• News
  • Yudhi Prasetyo 'Sulap' Biji Kopi Pilihan Menjadi Minuman, Gelang, dan Parfum!

Yudhi Prasetyo 'Sulap' Biji Kopi Pilihan Menjadi Minuman, Gelang, dan Parfum!

Sun, 29 September 2019
Yudhi Prasetyo berinovasi dengan biji kopi dan mendirikan Kopi Kreatif sejak tahun 2016

Urbaners, tren konsumsi kopi terus meningkat di Indonesia. Buat kebanyakan orang, minum kopi adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Rasanya ada yang belum klop kalau belum menyesap hangatnya kopi sebelum memulai aktivitas. Dengan maraknya toko kopi, kini lo bisa menikmati berbagai macam olahan rasa, mulai dari kopi susu sampai kopi gula aren yang baru-baru aja melejit.

Tapi, gimana kalau sekarang lo bisa menikmati kopi tanpa diminum, Urbaners? Ya, itulah yang dilakukan oleh Yudhi Prasetyo. Pria ini berinovasi menggunakan biji kopi pilihan dan menyulapnya ke produk-produk untuk digunakan sehari-hari, mulai dari gelang, tasbih, pewangi mobil, roll-on aromaterapi, sampai parfum kopi! Dengan modal awal cuma sebesar Rp500 ribu untuk membeli bahan dan peralatan, Yudhi menaungi bisnisnya ini dengan nama merek KoKe (Kopi Kreatif) sejak 15 November 2015.

Mau tahu cerita Yudhi mengembangkan ide kreatif ini? Simak terus ya, Urbaners!

 

Aroma yang Nggak Mengalahkan Rasa

Teman-teman Yudhi mengaku nggak bisa mengkonsumsi kopi dengan beragam alasan, padahal mereka selalu suka aroma kopi. Lalu ia mulai memutar otak, gimana caranya agar aroma kopi tetap bisa dinikmati semua orang, tanpa harus diminum.

Saat melaksanakan tugas kantornya ke Yogyakarta, Yudhi berdiskusi dengan rekannya, salah seorang anak petani di daerah Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Dari situ, Yudhi tahu bahwa banyak sekali biji kopi gagal panen karena defect atau nggak layak untuk dikonsumsi. Teman Yudhi meminta tolong untuk mengakomodir ribuan biji kopi defect tersebut supaya bisa dijadikan sesuatu yang bernilai.

Produk pertama Kopi Kreatif berupa gelang yang terbuat dari biji kopi

Dari sinilah ide bisnisnya muncul. Ia langsung berdiskusi dengan rekan barista mengenai cara membuat biji kopi agar keras dan awet. Setelah jadi, biji kopi ini dirangkai menjadi produk pertama dari Kopi Kreatif, yaitu berupa gelang. Bermodalkan hanya Rp500 ribu, Yudhi pun membeli bahan-bahan dan alat untuk pembuatan gelang dalam jumlah banyak, seperti tali, biji kopi, alat bor hingga wajan. Semua ia lakukan secara handmade.

 

Serba Serbi Produk Kopi Inovatif

Dari bahan biji kopi defect yang dimilikinya, saat ini Yudhi telah berhasil mengembangkan olahannya menjadi 11 jenis produk, di antaranya adalah gelang kopi, kalung kopi, tasbih kopi, anting kopi, rosario kopi, parfum kopi, pewangi kopi, roll-on, kancing kopi, tali kacamata, hingga pewangi helm. Ada 4 jenis produk yang menjadi best seller KoKe, yaitu pewangi kopi, roll-on, parfum, dan gelang kopi.

Parfum KoKe terdiri dari tiga varian. Ada Eau de Parfum (EDP) Black Coffee untuk aroma kopi yang kuat dan ‘nendang’, EDP Choco Coffee buat manisnya perpaduan cokelat dan vanila, dan terakhir adalah EDP Coffee Latte yang lembut dan milky, dengan sedikit sentuhan kelapa. Kalau lo termasuk yang suka dengan aroma kopi yang khas, lo wajib banget memiliki produk keren ini, Urbaners!

Eau de Parfum dari KoKe merupakan salah satu produk paling laris

“Di awal pendirian, kebutuhan biji kopi kami sekitar 300 kilogram per bulan. Namun, karena permintaannya yang terus meningkat, sekarang kita butuh sampai 3 ton per bulan,” kata Yudhi. Untuk memenuhi kebutuhan pasokan biji kopi ini, sekarang Yudhi pun melakukan investasi kebun di daerah Bondowoso dan Temanggung yang secara bersamaan diolahnya sendiri dan beberapa yang didapatkan juga dari petani.

Agar bisa memproduksi dalam skala besar, ia memberdayakan masyarakat di daerah Prambanan dan Bantul, khususnya pekerja pabrik dan manula yang dulunya pekerja bawang yang hanya diupah Rp12 ribu per hari. Mereka bergabung menjadi pegawai KoKe di divisi produksi, yang saat ini berjumlah 22 orang, 7 orang terletak di Prambanan dan 15 orang terletak di Bantul.

 

Keuntungan yang Meroket

Dengan produk termurah yang dibanderol Rp35 ribu hingga yang termahal Rp150 ribu, Yudhi meraup banyak keuntungan dari penjualan produknya Kopi Kreatif. Per bulannya, penjualan produknya rata-rata mencapai 120 ribu buah dengan omset terbesar yang pernah didapatkannya mencapai Rp1,4 miliar per bulan. Kenaikan bisnis KoKe ini menghasilkan rata-rata profit mencapai 40%, Urbaners!

