• Sport
  • Profil Shin Tae Yong, Harapan Baru Tim Nasional Indonesia

Profil Shin Tae Yong, Harapan Baru Tim Nasional Indonesia

Tue, 31 December 2020
peresmian Shin Tae Yong menjadi pelatih Indonesia

Sabtu, 28 Desember 2019, PSSI resmi mengumumkan pelatih baru untuk tim nasional Indonesia yang kali ini akan diarsiteki langsung oleh Shin Tae Yong. Para pencinta sepak bola tanah air sudah sangat nggak sabar menunggu kabar ini. Gimana nggak, publik sudah dibuat kecewa semenjak penampilan buruk timnas di bawah asuhan Simon McMenemy. Berbagai rekor kekalahan baru justru tercipta di masa McMenemy.

Shin Tae Yong adalah jawaban yang cukup mengejutkan dari PSSI, sebab pelatih yang satu ini diketahui memiliki gaji yang sangat fantastis. Namun hal tersebut sebanding dengan segudang prestasi yang dimilikinya, berikut profil lengkap Shin Tae Yong.

 

Sang Penakluk Juara Dunia

Shin Tae Yong World Cup 2018

Nama Shin Tae Yong menjadi sorotan dunia sejak ia berhasil membawa Korea Selatan ke Piala Dunia dan menaklukkan Jerman sebagai juara bertahan. Hasil pertandingan 2-0 itu membawa namanya menjadi perbincangan dunia. Sebab Jerman sebagai juara bertahan juga diyakini bisa kembali juara pada tahun tersebut. Ternyata prediksi Jerman akan kembali menyabet juara dipatahkan dengan mudah oleh Shin Tae Yong. Walau pun pada akhirnya Korea Selatan juga tak mampu menyelesaikan Piala Dunia 2018 dengan cemerlang.     

 

Juara Liga Champion Asia

Shin Tae Yong Liga Champion Asia

Prestasi Shin Tae Yong membawa Korea Selatan ke Piala Dunia 2018 lalu dan mengalahkan sang juara bertahan nggak luput dari poin yang satu ini. Sebelum resmi ditunjuk sebagai pelatih timnas Korea Selatan, Tae Yong berhasil membawa Seongnam FC menjadi juara Liga Champion Asia. Ia juga merupakan legenda dari klub tersebut.   

 

Harapan Baru Timnas

Peresmian Shin Tae Yong jadi pelatih Indonesia

Berbekal prestasinya yang mentereng, publik pencinta sepak bola Indonesia pastinya menaruh harapan besar kepada Shin Tae Yong. Ia menyatakan akan berfokus mengoptimalkan potensi pemain-pemain muda Indonesia, yang menurutnya memiliki keunggulan tersendiri dalam perkara speed atau kecepatan di lapangan.

 

Diresmikannya Tae Yong tentunya menjadi angin segar bagi persepakbolaan Indonesia khususnya tim nasional, sebab ia juga mempunyai track record yang baik dalam mengelola pemain muda. Yuk, kita dukung penuh Shin Tae Yong agar bisa melakukan yang terbaik untuk kemajuan sepak bola Indonesia.

 

Source: CNN Indonesia

Bukti Sepeda Lebih dari Hobi di Tangan Seorang Hendi Rachmat

Tue, 11 August 2020
Hendi Rachmat mengenakan kaos hitam dan topi merah memegang sepeda

Olahraga sepeda kembali menjadi tren di Indonesia setelah selama 10 tahun cukup ditinggalkan. Selain karena pandemi COVID-19, yang membuat semua orang lebih baik berolahraga secara individu dan sepeda adalah olahraga yang cocok, masyarakat ibu kota juga mulai menggunakan sepeda sebagai transportasi alternatif untuk menembus kemacetan yang semakin parah.

Sama seperti Hendi Rachmat, alumni Universitas Nusantara yang cintanya terhadap sepeda nggak pernah mati. Berbeda dari kebanyakan orang, Hendi sukses mentransformasikan olahraga sepeda menjadi jasa pengiriman terintegrasi di Indonesia.

 

Jatuh Bangun Mencintai Sepeda

 Tiga orang kurir mengayuh sepeda sambil membawa tas dan mengenakan helm

Tren sepeda fixie yang berlangsung di era 2010-an membuat banyak orang yang bersepeda di sepanjang jalan di Kota Jakarta, mulai dari pagi, lalu lanjut lagi ke sore hari. Ini juga yang jadi keseharian Hendi Rachmat, pencinta sepeda fixie yang akhirnya membuka toko perlengkapan sepeda fixie.

