• Techno
  • Alibaba Pecah Rekor Penjualan Online Di Singles Day

Alibaba Pecah Rekor Penjualan Online Di Singles Day

Tue, 22 November 2016

Lo pasti tahu perayaan Singles Day kan? Perayaan yang diadakan setiap tanggal 11 November ini membuka kesempatan bagi para lajang untuk membuktikan bahwa mereka juga bisa senang tanpa pasangan. Menariknya, di Singles Day tahun ini, yang senang justru Alibaba. E-commerce saingan Amazon ini meraup untung hingga 17,8 miliar dolar hanya dalam satu hari saja. Pencapaian ini bahkan mengalahkan rekor mereka sendiri di tahun lalu.

 

Mengalahkan rekor tahun lalu

Alibaba minggu lalu benar-benar merasa di atas angin. Penjualan online mereka pecah rekor hingga menembus angka 17,8 miliar dolar atau setara dengan lebih dari 200 triliun rupiah. Angka ini hanya didapatkan dalam waktu satu hari saja, yakni pada peringatan Singles Day yang diadakan tanggal 11 November kemarin. Pencapaian ini bahkan mengalahkan rekor penjualan di masa Black Friday bahkan mengalahkan rekor mereka sendiri di tahun 2015 lalu.

Alibaba melaporkan bahwa produk-produk yang paling bersinar di Singles Day adalah produk dari Apple, Nike, dan Siemens. Produk-produk dengan brand tersebut bahkan banyak dipesan di jam-jam awal Singles Day. Merk asli Tiongkok pun nggak kalah gemilang. Produk-produk perabotan rumah tangga dari Haier dan Midea misalnya, menjadi buruan para lajang. Selain itu, pabrikan smartphone Meizu juga nggak ketinggalan hype.

 

Sejak 2009

Pencapaian Alibaba sendiri dikarenakan kebiasaan para lajang di Tiongkok yang sering membeli kado untuk mereka sendiri di perayaan Singles Day ini. Selain itu, perayaan Singles Day juga disemarakkan dengan berbagai pesta dan konser berskala nasional.

Alibaba sendiri mulai menggunakan perayaan ini sejak tahun 2009 lalu. Mereka memanfaatkan diskon besar-besaran di platform e-commerce mereka untuk mendorong penjualan di masa-masa sepi pembeli menjelang musim Tahun Baru Imlek.

Singles Day merupakan gerakan anti Hari Valentine yang mendukung para lajang untuk membeli kado buat mereka sendiri. Perayaan ini diadakan sejak era 90an oleh para muda-mudi Tiongkok yang masih melajang dan tidak suka dengan Hari Valentine.  Apa aja deh, asalkan happy. Bener nggak, Urbaners?

 

Source: cnbc.com, mashable.com

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id