Home Techno Alibaba Pecah Rekor Penjualan Online Di Singles Day

Alibaba Pecah Rekor Penjualan Online Di Singles Day

Tuesday, November 22, 2016 - 17:46
Bagikan
Facebook Twitter Email

Lo pasti tahu perayaan Singles Day kan? Perayaan yang diadakan setiap tanggal 11 November ini membuka kesempatan bagi para lajang untuk membuktikan bahwa mereka juga bisa senang tanpa pasangan. Menariknya, di Singles Day tahun ini, yang senang justru Alibaba. E-commerce saingan Amazon ini meraup untung hingga 17,8 miliar dolar hanya dalam satu hari saja. Pencapaian ini bahkan mengalahkan rekor mereka sendiri di tahun lalu.

 

Mengalahkan rekor tahun lalu

Alibaba minggu lalu benar-benar merasa di atas angin. Penjualan online mereka pecah rekor hingga menembus angka 17,8 miliar dolar atau setara dengan lebih dari 200 triliun rupiah. Angka ini hanya didapatkan dalam waktu satu hari saja, yakni pada peringatan Singles Day yang diadakan tanggal 11 November kemarin. Pencapaian ini bahkan mengalahkan rekor penjualan di masa Black Friday bahkan mengalahkan rekor mereka sendiri di tahun 2015 lalu.

Alibaba melaporkan bahwa produk-produk yang paling bersinar di Singles Day adalah produk dari Apple, Nike, dan Siemens. Produk-produk dengan brand tersebut bahkan banyak dipesan di jam-jam awal Singles Day. Merk asli Tiongkok pun nggak kalah gemilang. Produk-produk perabotan rumah tangga dari Haier dan Midea misalnya, menjadi buruan para lajang. Selain itu, pabrikan smartphone Meizu juga nggak ketinggalan hype.

 

Sejak 2009

Pencapaian Alibaba sendiri dikarenakan kebiasaan para lajang di Tiongkok yang sering membeli kado untuk mereka sendiri di perayaan Singles Day ini. Selain itu, perayaan Singles Day juga disemarakkan dengan berbagai pesta dan konser berskala nasional.

Alibaba sendiri mulai menggunakan perayaan ini sejak tahun 2009 lalu. Mereka memanfaatkan diskon besar-besaran di platform e-commerce mereka untuk mendorong penjualan di masa-masa sepi pembeli menjelang musim Tahun Baru Imlek.

Singles Day merupakan gerakan anti Hari Valentine yang mendukung para lajang untuk membeli kado buat mereka sendiri. Perayaan ini diadakan sejak era 90an oleh para muda-mudi Tiongkok yang masih melajang dan tidak suka dengan Hari Valentine.  Apa aja deh, asalkan happy. Bener nggak, Urbaners?

 

Source: cnbc.com, mashable.com