• News
  • Sumba & View Eksotis-nya

Sumba & View Eksotis-nya

Tue, 08 October 2019
Sumba & View Eksotis-nya

Mulai dari pantai, savana, bukit sampai air terjun. Ribuan pemandangan eksotis memang Sumba tawarkan buat lo para traveller. Tapi tau nggak sih, mengunjungi Sumba cukup tricky lho, Urbaners. Karena perfect timing juga akan memberikan nilai tambahan keindahan alam di sana. Nah, MLDSPOT TV x NET Season 4 Episode 13 akan mengupas tuntas tentang keindahan Sumba. Mengangkat tema “Wild Wild East” Bersama Marischka Prudence, lo diajak untuk mengeksplor Sumba. Penasaran? Check this out!

 

Marischka Prudence: Bukan Soal Tempat Tapi Interaksi

Marischka Prudence sedang asik berbincang dengan David John Schaap di Sumba"Passion itu adalah energi untuk hati lo. Saat lo punya passion, lo melakukan sesuatu dengan sangat senang dan lo merasa itu memberikan hal yang lebih," kata-kata yang sangat indah ini keluar dari bibir seorang travel blogger cantik, Marischka Prudence. Berawal bekerja sebagai jurnalis di salah satu stasiun televisi swasta. Dia kerap ditugaskan keluar kota dan menulusi keindahan di Indonesia. Prue pun mulai menuliskan pengalamannya selama travelling.

Keluar dari pekerjaan yang sudah menjajikan gaji perbulan, dan memilih untuk menjadi travel blogger. Saat menjadi travel blogger, baru lah ia menyadari bahwa apa yang dijalani merupakan passion-nya. Dan hal yang paling menurutnya menjadi travel blogger adalah interaksi dengan penduduk setempat. Hal ini ber-impact besar bagi hidupnya. Dengan travelling Prue kini lebih menghargai hal-hal kecil.

 

Waktu Yang Tepat Mengunjungi Sumba

Air Terjun Tenggedu salah satu spot terbaik Sumba Timur

Punya rencana ke Sumba dalam waktu dekat? Kalau begitu lo nggak boleh melewatkan beberapa spot ini. Bukit Tenau dimana lo bisa terhipnotis dengan keindahan sunrisenya. Air Terjun Wai Marang yang berada di pelosok menawarkan air yang biru nan indah. Pantai Walakiri, tanah pantai landai bertekstur unik, pasir putih memanjang, ombak tenang, menjadikan sunset lo sempurna. Puru Kambera dimana lo bisa melihat gerombolan kuda liar berlarian dengan bebasnya di savana. Air Terjun Tanggedu yang dikenal karena film "Susah Sinyal". Dan terakhir, Bukit Wairinding, perbukitan dan hamparan padang rumput hijau Sumba Timur dari kejauhan. Eits, tapi jangan sampai salah timing ya, Urbaners. Karena beberapa tempat hanya bisa dikunjungi pada waktu tertentu, seperti Air Terjun Wai Marang, pastikan lo datang di musim kemarau. Airnya mudah meluap dan warnanya jadi cokelat berlumpur. Lalu Puru Kambera sebisa mungkin saat musim kemarau karena di saat itulah savana di Puru Kambera menjadi sangat kering, sehingga mereka akan lebih aktif merumput di luar hutan untuk mencari makan.

 

Morinda Villa & Resto: Penginapan Dengan View 360 Derajat

Bagian depan Morinda Villa & Resto

Belum banyak yang tau tentang penginapan super ini. Morinda Villa & Resto, sebuah penginapan sederhana yang dikelilingi dengan landscape menakjubkan. Berjarak sekitar 20-30 menit dari Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, Morinda terletak di atas bukit di sisi aliran Sungai Kambaniru. Bayangkan, lo akan disuguhi keindahan sumba 360 derajat. Meskipun cukup jauh, tetapi banyak banget yang bisa lo lakukan di sana seperti dari Morinda Villa & Resto, lo bisa trekking ke atas bukit yang lebih tinggi untuk melihat sunrise atau sunset, Canoeing, atau bersantai pada malam hari sambil menikmati pemandangan milky way yang menakjubkan. Penginapan ini cocok banget untuk lo yang ingin rehat dari hiruk pikuk kota besar, dan mencari ketenangan sempurna. Dijamin setelah balik dari penginapan, jiwa dan raga lo seperti di reset dan menjadi lebih segar.

 

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.