• Techno
  • TV Dengan Layar Fleksibel

TV Dengan Layar Fleksibel

Thu, 18 June 2015

Siap-siap ucapkan “selamat tinggal” kepada televisi-televisi yang tebal dan berat. Saat ini, para produsen televisi semakin gencar meluncurkan berbagai inovasi baru. Tujuan mereka adalah menciptakan televisi yang semakin tipis, semakin praktis, dan memiliki tampilan yang semakin jernih.

Berbicara tentang inovasi dalam dunia pertelevisian, LG selaku perusahaan elektronik raksasa ini baru aja mengguncang sebuah press event di tanah asalnya, Korea Selatan.

Dengan bangga, LG Display mengumumkan konsep inovasi terbesarnya, yaitu OLED TV yang bisa menempel di dinding. OLED TV ini tergolong cukup besar dengan ukuran 55 inchi, namun memiliki bobot yang sangat ringan (1,9 kilogram) dan luar biasa tipis (hanya kurang dari satu milimeter)!

Agar bisa menempel di dinding, OLED TV dari LG Display hanya membutuhkan selembar magnet besar di belakangnya. Tinggal rekatkan OLED TV pada lembar magnet tersebut, maka OLED TV pun udah siap digunakan.

OLED sendiri merupakan semikonduktor pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik. Teknologi ini memungkinkan suatu layar televisi menjadi sangat tipis dan bisa melengkung. Selain itu, OLED juga memancarkan cahaya sendiri, sehingga dapat meningkatkan kualitas gambar, terutama dalam hal kejernihan, ketajaman, dan kekontrasan warna. Hal ini yang membuat tampilan gambar dari OLED TV terlihat begitu nyata dibanding jenis layar televisi lainnya.

Menurut head of LG Display’s OLED business unit, Sang-Deog Yeo, OLED merepresentasikan sebuah inovasi teknologi yang bisa menjadi “the next frontier”. LG Display juga yakin kalau OLED adalah teknologi display yang bakal ada di semua produk di masa yang akan mendatang. Keyakinan Sang-Deog Yeo dan LG Display itu juga diperkuat dengan pernyataan dari Ching W. Tang yang mengungkapkan bahwa penggunaan OLED mampu melebihi jumlah LCD pada suatu hari nanti.

Walau udah tampak meyakinkan dengan keunggulan OLED yang dimilikinya, namun masih belum ada kepastian kapan konsep “wallpaper” OLED TV dari LG Display ini akan benar-benar terealisasi. Kalau pun konsep OLED TV berspesifikasi serba “ultra” ini bisa terwujud, jangan bayangkan bisa mendapatkannya dengan harga yang murah. Quality sets the price, dude.

Source : www.cnet.com, theverge.com 

Tentang OLED
OLED adalah singkatan dari “Organic Light-Emitting Diode”. Biasanya, OLED dimanfaatkan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor.

The Father of OLED
Julukan “the father of OLED” dimiliki oleh Ching W. Tang, , seorang profesor di University of Rochester, New York. Hal ini dikarenakan Ching W. Tang berhasil menjadi penemu OLED pertama di tahun 1979.

Harga Tinggi
Berkat keunggulannya, produk dengan dukungan dari OLED selalu memiliki harga jual yang tinggi. Untuk sekedar bayangan, LG 4K OLED TV berukuran 65 inchi aja sampai dibanderol dengan harga $9,000!

Getting Better Job With Style in LinkedIn: Ini Etika Pakai LinkedIn, Bro!

Wed, 23 September 2020
Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Sosial media yang satu ini jelas lo sudah pasti tahu semua. Tidak hanya digunakan buat cari atensi saja, tapi juga bisa digunakan sebagai ‘CV’ diri lo sendiri, LinkedIn jadi sosial media yang mesti digunakan secara bijak.

Sebenarnya tidak hanya LinkedIn saja, sih – semua sosial media lo mesti digunakan dengan bijak. Kalau tidak, tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang nantinya mesti lo terima. Lalu kenapa LinkedIn bisa dikatakan sebagai ‘CV’ dari diri lo sendiri?