Toko yang diberi nama Westbike ini awalnya ramai pengunjung, bahkan bisa dibilang sebagai pusat komunitas pencinta sepeda fixie di Jakarta. Namun sama seperti tren pada umumnya, pengunjung pun mulai berkurang seiring pudarnya tren sepeda fixie. Namun, Hendi nggak membiarkan rasa cintanya terhadap sepeda fixie lenyap begitu saja.

Dari keterpurukannya, Hendi langsung membuka search engine Google dan menemukan fenomena bike messenger di kota-kota besar di dunia. Dari sinilah Hendi memulai survei untuk mendata preferensi penjual dan pembeli. Dari survei tersebut ia menemukan kalau jam 9 pagi sampai 7 malam adalah primetime pengiriman barang instan dan pembeli hanya mau menunggu maksimal 3 jam untuk menerima barang tersebut.

 

Nggak Mau Ketinggalan Zaman

Hendi Rachmat bersama Duenno Ludissa berpose di depan sebuah gerbang toko

Berangkat dari data yang sudah Hendi miliki, semakin mantap pula niatnya untuk mengembangkan toko perlengkapan sepedanya menjadi bisnis bike messenger pertama di Indonesia. Takdir pun mempertemukan kembali Hendi dengan temannya ketika kos saat kuliah dulu, Duenno Ludissa, yang baru saja lulus dari program MBA di Swiss German University. Bersama Duenno, Hendi membentuk Westbike Messenger Service (WMS) di tahun 2013.

Bersama, mereka juga mendapatkan suntikan semangat dari film “Premium Rush” yang dibintangi Joseph Gordon-Levitt. “Film itu memompa semangat. Kepada saya, Hendi lantas minta bantuan agar dipikirkan sisi bisnis agar fixie tetap hidup dan berkembang,” ujar Duenno. Kegigihan Hendi dalam merintis WMS ini serta merta karena ia nggak mau hobi sepedanya tergerus zaman.

Media transportasi kurir boleh saja tradisional, tetapi Hendi memutuskan untuk menerima order sepenuhnya secara online melalui website. Promosi juga dilakukan lewat media sosial Instagram untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan, khususnya para generasi milenial yang semakin gemar menerapkan hidup environmentally friendly.

 

 

Visi Go Green Jadi Motor Bisnis

Seorang kurir sepeda mengenakan helm dan kacamata tengah mengayuh sepeda sambil membawa tas dan secarik kertas

Meski diterpa dengan banyaknya saingan kurir bermotor, WMS tetap bertahan hingga sekarang. Menurut Hendi, kuncinya ada pada visi go green yang selalu diprioritaskan WMS. Selain karena kemampuan menyalip yang hanya dimiliki oleh sepeda, para kurir sepeda juga lebih mudah untuk memasuki kompleks gedung perkantoran yang punya peraturan ketat perihal kurir berseragam.

Masalah ketepatan waktu, nggak pernah melebihi 2 jam. WMS sendiri sudah pernah menangani kasus pengantaran dari Jakarta Selatan ke Jakarta Utara, literally dari ujung ke ujung. Motto “Support Our Movement for Better Jakarta” yang pernah diusung WMS juga menjadikan banyak pelanggan yang tetap loyal dengan bike messenger service ini, khususnya perusahaan yang memiliki program CSR serta pebisnis yang bergerak di bidang health dan produk sustainable.

“Kami kurir sepeda membawa misi pekerjaan yang ramah lingkungan,” begitu ungkapan dari Hendi. Pada akhirnya, hobi sepeda yang begitu dicintai Hendi ini melahirkan sebuah bisnis maju dan juga Indonesia Bike Messenger Association yang sudah menghimpuni lebih dari 200 orang di 25 kota Indonesia.

Hebatnya lagi, WMS sangat mendukung pengasahan kompetensi para kurir, mulai dari mengikuti ajang kompetisi di luar negeri sampai pelatihan bisnis untuk menjual produk aksesoris sepeda. Tujuannya, tentu saja untuk mempertahankan industri sepeda tetap bertahan di era revolusi industri 4.0.

 

 

Sources: Kompas, Republika, Antara News, Gatra.