Dengan pencapaian tersebut, tentunya ia memiliki strategi pemasaran yang matang. Nggak mau mengandalkan satu kanal, Yudhi menyebar produk KoKe di beberapa e-commerce, antara lain Tokopedia, Shopee, Blibli.com, Blanja.com, dan Elevenia. KoKe juga memiliki toko fisik yang tersedia di 2 lokasi di Yogyakarta, yakni di Jl. Kaliurang KM 5,5 dan Jl. Kaliurang KM 5,2.

Kopi Kreatif sudah membuka dua toko cabang di Yogyakarta

Di luar Kota Yogyakarta, Yudhi lebih memilih untuk mendistribusikan produknya ke banyak modern trade, toko-toko kosmetik, distro, showroom dan pencucian mobil melalui agen-agen di berbagai kota. Sejauh ini, pembeli KoKe pun kebanyakan berasal dari wilayah Jabodetabek, Sumatera dan bahkan dari luar negeri, seperti dari Malaysia, India, Kuwait dan Hongkong.

 

Membawa Produknya Mendunia

Ke depannya, Yudhi ingin membawa produk Kopi Kreatif ke pasar internasional melalui ekspor. Namun untuk saat ini, ia mengungkapkan masih belum mau ekspor karena perlu perencanaan yang sangat matang. “Mungkin kami akan melakukan ekspor 1 atau 2 tahun ke depan, karena kami harus menjaga konsistensi produk terlebih dahulu,” ujar pria berambut pendek ini.

Saat ini, ia ingin fokus terlebih dahulu membesarkan KoKe di Indonesia dengan meningkatkan brand awareness kepada masyarakat. Setelah itu, ia juga berencana memiliki bisnis ekspedisinya sendiri dan bisa menerapkan gratis ongkos kirim untuk para pelanggan. Karena menurutnya, salah satu indikasi orang gagal membeli secara online adalah ongkos kirim yang mahal.

Kopi Kreatif akan terus berinovasi untuk menghadirkan produk berbasis kopi lainnya

“Selain berbisnis, kami juga telah menerapkan konsep 4R yakni Reduce, Reuse, Recycle, and Repair. Jadi, setiap agen pemasaran KoKe bisa mengumpulkan kembali goni (bungkus) dari para pembeli dan bisa menjualnya kembali kepada kami. Nanti kami akan bayar goninya,” jelas Yudhi. Ia mengaku sedang mematangkan platform "All About Coffee" besutannya agar lebih terdigitalisasi, sesuai dengan tantangan zaman yang semakin modern.

Keren banget ya, Urbaners? Sesuai namanya, Kopi Kreatif memang jadi bisnis pionir yang menyulap biji kopi yang biasanya jadi minuman, tapi sekarang bisa dinikmati dengan cara yang lebih luas. Mulai dari gelang hingga parfum kopi, lo bisa mendapatkan semuanya di akun Instagram @kopikreatif atau melalui situs webnya di kopikreatif.com ya!

Arti Terselubung dari Produk Maskeren

Tue, 14 July 2020

Instead of spreading the virus, we better spreading the inspiration. Inilah pesan yang terdapat pada project Maskeren. Masker hasil Kolaborasi dari MLDSPOT & Monstore yang tidak hanya membuat lo lebih stylish tetapi juga membangun percikan semangat produk lokal untuk tetap berkarya. Setelah melewati proses yang cukup panjang, akhirnya MLDSPOT & Monstore memilih typography untuk desain Maskeren ini. Kira-kira apa alasannya ya, Bro?

 

Spirit Kolaborasi yang Sama

Kolaborasi bukanlah sesuatu yang asing bagi MLDSPOT maupun Monstore. Kedua brand ini memang gemar merangkul sesama produk lokal untuk bahu membahu menghasilkan sesuatu yang baru. Menariknya lagi, kolaborasi ini dibentuk guna memberi semangat anak-anak muda untuk tetap aktif namun bertanggung jawab pada diri sendiri serta lingkungan sekitar.

 

Sebuah Statement dari MLDSPOT & Monstore

Awal proses kolaborasi ini tidak mudah, Bro! Baik MLDSPOT maupun Monstore memiliki brand identity yang kuat, bagaimana menggabungkan keduanya menjadi satu desain yang menarik tanpa menghilangkan identitas masing-masing. Monstore terbiasa dengan desain yang complex & detail, sedangkan MLDSPOT yang simple & clean. Seperti pertemuan di tengah, konsep Maskeren berbeda dari masker yang lainnya. Desain yang dipilih pun merupakan perkawinan keduanya dan melihat kegemaran anak muda akan statement kuat, sehingga lebih mengena bagi siapa pun yang membacanya. Akhirnya, terpilih konsep typography sebagai “direct message” yang cukup to the point.

 

Charity Melalui Kolaborasi

Alasan lain kolaborasi ini terbentuk adalah tujuan dari Maskeren itu sendiri. Seperti yang lo ketahui, setiap pembelian satu masker sama seperti lo menyumbang tiga kali lipat dari harga tersebut untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 melalui campaign Indonesia Melawan Corona di Kitabisa.com. Bagi Monstore dan MLDSPOT, sekecil apa pun selama tujuannya baik, hasilnya pasti juga akan baik. Harapannya, dengan kolaborasi ini mampu memberikan semangat lebih untuk para brand lokal agar terus aktif dan menghasilkan produk berkualitas. Yuk, teruskan semangat untuk berdonasi di tengah pandemi ini, Bro!