 

Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Credit Image: betanews.com

Pasalnya LinkedIn adalah sosial media yang bisa dibuat untuk mencari pekerjaan. Hal ini terkait dengan memang banyak perusahaan besar yang mencari bibit unggul calon pekerja mereka dari LinkedIn. Maka dari itu, ‘CV’ lo ini mesti terlihat professional, nih!

Oleh karena itu ada beberapa etika yang mesti lo perhatikan dan lo kulik lebih dalam supaya makin paham bagaimana cara pakai LinkedIn dengan tujuan getting better job in style! Buat lo yang sudah penasaran, sila simak bahasan kali ini untuk selengkapnya, ya!

 

Pasang Foto yang Benar, Jangan yang Alay

LinkedIn sendiri dikenal sebagai sosial media yang menyerupai jaringan bisnis professional yang sangat besar. Kemungkinan diri lo bertemu dengan bos-bos besar sangatlah besar di LinkedIn. Oleh karena itu, etika pertama yang bisa lo terapkan adalah pasang foto yang benar dan jangan yang alay.

Kalau di sosial media yang lain, mungkin memasang foto alay atau memasang foto-foto yang tidak terlihat professional adalah sah-sah saja karena memang tujuannya mau lucu-lucuan atau getting attention. Tapi di LinkedIn, lo tidak bisa seperti itu kalau memang tujuannya lo mau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pastikan lo memasang foto yang professional, seperti foto dengan background yang berwarna solid. Pose foto yang tidak aneh-aneh, dan tentunya mesti terlihat professional. Dan pastikan wajah lo menghadap ke kamera dengan tatapan siap mendapatkan masa depan yang lebih baik.

 

Bikin Konten dan Posting Secara Teratur

Biar di notice sama mereka yang mencari pegawai teladan seperti diri lo ini, di LinkedIn lo juga bisa buat konten dan posting secara teratur. Bukan karena algoritma sosial media yang mesti membuat lo rajin bikin konten, di LinkedIn, lo akan dianggap memiliki kredibilitas yang baik.

Artikel apa yang mudah dibuat? Direkomendasikan adalah konten artikel. Lo bisa bercerita di artikel tersebut, bisa bercerita tentang bagaimana profesionalisme bisa dibangun, bagaimana bisa bertahan di berbagai tekanan pekerjaan, dan masih banyak lainnya.

 

Etika Saling Berbalas Pesan

Satu hal yang bisa lo perhatikan dan terapkan dengan baik adalah etika saat saling berbalas pesan dari LinkedIn. LinkedIn punya fitur di mana lo bisa saling berbalas pesan secara professional. Tapi ada satu hal yang perlu lo perhatikan dan terapkan dengan baik.

Pastikan lo membalas pesan masuk paling lambat satu sampai dua hari dari pesan tersebut diterima. Jika sudah lewat dari dua hari, sepertinya lo sudah melewatkan kesempatan tersebut.

 

Tidak Perlu Dikunci

Sama seperti akun sosial media lainnya yang bisa di private atau dikunci – tapi kalau di LinkedIn, lebih baik tidak usah lo kunci karena ini malah akan menghalangi para talent hunter melihat profile dan menghubungi diri lo sendiri.

Oleh karena itu, pastikan tidak usah lo kunci, ya. Karena percuma juga kalau lo sudah buat profile yang baik, bagus dan professional tapi malah lo kunci dan jadi tidak bisa dilihat dan dihubungi oleh mereka yang membutuhkan diri lo.

 

No Toxic Vibe

Even maksud diri lo bercanda – tapi di LinkedIn harusnya tidak ada lagi komentar-komentar negatif atau bahkan bertengkar di kolom komentar tersebut. Hal ini jika dilihat dari mereka yang tadinya membutuhkan bantuan lo di perusahaannya, akan mundur melihat hal toxic seperti itu karena dinilai kredibilitas lo kecil.

Menghindari hal-hal seperti itu, pastikan lo tidak melakukan hal-hal buruk apalagi sampai meninggalkan komentar-komentar negatif di kolom komentar teman atau orang lain ya!

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai penjelasan di atas – sepertinya sudah cukup jelas bagaimana diri lo mesti behave kalau di LinkedIn. Jika semuanya sudah jelas, pastikan bisa lo terapkan dengan baik ya!

 

Feature Image – socialmediaexplorer.com