• Sport
  • Apa Enaknya Sih Ikutan Cardio Boxing?

Apa Enaknya Sih Ikutan Cardio Boxing?

Tue, 01 November 2016

Cardio boxing sekarang menjadi salah satu olahraga pilihan bagi sebagian orang di kota-kota besar. Di Jakarta sendiri, sangat mudah menemukan cardio boxing di beberapa tempat gym. Bagi yang nggak mengetahui apa itu cardio boxing, sekarang akan dijelaskan apa itu cardio boxing apakah olahraga yang bisa dikatakan baru ini cocok untuk lo?

 

Beda dengan kickboxing atau boxing

Ada yang mengatakan bahwa nggak ada bedanya antara kickboxing dan juga boxing/tinju. Yang membedakan antara cardio boxing dengan kickboxing ataupun tinju adalah fokusnya. Fokus di kickboxing tentu body contact dengan fokus di kaki dan sedangkan tinju lebih fokus ke tangan. Tetapi cardio boxing ini fokus ke dalam penguatan sistem daya tahan tubuh, kecepatan, kekuatan serta pelancaran denyut nadi.

Ketika lo memutuskan untuk mengikuti cardio boxing, lo akan melihat latihan layaknya seorang petinju. Lo memakai sarung tangan tinju yang cukup kecil, nggak besar seperti petinju. Lalu lo akan menjalani 3 proses latihan cardio boxing selama 2 jam penuh. Pertama ada pemanasan, lalu dilanjut workout dan terakhir pendinginan. Menariknya adalah Urbaners, 2 jam penuh ini tubuh lo nggak boleh berhenti bergerak, bahkan ketika istirahat pun lo diharuskan berjalan-jalan atau hanya sekedar mengurangi porsi latihan.

 

Lebih kepada disiplin

Bayangkan lo latihan cardio boxing selama 2 jam penuh dan hanya sesekali berhenti? Tentu ini ada alasannya Urbaners, cardio boxing ternyata nggak hanya mengajarkan lo berolahraga, tetapi belajar disiplin. Para trainer akan mendampingi dari awal sampai akhir. Hal menarik lain dari olahraga cardio boxing adalah lo akan dihitung denyut nadi oleh trainer. Tujuannya untuk menjaga apakah stamina lo bisa kuat mengikut cardio boxing dari awal sampai akhir.

Ketika sudah beberapa kali mengikuti cardio boxing, nantinya ketahanan fisik, stamina dan juga aliran darah keseluruh tubuh akan lebih tertata. Selain itu, cardio boxing juga mengajarkan bagaimana pentingnya disipilin walau hanya olahraga.

 

Source: gulalives.com

Valentino Rossi Mempertimbangkan Pensiun Tahun Depan

Tuesday, December 31, 2019 - 14:14
Valentino Rossi dan Lewis Hamilton berfoto bersama di arena MotoGP sambil memegang helm masing-masing

Tahun depan sepertinya bakal jadi tahun yang cukup berat buat lo pencinta MotoGP. Pasalnya, salah satu pembalap ternama MotoGP, Valentino Rossi berencana akan mengakhiri karirnya. Tepatnya pada akhir musim 2020. Rossi sudah memberikan tanda akan menyudahi kariernya di MotoGP. Pembalap dengan nomor andalan 46 ini memiliki alasan mengapa dirinya harus mengakhiri karirnya.

 

Usia Valentino Rossi yang Sudah Nggak muda

The Doctor ketika sedang melaju di arena MotoGP

Tahun 2020, Valentino Rossi akan mengunjak usia 41 tahun. Usia ini terbilang nggak muda lagi untuk bisa melaju di arena MotoGP. Rossi juga dianggap nggak cukup prima untuk berkompetisi dengan pembalap MotoGP lainnya yang masih muda. Di musim 2019 Rossi sudah menunjukkan penurunan performa yang cukup signifikan.

The Doctor, sebutan Rossi di MotoGP hanya mampu naik podium sebanyak 2 kali. Ia juga gagal mencapai finish sebanyak 4 kali. Saat ini Rossi hanya mampu berada di posisi ke-7. Performa Rossi yang semakin menurun sudah banyak dirasakan oleh para penggemarnya. Rencana pensiun Rossi juga bersamaan dengan kontraknya dengan Yamaha yang akan berakhir pada akhir musim MotoGP 2020.

Tetapi Rossi masih belum memastikan apakah rencana pensiunnya akan benar-benar terjadi atau nggak, Urbaners. Rencana pensiun Rossi akan bergantung dari hasil performanya di MotoGP 2020. Jika nggak ada peningkatan selama musim MotoGP 2020, maka pembalap dengan nomor 46 akan benar-benar memilih pensiun di akhir musim.

 

Komentar Tentang Rencana Pensiun Valentino Rossi

Valentino Rossi di atas podium ketika menjuarai MotoGP Australia

Rencana pensiun Rossi sudah menjadi topik hangat di kalangan pembalap MotoGP dan penggemar MotoGP. Salah satu mantan pembalap MotoGP, Marco Lucchinelli beranggapan bahwa Valentino Rossi masih akan melanjutkan kariernya di MotoGP setelah musim MotoGP 2020 berakhir. Komentar lainnya datang dari pengamat MotoGP, Carlo Penat. Carlo menilai Valentino Rossi memiliki fisik yang masih bugar dan tangguh untuk berkompetisi di usianya yang hampir menginjak 41 tahun.

Meskipun begitu, Carlo menilai musim 2020 akan menjadi kunci penentu karier Rossi di MotoGP. Jika di MotoGP musim 2020, Rossi mampu menaikkan performanya maka kariernya di MotoGP bakal berlanjut. Sepertinya Rossi sedang berusaha untuk bisa meningkatkan performanya di musim selanjutnya. Untuk mendukung performanya di musim 2020, Rossi bahkan mengganti kepala mekaniknya yang awalnya ditangani Silvano Galbusera menjadi David Munoz.

 

Semoga di musim MotoGP 2020, Valentino Rossi bisa menaikkan performanya di MotoGP ya, Urbaners. Sehingga dia masih bisa melanjutkan kariernya di MotoGP musim selanjutnya. Sedih banget kalau sampe The Doctor pensiun.

 

 

Source : CNN Indonesia, Kompas