Home Sport Flavia Pennetta, Tennis Diva

Flavia Pennetta, Tennis Diva

Tuesday, October 6, 2015 - 15:33
Bagikan
Facebook Twitter Email

Bukan Serena Williams yang menjadi petenis nomor 1 dunia dan bukan juga Simona Halep petenis nomor 2 dunia. Tapi dialah Flavia Pennetta, petenis berperingkat ke 26 (sebelum menjuarai US Open 2015) yang menjadi juara US Open. Flavia Pennetta adalah petenis asal Italia yang menjuarai US Open 2015 dan menjadi wanita pertama yang menjuarai US Open diusia lebih dari 30 tahun.

 

Flavia Pennetta spesialis juara turnamen kelas bawah

Kenapa Flavia masih saja berkutat di dunia tenis-menenis ketika dirinya tidak pernah juara grand slam sekalipun? Ternyata, Flavia ini adalah petenis spesialis juara di turnamen kelas bawah. Total Flavia menjaurai 10 turnamen WTA Tour. Sejak tahun 2004, setidaknya Flavia sudah menjuarai turnamen kelas bawah dari Thailand Open sampai terakhir Paribas Open tahun 2014. Akhirnya pada tahun 2015 kemarin, setelah sebelumnya maksimal hanya mencapai babak semifinal US Open tahun 2013, Flavia berhasil menjuarainya.

Flavia ternyata pernah Berjaya di sektor double, pada tahun 2011 berpasangan dengan Gisela Dulko asal Argentia. Flavia menjuarai kejuaraan Australia Open 2011 kategori double dan berhak menduduki peringkat 1 dunia di kategori doubles.

Pada tahun 2012 adalah tahun yang sangat buruk bagi Flavia. Setelah selesai mengikuti turnamen US Open tahun 2012 yang mengecewakan, Flavia harus mengambil langkah untuk melakukan operasi siku yang sangat mengganggu. Setidaknya Flavia harus menepi selama 5 bulan sebelum kembali mengikuti pertandingan Kolumbia.

 

Cidera sembuh, Flavia bersinar

Berperingkat ke 83 dunia, Flavia berhasil masuk ke semifinal US Open sebelum dikalahkan petenis kuat Victoria Azarenka di semifinal. Baru setelah itu Flavia merasa percaya diri untuk tampil di tunggal putri. Lalu tahun berikutnya, Flavia secara mengejutkan masuk ke final ganda putri bersama Martina Hingis sebelum kalah dari pasangan Rusia Makarova dan Elena.

Puncaknya, secara konsisten berhasil mengalahkan satu per satu lawannya sebelum di final US Open 2015 bertemu dengan petenis senegaranya Roberto Vinci. Sejarah pun berlanjut, itu adalah semifinal senegara pertama dalam sejarah grand slam.

Yang membuat kemenangan Flavia di US Open terasa sempurna adalah Flavia ternyata langsung menyatakan pensiun di akhir tahun. Tidak ada kemenangan tanpa kekalahan, tetapi Flavia membuat kemenangan di usia 33 ini serasa berbeda, karena Flavia tidak akan pernah akan kalah lagi.

Source: forumpakistan.com, wikimedia.org , www.youthunitedpress.com