• Sport
  • Akhirnya, Indonesia Lolos ke Final Piala AFF 2016, Lagi

Akhirnya, Indonesia Lolos ke Final Piala AFF 2016, Lagi

Tue, 13 December 2016

Indonesia di-banned FIFA sejak tahun 2015, mengakibatkan segala aktivitas sepakbola profesional dan resmi berhenti. Setelah dinyatakan lepas dari sangsi FIFA pertengahan tahun 2016 ini, timnas Indonesia langsung menggeber latihan dengan mengambil seluruh pemain terbaik dari seluruh Indonesia. Tujuannya satu, untuk mengembalikan supremasi sepakbola Indonesia. Piala AFF 2016 adalah destinasi pertama. Sempat tampil lumayan di beberapa laga percobaan, Indonesia datang ke Filipina dengan hasrat yang sangat rendah.

Tapi ambisi yang tadinya turun menjadi meningkat setelah timnas Indonesia berhasil lolos semifinal, melawan Vietnam. Bertarung 2 leg, Indonesia berhasil mengatasi Vietnam 2-1 di Stadion Pakansari Bogor. Dan Rabu 7 Desember 2016 kemarin, para pengarak Garuda di dada ini bertarung second leg melawan Vietnam. Hasilnya? Garuda perkasa dengan menahan imbang Vietnam, 2-2. Indonesia pun lolos ke final Piala AFF 2016, lagi untuk kelima kalinya.

 

Tanpa target tapi dibebani

Dengan jumlah penduduk segini banyaknya, dengan jumlah klub sepakbola segini banyaknya dan kompetisi yang sudah berjalan sebegitu lamanya. Tentu wajar jika ada sejumput harapan agar Timnas Indonesia berjaya di kancah dunia. Sebagai informasi, Indonesia ini nggak pernah sekalipun juara Piala AFF.

Walaupun federasi sepakbola Indonesia ini mengatakan bahwa nggak ada target bagi timnas, karena mepetnya persiapan. Tetapi setiap pundak pemain maupun jajaran pelatih terbersit harapan, harus ada perubahan di Indonesia.

 

Jadi setelah lolos final bagaimana?

Di dalam pertandingan olahraga, final adalah pertandingan mental. Taktik dan kemampuan akan menjadi faktor tambahan. Seorang dengan kemampuan tinggi akan menjadi loyo ketika nggak mempunyai mental. Menghadapi Thailand di final, Indonesia tentu kalah segalanya. Di pertandingan grup saja, Indonesia dibantai 4-2 walaupun sempat menahan imbang 2-2.

Sekarang yang terpenting bukan juara atau nggak, yang terpenting adalah sekarang semua orang telah mengetahui bahwa orang Indonesia sangat haus akan hiburan, hiburan 22 orang merebut satu bola di atas lapangan hijau yang luas. Mari berdoa yang terbaik untuk sepakbola Indonesia.

Tips Memilih Sepeda Bagi Pemula

Tue, 07 July 2020
Beberapa pesepeda terlihat berkendara di jalan raya

Pandemi COVID-19 ini justru membuat masyarakat kembali menggemari hobi bersepeda. Mulai dari usia dewasa hingga anak-anak, semua pergi bersepeda. Nah, kalau lo termasuk orang yang baru mulai mencintai hobi bersepeda, ini beberapa tips supaya lo nggak salah dalam memilih sepeda. Biar nggak rugi waktu dan rugi duit juga, Bro!

 

Sesuaikan Jenis Sepeda

Seorang pria sedang melihat beberapa pilihan sepeda

Sepeda itu memiliki banyak jenisnya, jadi pilih yang paling sesuai dengan kondisi lo. Salah satu jenis sepeda yang paling populer adalah mountain bike (sepeda gunung). Sepeda jenis ini dirancang untuk medan berat yang jalannya terbuat dari tanah atau batu-batu alam, termasuk jalur-jalur yang curam dan berbahaya.

Ada juga sepeda jenis lainnya seperti road bike yang cocok dipakai untuk berkendara di jalan-jalan beraspal kota besar, atau hybrid bike yang levelnya berada di antara mountain bike dan road bike; nggak lebih cepat dari road bike dan nggak lebih tangguh dari mountain bike. Hybrid bike biasanya dipakai hanya untuk olahraga ringan saja.

 

Cek Budget

Seseorang sedang memegang kartu kredit

Harga sepeda nggak bisa dibilang murah, apalagi kalau lo berniat membeli sepeda dengan merk-merk seperti Giant, GT Bikes, atau Santa Cruz Harga sepeda juga tergantung dengan jenis sepedanya. Sepeda gunung atau mountain bike tadi misalnya, harganya jauh lebih mahal daripada road bike.

Ini sebabnya setelah lo tahu mau cari sepeda seperti apa untuk tujuan seperti apa, lo harus cek budget lo. Pertimbangkan kelebihan dari beberapa pilihan sepeda. Lo juga bisa mempertimbangkan untuk membeli sepeda merek lokal dengan harga yang jauh lebih terjangkau, beberapa di antaranya adalah Wimcycle, Polygon, United, atau Pacific Avenger.

 

Pilih Ukuran yang Pas

Seorang pria sedang mengendarai sepeda

Kalau lo “anak baru” yang baru mau membeli sepeda, disarankan untuk datang langsung ke tokonya. Sepeda juga memiliki ukuran yang berbeda-beda, jadi lo bisa mengukur mana yang paling pas dengan postur tubuh lo. Dengan begini, lo bakal lebih nyaman selama bersepeda dengan sepeda baru lo nanti. Bersepeda dengan ukuran yang nggak pas justru akan membuat badan pegal-pegal setelah selesai bersepeda. Tujuan awalnya yang ingin punya aktivitas olahraga yang bikin tubuh bugar malah jadi bikin badan kesakitan.

 

Siapkan Ruang Penyimpanan

Sebuah garasi di rumah lengkap dengan set penyimpanan sepeda

Hal ini juga sering banget dilupakan pemula, padahal ini salah satu yang terpenting: sudahkah lo menyiapkan ruangan untuk menyimpan sepeda lo nantinya? Sepeda harus lo simpan di tempat yang nggak berpotensi membuat sepeda lo berkarat, apalagi kalau lo nggak setiap hari memakai sepeda.

Kalau lo ada garasi, akan lebih baik. Tapi kalau lo nggak punya garasi atau ruangan yang luas untuk penyimpanan, lo bisa mempertimbangkan untuk memilih sepeda lipat. Intinya ruang yang bagus untuk menyimpan sepeda adalah yang kering, lembap, dan cukup luas untuk bodi sepeda itu sendiri.

Terakhir, saat lo akhirnya sudah punya sepeda sendiri, pastikan lo paham etika bersepeda di jalan. Tetap patuhi rambu lalu lintas, termasuk juga menghargai sesama pengendara lain. Saat bersepeda di jalan raya, ambil sisi tepian jalan untuk bersepeda. Kalau lo lagi bersepeda beramai-ramai dengan teman-teman lo, sebaiknya berkendara dengan sistem berbaris ke belakang, nggak ke samping. Jadi masih ada ruang tersisa untuk pengendara kendaraan bermotor yang bergerak lebih cepat.

 

 

Sources: TirtoID, Rodalink, CNN Indonesia