• Techno
  • Apple Store Sekarang Hanya Bernama Apple

Apple Store Sekarang Hanya Bernama Apple

Thu, 01 September 2016

Apple Store, tempat lo bisa belanja barang-barang pabrikan Apple Inc. ini beberapa waktu yang lalu mengumumkan bahwa mereka ganti nama menjadi Apple. Jangan kaget, mereka memang hanya menghapus kata “Store” setelahnya. Nggak penting? Setidaknya seperti itu yang dibilang banyak orang. Namun, hal ini justru membuat seseorang lebih mudah mengingat nama tempat.

 

Pangkas nama

Pertengahan Agustus lalu, Apple menyederhanakan nama toko retail mereka dengan menghilangkan kata “Store” dari Apple Store. Mulai sekarang hingga nanti, toko resmi milik Apple Inc. ini hanya bernama “Apple” diikuti dengan lokasi toko yang menunjukkan toko tertentu.

Misalnya, Apple Store yang baru saja dibuka di kawasan World Trade Center (tepatnya di dalam Oculus Westfield Mall, Manhattan) nantinya akan bernama Apple World Trade Center. Gerai ini merupakan gerai ke 10 yang ada di New York City saja. Satu hal yang nggak berubah, para pegawai masih menyambut pembeli pertama dengan tepuk tangan meriah dan memberinya kaus gratis sebagai tanda pembukaan pertama toko tersebut.

Mungkin lo akan berpendapat bahwa hal ini adalah hal terbodoh yang pernah Apple lakukan. Pada dasarnya memang sedikit bodoh. Namun, Apple bersikeras bahwa perusahaan mereka harus menyebutkan lokasi ritel mereka agar calon pembeli tahu dimana pembeli bisa mendapatkan produk-produk Apple.

 

Ingin jadi lebih kasual

Saat ini, setiap toko bakal dilengkapi dengan video screen 6K, tanaman hijau yang tumbuh subur, hingga lokasi duduk sederhana dimana pembeli dapat duduk dan bercengkrama di sana. Kalau lo mau sih, lo bisa nongkrong di toko Apple lama-lama tanpa ada yang mengusir.

Perubahan ini dicetuskan oleh Angela Ahrendts, Senior VP dari retail Apple. Toko mereka harus jadi satu dengan komunitas mereka, begitu Ahrendts berasumsi tentang ide ini. Rebranding ini juga diterapkan pada setiap website retail Apple, meskipun mereka harus mengganti nama retail lebih panjang dari biasanya.

Lantas, apakah penggantian nama ini bakal berhasil menjaring lebih banyak pengguna Apple? Apapun strateginya, yang jelas Apple tahu bagaimana harus bertindak dan berinovasi agar nggak ketinggalan dari para kompetitor.

 

Source: theverge.com

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys