Ruang Mana yang Lo Pilih Untuk 'Bersuara'? - MLDSPOT
  • News
  • Ruang Mana yang Lo Pilih Untuk 'Bersuara'?

Ruang Mana yang Lo Pilih Untuk 'Bersuara'?

Tue, 13 August 2019
Ruang Mana yang Lo Pilih Untuk 'Bersuara'?

Mengungkapkan aspirasi bisa dari berbagai macam cara. Apalagi dengan banyaknya media yang memfasilitasi hal tersebut, setuju nggak, Urbaners? Seperti yang dibahas pada MLDSPOT TV x NET Season 4 Episode 5 ini, bertajuk "Ruang Bersuara", kali ini akan membahas seluk beluk ruang aspirasi yang bisa lo gunakan untuk 'bersuara'. Mulai dari komunitas Ketjilbergerak yang dekat dengan isu masyarakat, Iyas Lawrence dengan podcast Makna Talks, dan juga Audotorium Visinema yang memberikan ruang pada anak muda yang tertarik pada dunia perfilman untuk mendalai bahkan terjun langsung bersama Angga Sasongko. Seperti apa keseruannya? Intip disini, Urbaners!

 

Ketjilbergerak: Komunitas yang Mengangkat Isu Masyarakat

Ketjilbergerak: Komunitas yang Mengangkat Isu Masyarakat

Nama boleh Ketjilbergerak, tapi apa yang mereka lakukan untuk masyarakat tidaklah kecil, Urbaners! Komunitas yang berasal dari gagasan dua pasangan mahasiswa ini sudah berjalan sejak 2006. Merespon berbagai isu masyarakat melalui berbagai medium mulai dari seni, diskusi sampai pagelaran acara. Gerakan yang mereka lakukan pun selalu provokatif, tidak peduli apakah lingkupnya cukup besar atau tidak, yang terpenting adalah memiliki nilai bagi masyarakat. Semakin berkembang, komunitas berbasis di Yogyakarta ini telah menggelar berbagai macam kegiatan seperti “Kelas Melamun”, “Angkatan Perubahan”, “Ben Prigel”, dan “Gap Balik”. Mereka pun pernah ikut serta dalam acara “Youth Camp 2015: Energi Mudamu, Senjatamu!” yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Buat lo yang tertarik, komunitas ini terbuka untuk siapapun yang ingin bergabung. Kira-kira gerakan apa yang mau lo lakukan jika menjadi anggota Ketjilbergerak, Urbaners?

 

Iyas Lawrence: Memilih Podcast Untuk Berbagi

Iyas Lawrence: Memilih Podcast Untuk Berbagi

Media sharing apa yang paling lo suka, Urbaners? Bukan hanya Youtube, Podcast kini menjadi salah satu pilihan utama untuk para anak muda. Selain kemudahan akses, media komunikasi satu arah ini terasa lebih bebas bagi pembicaranya. Dan untuk pendengar, mereka bisa lebih merasakan kedalaman konten yang disajikan, karena mereka diberi kesempatan untuk berimajinasi membayangkan pikiran sang narasumber. Inilah yang dilakukan oleh Iyas Lawrence. Host podcast Makna Talks ini berpendapat "Podcast adalah sesuatu yang mudah diakses, bebas berpendapat, menghibur, dan (terkadang) berbobot,” ujar Iyas. Podcast Makna Talks sendiri juga sama, mengangkat pengalaman pribadi para pembicaranya. Iyas Lawrence selalu mengundang sejumlah bintang tamu inspiratif dari berbagai kalangan untuk membagikan sisi lain dari kisah mereka di setiap episodenya.

 

Audotorium Visinema: Ruang Berbicara Penikmat Film

Audotorium Visinema: Ruang Berbicara Penikmat Film“Ruang publik di dalam ruang privat”, itulah istilah yang diberikan Angga Sasongko pada Auditorium Visinema. Ternyata sutradara ternama ini nggak hanya fokus pada Production House-nya saja, tetapi juga memberikan fasilitas pada anak muda yang tertarik pada dunia film khususnya penulisan. Auditorium sederhana ini kabarnya dilengkapi dengan sebuah perpustakaan kecil. Tempat ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan sekaligus titik temu bagi berbagai pandangan dalam satu forum terbuka yang berkaitan dengan perfilman.

Tidak hanya sebagai tempat, tetapi ada pula program Visinema Campus yang merupakan program rekrutmen dan pengembangan bakat dari Visinema bagi para penulis skenario film. Tidak sembarangan, program ini juga melibatkan tim profesional dan Skriptura (script development company Visinema). Nantinya tidak hanya mengikuti mentorship, para peserta yang lolos seleksi juga ditawari kontrak kerja usai pelatihan. Auditorium Visinema dapat menjadi tempat untuk saling mendengarkan plus mendiskusikan isu dan pemikiran di tengah maraknya perbedaan pendapat melalui pembedahan film dokumenter atau kontroversial. Seru banget ya, Urbaners!

 

YellowFit, Catering Sehat Bergaransi Berat Badan Turun

Mon, 12 April 2021
catering sehat

Setiap orang tentunya ingin memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Hal itu bisa didapatkan melalui olahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Nah, kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis makanan sehat untuk mengembangkan usahanya.

Berangkat dari situasi tersebut, Christopher Aldo membangun bisnis catering sehat, bernama YellowFit Kitchen. Diet and healthy catering nomor satu di Indonesia dan satu-satunya yang berani memberikan jaminan 100% uang kembali, jika makanan di rasa nggak lezat atau berat badan konsumen nggak menurun.

Mau tau cerita lengkap dari Christopher Aldo dalam mendirikan usahanya dan bagaimana bisa tetap konsisten di sektor bisnis ini? Yuk, simak ulasannya di sini, bro.

