• Techno
  • Waspada! Malware Ini Curi Data Rahasia Pengguna Android

Waspada! Malware Ini Curi Data Rahasia Pengguna Android

Tue, 29 August 2017

Mulai dari kebutuhan komunikasi, profesional, hingga hiburan bisa dipenuhi oleh smartphone Android. Maka jangan heran apabila pengguna ponsel pintar Android terus meningkat dari tahun ke tahunnya.

Pasar aplikasi mobile pun terus berkembang dan menawarkan lebih banyak layanan yang menyimpan data rahasia mengenai keuangan yang memerlukan informasi mengenai kartu perbankan milik pengguna.

Terpasang di jutaan perangkat Android di seluruh dunia telah membuat aplikasi ini menjadi sasaran menarik bagi penjahat siber dengan cara memperluas fungsi malware mobile banking secara signifikan.

Berdasarkan informasi yang dirilis perusahaan antivirus Kaspersky, malware jahat tersebut memiliki nama “Faketoken”. Kabar buruknya lagi adalah program Faketoken telah terpasang di Google Play Store sejak setahun terakhir.

Malware ini berkembang menjadi sesuatu yang mengerikan. Saat menginfeksi perangkat Android, malware ini merekam seluruh panggilan telepon, mencegat pesan teks, dan mencuri data dari berbagai aplikasi yang terpasang termasuk aplikasi perbankan.

Namun yang paling mengerikan, Urbaners mungkin tidak sadar kalau sudah mengaktifkan malware tersebut di perangkat Android yang sedang digunakan.

"Saat trojan ini aktif, ia akan menyembunyikan ikon shortcut-nya dan mulai memantau semua panggilan dan aplikasi mana yang digunakan," demikian pernyataan dari Kaspersky.

Namun, berdasarkan penelitian Kaspersky Lab, para penjahat siber menargetkan layanan taksi dan ridesharing internasional paling populer dengan malware ini. Trojan mencuri semua pesan SMS yang masuk dengan mengarahkan mereka ke server command and control (C&C).

Hal ini memungkinkan penjahat siber mendapatkan akses ke kata sandi verifikasi satu kali yang dikirim oleh bank atau pesan lain yang dikirim oleh layanan taksi dan ridesharing.

"Fakta bahwa penjahat siber telah memperluas aktivitas mereka dari aplikasi keuangan ke area lain, termasuk layanan taksi dan ridesharing, berarti pengembang layanan ini mungkin ingin lebih memperhatikan perlindungan pengguna mereka," ujar Viktor Chebyshev, pakar keamanan di Kaspersky Lab.

https://threats.kaspersky.com/en/wp-content/uploads/sites/2/2016/04/fak…

Tahun lalu, Kaspersky Lab melaporkan modifikasi Faketoken yang menyerang lebih dari 2.000 aplikasi keuangan di seluruh dunia dengan menyamarkan dirinya menjadi berbagai program dan permainan.

Meski saat ini Faketoken baru menargetkan pengguna Android di Rusia, tidak menutup kemungkinan pembuat malware tersebut akan memperluas peredaran ke negara lain di dunia.

Pastinya, keamanan merupakan hal terpenting yang menjadi perhatian para pengguna ponsel pintar. Bukan hanya komputer saja. Jadi, untuk Urbaners pengguna Android, disarankan untuk ekstra hati-hati.

 

 

Source: Rilweb.com 

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys