• Techno
  • Akhirnya, Dropbox Bakal Kolaborasi dengan Google

Akhirnya, Dropbox Bakal Kolaborasi dengan Google

Mon, 12 March 2018
Akhirnya, Dropbox Bakal Kolaborasi dengan Google

Urbaners, buat lo yang selama ini bingung mau pakai Dropbox atau Google, mulai sekarang bisa lebih tenang. Pasalnya, setelah sekian lama menjadi kompetitior, Dropbox baru-baru ini dikabarkan berencana untuk bisa terhubung dengan G Suite yang bertujuan demi memberikan “Rumah yang lebih baik untuk bekerja” bagi para seluruh penggunanya. Seperti apa ya kolaborasi hebat antara Dropbox dan Google ini?

 

Konten terpusat

Dengan kolaborasi ini nantinya pengguna yang melakukan aktivitas via Dropbox, bisa menyimpan dokumen Google Docs, Sheets, dan Slides secara langsung ke akun Dropbox mereka. Sebaliknya, pengguna G Suite juga bisa membuat, membuka, mengedit, menyimpan, serta membagikan Google Docs, Sheets, dan Slides secara langsung lewat Dropbox. Kemudahan ini tentu sudah lama dinantikan hampir sebagian besar pengguna kedua layanan ini.

 

Kolaborasi tetap berjalan aman

Urbaners, lo nggak perlu khawatir terjadinya kebocoran data-data penting pada pihak yang tidak berwenang. Pasalnya, di dalam kolaborasi antara Dropbox dengan Google ini hanya Admin akun Dropbox Business yang bisa mengelola Google Docs, Sheets, dan Slides seperti beragam konten lainnya yang ada di Dropbox.

 

Layanan terintegrasi

Setelah memutuskan untuk berkolaborasi dengan Google, maka sebagai pengguna lo bisa memilih dokumen dari akun Dropbox dan mengirim tautan secara langsung ke Gmail dan Google Hangouts Chat. Adanya fitur Add-on di Gmail juga bakal memberi kemudahan untuk mengedit dokumen dan melihat data terakhir akses dokumen. Menariknya, Google Hangouts Chat bakal menghadirkan mode preview dokumen dan lo tetap bisa melakukan obrolan.

 

Bakal rilis resmi akhir 2018

Berdasarkan hasil wawancara Tech Crunch dengan Vice President of Engineering Dropbox, Tony Lee, layanan kemitraan antara dua raksasa penyimpanan file-file penting ini bakal rilis secara resmi di akhir tahun 2018 mendatang. Sampai saat ini masih terus dilakukan upaya pengembangan sistem demi kenyamanan pengguna nantinya.

Tentu saja kolaborasi ini dilakukan setelah kedua perusahaan Silicon Valley ini menyadari bahwa meningkatnya jumlah perusahaan menggunakan G Suite untuk pekerjaan bisnis mereka, yang berarti semakin banyak dokumen Google beredar, sedangkan Dropbox banyak dipakai untuk mengelola file dan juga untuk kolaborasi tim.

 

Kalau boleh tahu nih, sebelum kedua perusahaan ini berkolaborasi lo ada di tim mana, apakah Dropbox atau Google? Pastinya ini adalah kolaborasi yang sudah lama ditunggu-tunggu baik bagi pengguna Dropbox ataupun Google sendiri. Kita tunggu saja ya tanggal peluncurannya!

 

Source: engadget.com

Getting Better Job With Style in LinkedIn: Ini Etika Pakai LinkedIn, Bro!

Wed, 23 September 2020
Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Sosial media yang satu ini jelas lo sudah pasti tahu semua. Tidak hanya digunakan buat cari atensi saja, tapi juga bisa digunakan sebagai ‘CV’ diri lo sendiri, LinkedIn jadi sosial media yang mesti digunakan secara bijak.

Sebenarnya tidak hanya LinkedIn saja, sih – semua sosial media lo mesti digunakan dengan bijak. Kalau tidak, tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang nantinya mesti lo terima. Lalu kenapa LinkedIn bisa dikatakan sebagai ‘CV’ dari diri lo sendiri?