Merintis Bisnis Katering Sehat Sejak Kuliah

Semasa kuliah, Christopher Aldo senang fitness dan ikut program diet di waktu bersamaan. Disisi lain, ia pun sering menghadapi masalah keuangan, terutama untuk bayar kamar kos, serta biaya kuliah. Pada tahun 2017, ia pun memutuskan untuk mendirikan bisnis katering sehat, YellowFit Kitchen bersama temannya.

Pastinya lo setuju kalo membangun bisnis dari nol memang nggak mudah dan tentu ada rintangan dalam prosesnya. Seperti yang dirasakan Aldo saat awal mengembangkan usahanya, rata-rata per harinya ia hanya bisa menjual 5 kotak aja ke teman-teman kampusnya selama 8 bulan.

Aldo berpikir untuk menutup YellowFit Kitchen, lantaran masih fokus dengan kuliahnya. Ditambah lagi, ia harus menjaga makanannya supaya tetap fresh. Kurirnya pun terkadang masih terpencar di daerah yang berbeda dan mahalnya biaya ongkos kirim. Selain itu, banyak konsumennya yang mengeluh dan meminta refund.

Namun, setelah berhasil melewati masa sulit itu, bisnisnya semakin berkembang, ia bisa menjual rata-rata 30 kotak per hari. Yang awalnya hanya berjualan di Depok, lalu diperluas ke Jakarta dan berhasil menjual hingga 100 kotak per hari. Bahkan, di tahun 2019, pesanannya meningkat sebanyak 2.000 kotak per hari. Wow keren banget ya, bro?

Menghadirkan Menu Makanan Sehat dan Lezat

catering sehat

Credit image - pingpoint

Keistimewaan yang dimiliki YellowFit Kitchen adalah hidangan yang berganti-ganti setiap harinya dan terdapat beberapa menu autentik hasil racikan sendiri. Menurut Christopher Aldo, yang terpenting di setiap makanan harus mengandung rendah kalori, rendah lemak, rendah karbohidrat, dan tinggi protein.

Salah satu menu favorit YellowFit Express adalah Pizza Diet. Biasanya pizza berbahan tepung, namun berbeda dengan yang satu ini menggunakan kembang kol. Adapun, menu McD versi diet digoreng dengan minyak yang sehat, tanpa kulit, dan dibalut tepung gandum. Lo bisa makan junk food tapi tetap rendah kalori, bro. 

Menu YellowFit Kitchen ini dikembangkan oleh tim internalnya sendiri. Jadi setiap minggunya, ia melakukan rapat rutin bersama para koki. “Kami memiliki 6 koki, setiap 2 orang akan bergiliran untuk rapat dengan kami. Di kesempatan itu juga kami bersama-sama melakukan pengukuran zat-zat yang terkandung dalam makanan yang ingin ditawarkan kepada konsumen,” ujar Aldo.

Kebutuhan gizi di setiap porsinya berbeda-beda. Menurut Christopher, kebutuhan untuk wanita kurang lebih 1.000-1.200 kalori, dan untuk pria akan lebih tinggi berkisar 1.200-1.500 kalori. Dengan catatan, semua ukuran itu tergantung dari aktivitas yang dijalankan masing-masing orang.

Buat lo yang mau coba, harga perposinya sekitar Rp50.000 dan bisa lebih mahal kalo lo beli cuma buat makan siang aja. Tapi, kalau beli paket siang dan malam, akan diberikan harga spesial. Nikmatnya lagi, lo bisa memesan catering ini dengan pilihan paket perminggu atau perbulan. Jadi, disesuaikan aja dengan kebutuhan lo, bro.

Melihat Peluang Industri Makanan Sehat

catering sehat

Credit image - goodlife.id

Belum merasa puas diri dengan hasil yang telah dicapai, ia pun tetap melihat adanya tantangan dari kompetitor yang bermunculan setiap harinya. “Dulu saat saya memulai bisnis ini, kompetitornya memang masih sedikit. Berbeda halnya dengan sekarang, mungkin jumlahnya sudah puluhan, bahkan ratusan,” paparnya.

Untuk meningkatkan pelayanannya, Christopher menawarkan free delivery kepada pelanggan-pelanggannya dengan frekuensi pengiriman 2 kali dalam sehari, dan jaminan refund jika makanannya nggak fresh. Layanan ini berlaku untuk daerah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya ya, bro.

“Kebanyakan kompetitor itu hanya sekali kirim aja dalam sehari, jadi kalau udah malam makanannya kurang segar. Kami juga memberikan guarantee refund bilamana makanannya nggak enak, maka kami akan refund uang mereka,” tegasnya.

Selain usaha katering, ia juga berjualan detox tea dengan rasa leci, lemon, dan jasmine untuk menahan nafsu makan. “Banyak teh detox di luar sana yang bilang kalau manfaatnya itu bisa menurunkan berat badan. Itu sebenarnya bohong,” tambah Aldo.

Kini, YellowFit Kitchen udah memiliki jumlah karyawan sebanyak 250 orang, dengan 25 orang untuk urusan kantor, dan sisanya ada di divisi distribusi. Untuk melebarkan sayapnya, YellowFit juga sering mengadakan kolaborasi dengan beberapa influencer ternama.

Menurut Christopher kedepannya bisnis catering sehat memiliki peluang besar karena orang-orang  mulai sadar akan kesehatan mereka, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Wahhh sangat inspiratif banget ya, bro, perjalanan bisnis dari Christopher Aldo. Untuk memulai usaha, kuncinya ada pada diri lo sendiri. Nggak ada sesuatu yang luar biasa yang didapatkan dengan mudah. Well, kapan giliran lo buat mengembangkan ide bisnis lo, bro?.

 

Featured image - traveling.bisnis.com