• News
  • TOFU Reunion di MLDSPOT Stage The 90's Festival

TOFU Reunion di MLDSPOT Stage The 90's Festival

Tue, 26 November 2019
TOFU gelar reuni di MLDSPOT Stage The 90’s Festival

Setelah 16 tahun vakum dari industri musik, TOFU kembali dengan nama TOFU Reunion di The 90’s Festival 2019, Urbaners! Unit R&B asal Jakarta ini didapuk memeriahkan MLDSPOT Stage di hari pertama dengan formasi lengkap yang digawangi Uya Kuya, Anton, Fla Priscilla dan Joeniar Arief. Bagaimana penampilan mereka setelah sekian tahun bersembunyi?

“Aku Padamu” dan “Cinta Abadi” menjadi lagu pembuka aksi mereka yang sudah dinanti para pengunjung sejak sore. Dua lagu dari album perdana mereka sontak memanaskan MLDSPOT Stage di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.

“Baru dua lagu udah ngos-ngosan. Ini kenapa ya? Oh iya, udah nggak muda hahaha,” canda Uya Kuya sebelum menyapa pengunjung. Fla ambil giliran dengan memperkenalkan kembali para personil ke hadapan penonton. Dia sempat meminta maaf karena para personil TOFU sudah tidak muda lagi. “Sekarang aku udah jadi tante-tante, Uya jadi om-om hahaha. Mending kita nyanyi bareng oke?!” ajak Fla.

Sedikit bayangan, malam itu tata lampu panggung MLDSPOT Stage memancar dengan sempurna, Urbaners. Paduan warna lampu dan asap dari belakang panggung yang muncul tipis-tipis membaur di tengah penampilan energik mereka saat membawakan lagu ketiga; “Takkan”. Sementara itu ratusan penonton sudah berdiri di depan panggung, menunggu sajian lagu nostalgia dari Fla dkk.

“Dulu gue dengerin TOFU waktu SD. Udah lama banget. Sekarang mereka reunian, nggak mungkin gue nggak nonton” jawab Wulan yang pada malam itu datang bersama sang kekasih. Dari deretan penonton, jelas terlihat kalo mereka adalah generasi yang tumbuh dan besar di era 90-an. Generasi di mana lagu-lagu TOFU bertengger di chart banyak radio dan stasiun televisi. Bibir mereka bergumam, menyumbangkan suaranya dan bernyanyi bersama TOFU.

 

“Kita satu-satunya band yang nge—print lirik”

TOFU Reunion dengan formasil awal

“Lagu ini kalian semua pasti tau. Dulu lagu ini sering dipake buat nembak pacar atau istrinya, termasuk saya hahaha,” terang Uya sebelum membawakan “Mimpi Terindah”. Di luar sosoknya sebagai musisi, Uya memang dikenal juga sebagai komedian yang lucu, dan kedua image itu seperti mendadak hadir di MLDSPOT Stage.

Dengan jujur, Uya membocorkan bahwa personil TOFU sudah banyak melupakan lirik lagu mereka. Buat mengatasi hal itu Uya sampai mencetak lirik lagu yang ingin dibawakan dalam kertas berukuran besar, dan diletakkan di alas panggung. “Ini di bawah ada liriknya, kita print semua lagu. Maklum udah pada lupa hahaha.” Kata Uya. “Tadi sebelum ke sini kita minum obat pengingat dulu ya? Kayaknya kita satu-satunya band yang nge-print lirik lagunya sendiri” sahut Fla kepada Uya. Semua penonton kompak tertawa.

Bagi TOFU, panggung reuni malam itu bukan hanya milik mereka berempat, tapi juga milik segenap kru, sound engineer sampai additional player yang hadir. Anton mengakui bahwa momen seperti inilah yang sudah lama dia inginkan, kembali bernyanyi bersama TOFU dan menghibur penggemar TOFU yang setia sejak dulu.

Suasana semakin panas, “Biar Ku Sendiri” dan “Bunga Dari Surga” dibawakan TOFU tanpa jeda. Berkali-kali mereka mengutarakan bahwa kondisi fisik para personil TOFU sudah tidak seprima dulu, tapi pemandangan yang ada malam itu justru seperti sebaliknya, Urbaners. Uya, Anton dan Joeniar kompak mengisi part rap dengan lantang, yang disambut suara alto Fla. Terhitung total 6 lagu sudah mereka bawakan dan semangat mereka mampu membakar lautan penonton di MLDSPOT Stage.

TOFU Reunion sukses ajak nostalgia para pengunjung The 90’s Festival

“Kita mau berterima kasih buat lo semua yang udah bikin TOFU balik lagi. Thank you juga buat 90’s Festival dan MLDSPOT yang udah bikin panggung buat kita. Sekarang kita foto bersama yuk!” ajak Fla sebelum memasuki 2 lagu terakhir.

Selang beberapa detik Uya mengambil mic, “Terima kasih juga buat mantan gue yang udah datang; Ine, Dini dan yang ada dipojok, yang nggak bisa gue sebutin,” canda Uya yang dibalas tawa penonton.  “Hidup Cuma Sekali” dan “Cinta Semu” akhirnya dibawakan dan jadi tanda perpisahan TOFU Reunion di MLDSPOT Stage The 90’s Festival.

Gimana? Masih penasaran sama keseruan The 90’s Festival kemarin? Tenang, lo bisa flashback lagi dengan lihat hasil jepretan MLDSPOT di media sosial MLDSPOT, Urbaners! Well, see you next year!

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.