 

Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Credit Image: betanews.com

Pasalnya LinkedIn adalah sosial media yang bisa dibuat untuk mencari pekerjaan. Hal ini terkait dengan memang banyak perusahaan besar yang mencari bibit unggul calon pekerja mereka dari LinkedIn. Maka dari itu, ‘CV’ lo ini mesti terlihat professional, nih!

Oleh karena itu ada beberapa etika yang mesti lo perhatikan dan lo kulik lebih dalam supaya makin paham bagaimana cara pakai LinkedIn dengan tujuan getting better job in style! Buat lo yang sudah penasaran, sila simak bahasan kali ini untuk selengkapnya, ya!

 

Pasang Foto yang Benar, Jangan yang Alay

LinkedIn sendiri dikenal sebagai sosial media yang menyerupai jaringan bisnis professional yang sangat besar. Kemungkinan diri lo bertemu dengan bos-bos besar sangatlah besar di LinkedIn. Oleh karena itu, etika pertama yang bisa lo terapkan adalah pasang foto yang benar dan jangan yang alay.

Kalau di sosial media yang lain, mungkin memasang foto alay atau memasang foto-foto yang tidak terlihat professional adalah sah-sah saja karena memang tujuannya mau lucu-lucuan atau getting attention. Tapi di LinkedIn, lo tidak bisa seperti itu kalau memang tujuannya lo mau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pastikan lo memasang foto yang professional, seperti foto dengan background yang berwarna solid. Pose foto yang tidak aneh-aneh, dan tentunya mesti terlihat professional. Dan pastikan wajah lo menghadap ke kamera dengan tatapan siap mendapatkan masa depan yang lebih baik.

 

Bikin Konten dan Posting Secara Teratur

Biar di notice sama mereka yang mencari pegawai teladan seperti diri lo ini, di LinkedIn lo juga bisa buat konten dan posting secara teratur. Bukan karena algoritma sosial media yang mesti membuat lo rajin bikin konten, di LinkedIn, lo akan dianggap memiliki kredibilitas yang baik.

Artikel apa yang mudah dibuat? Direkomendasikan adalah konten artikel. Lo bisa bercerita di artikel tersebut, bisa bercerita tentang bagaimana profesionalisme bisa dibangun, bagaimana bisa bertahan di berbagai tekanan pekerjaan, dan masih banyak lainnya.

 

Etika Saling Berbalas Pesan

Satu hal yang bisa lo perhatikan dan terapkan dengan baik adalah etika saat saling berbalas pesan dari LinkedIn. LinkedIn punya fitur di mana lo bisa saling berbalas pesan secara professional. Tapi ada satu hal yang perlu lo perhatikan dan terapkan dengan baik.

Pastikan lo membalas pesan masuk paling lambat satu sampai dua hari dari pesan tersebut diterima. Jika sudah lewat dari dua hari, sepertinya lo sudah melewatkan kesempatan tersebut.

 

Tidak Perlu Dikunci

Sama seperti akun sosial media lainnya yang bisa di private atau dikunci – tapi kalau di LinkedIn, lebih baik tidak usah lo kunci karena ini malah akan menghalangi para talent hunter melihat profile dan menghubungi diri lo sendiri.

Oleh karena itu, pastikan tidak usah lo kunci, ya. Karena percuma juga kalau lo sudah buat profile yang baik, bagus dan professional tapi malah lo kunci dan jadi tidak bisa dilihat dan dihubungi oleh mereka yang membutuhkan diri lo.

 

No Toxic Vibe

Even maksud diri lo bercanda – tapi di LinkedIn harusnya tidak ada lagi komentar-komentar negatif atau bahkan bertengkar di kolom komentar tersebut. Hal ini jika dilihat dari mereka yang tadinya membutuhkan bantuan lo di perusahaannya, akan mundur melihat hal toxic seperti itu karena dinilai kredibilitas lo kecil.

Menghindari hal-hal seperti itu, pastikan lo tidak melakukan hal-hal buruk apalagi sampai meninggalkan komentar-komentar negatif di kolom komentar teman atau orang lain ya!

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai penjelasan di atas – sepertinya sudah cukup jelas bagaimana diri lo mesti behave kalau di LinkedIn. Jika semuanya sudah jelas, pastikan bisa lo terapkan dengan baik ya!

 

Feature Image – socialmediaexplorer.com