap makanan harus mengandung rendah kalori, rendah lemak, rendah karbohidrat, dan tinggi protein.

Salah satu menu favorit YellowFit Express adalah Pizza Diet. Biasanya pizza berbahan tepung, namun berbeda dengan yang satu ini menggunakan kembang kol. Adapun, menu McD versi diet digoreng dengan minyak yang sehat, tanpa kulit, dan dibalut tepung gandum. Lo bisa makan junk food tapi tetap rendah kalori, bro. 

Menu YellowFit Kitchen ini dikembangkan oleh tim internalnya sendiri. Jadi setiap minggunya, ia melakukan rapat rutin bersama para koki. “Kami memiliki 6 koki, setiap 2 orang akan bergiliran untuk rapat dengan kami. Di kesempatan itu juga kami bersama-sama melakukan pengukuran zat-zat yang terkandung dalam makanan yang ingin ditawarkan kepada konsumen,” ujar Aldo.

Kebutuhan gizi di setiap porsinya berbeda-beda. Menurut Christopher, kebutuhan untuk wanita kurang lebih 1.000-1.200 kalori, dan untuk pria akan lebih tinggi berkisar 1.200-1.500 kalori. Dengan catatan, semua ukuran itu tergantung dari aktivitas yang dijalankan masing-masing orang.

Buat lo yang mau coba, harga perposinya sekitar Rp50.000 dan bisa lebih mahal kalo lo beli cuma buat makan siang aja. Tapi, kalau beli paket siang dan malam, akan diberikan harga spesial. Nikmatnya lagi, lo bisa memesan catering ini dengan pilihan paket perminggu atau perbulan. Jadi, disesuaikan aja dengan kebutuhan lo, bro.

Melihat Peluang Industri Makanan Sehat

catering sehat

Credit image - goodlife.id

Belum merasa puas diri dengan hasil yang telah dicapai, ia pun tetap melihat adanya tantangan dari kompetitor yang bermunculan setiap harinya. “Dulu saat saya memulai bisnis ini, kompetitornya memang masih sedikit. Berbeda halnya dengan sekarang, mungkin jumlahnya sudah puluhan, bahkan ratusan,” paparnya.

Untuk meningkatkan pelayanannya, Christopher menawarkan free delivery kepada pelanggan-pelanggannya dengan frekuensi pengiriman 2 kali dalam sehari, dan jaminan refund jika makanannya nggak fresh. Layanan ini berlaku untuk daerah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya ya, bro.

“Kebanyakan kompetitor itu hanya sekali kirim aja dalam sehari, jadi kalau udah malam makanannya kurang segar. Kami juga memberikan guarantee refund bilamana makanannya nggak enak, maka kami akan refund uang mereka,” tegasnya.

Selain usaha katering, ia juga berjualan detox tea dengan rasa leci, lemon, dan jasmine untuk menahan nafsu makan. “Banyak teh detox di luar sana yang bilang kalau manfaatnya itu bisa menurunkan berat badan. Itu sebenarnya bohong,” tambah Aldo.

Kini, YellowFit Kitchen udah memiliki jumlah karyawan sebanyak 250 orang, dengan 25 orang untuk urusan kantor, dan sisanya ada di divisi distribusi. Untuk melebarkan sayapnya, YellowFit juga sering mengadakan kolaborasi dengan beberapa influencer ternama.

Menurut Christopher kedepannya bisnis catering sehat memiliki peluang besar karena orang-orang  mulai sadar akan kesehatan mereka, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Wahhh sangat inspiratif banget ya, bro, perjalanan bisnis dari Christopher Aldo. Untuk memulai usaha, kuncinya ada pada diri lo sendiri. Nggak ada sesuatu yang luar biasa yang didapatkan dengan mudah. Well, kapan giliran lo buat mengembangkan ide bisnis lo, bro?.

 

Featured image - traveling.bisnis.com