• Techno
  • Dalam Waktu Dekat, NASA Bakal Ambil Sample dari Asteroid

Dalam Waktu Dekat, NASA Bakal Ambil Sample dari Asteroid

Tue, 27 November 2018
Dalam Waktu Dekat, NASA Bakal Ambil Sample dari Asteroid

Pada tahun 1999, teleskop dari LINEAR Amerika Serikat menangkap sinyal adanya asteroid yang berukuran kurang lebih 500 meter sedang menuju ke bumi dengan nama Bennu. Delapan tahun kemudian pernyataan tersebut direvisi, asteroid Bennu nggak akan menghantam bumi dalam waktu dekat, tetapi mempunyai kemungkinan 1:2,700 akan menghantam bumi antara tahun 2175 sampai 2199.

Entah karena akan menghantam bumi dalam waktu dekat atau ada alasan lain, tetapi NASA berencana akan mendaratkan pesawat luar angkasa di atas Bennu. Nantinya, pesawat NASA ini akan mengeluarkan robot yang mengambil beberapa sample asteroid. Sample tersebut akan dibuat contoh nyata bagaimana sebenarnya permukaan sebuah asteroid atau benda luar angkasa lain. Proyek NASA ini akan dilakukan pada pertengahan tahun 2020.

 

Misi bernama OSIRIS-Rex

Misi bernama OSIRIS-Rex

Halaman msn.com memberikan sedikit penjelasan bagaimana nanti pesawat NASA akan turun ke asteroid. Rencananya yang turun ke asteroid ini bukan pesawat luar angkasanya, Urbaners, tetapi sebuah robot yang akan turun sekitar 3-4 meter di atas permukaan asteroid. Misi yang disebut dengan Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, Security, Regolith Explorer atau disingkat dengan OSIRIS-Rex ini akan mengeluarkan sebuah robot bertangan dengan nama Lockheed Martin.

Selama setahun terakhir, tim dari NASA ini meneliti bagaimana permukaan dari asteroid Bennu. Dari situ mereka memutuskan untuk menggunakan Lockheed Martin yang nantinya akan mengambil sekitar 60 gram material yang ada di asteroid tersebut.

 

Cara kerja Lockheed Martin

Cara kerja Lockheed Martin

Ada hal yang menarik dari misi OSIRIS-Rex dengan robot Lockheed Martin ini, yaitu bagaimana robot bertangan ini mengambil bahan material di asteroid. Penjelasan yang dibuat oleh NASA ini adalah nantinya robot Lockheed Martin akan terbang rendah dan mengeluarkan sebuah benda mirip dengan magnet. Nantinya tangan dari Lockheed Martin ini nggak mengaduk atau menggali asteroid, tapi akan menyedot tanah yang ada.

Jadi, hasil sedotan dari Lockheed Martin bakal menghasilkan sekitar 60 gram material penting untuk penelitian luar angkasa. Bisa jadi material ini nantinya yang akan menjadi kunci dalam misi NASA atau pihak swasta dalam mengirimkan manusia ke Mars.

 

 

Source: msn.com

 

Facebook Kembangkan Fitur E-Commerce untuk Platformnya

Thu, 04 June 2020
Mark Zuckerberg dengan baju biru, berbicara di depan layar biru bertuliskan Facebook

Adanya pandemi COVID-19 membuat segala aktivitas jadi terhambat. Terutama aktivitas dagang yang jadi terganggu karena adanya himbauan untuk tetap diam di rumah saja. Untungnya, barang-barang kebutuhan masih bisa dibeli secara online. Lo juga pasti sering berbelanja online #MumpungLagiDirumah saja, kan?

Muncul lagi satu layanan e-Commerce baru yang bisa lo coba, yakni Facebook Shops. Facebook bekerja sama dengan Shopify, BigCommerce, dan Woo membentuk fitur baru ini untuk memudahkan operasional bisnis di tengah pandemi ini.

 

Shops Sebagai Solusi Bisnis di Tengah Pandemi

Tampilan Shops di Facebook dan Instagram yang terlihat dari tiga layar smartphone.

Pada Selasa (19/5), Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook mengumumkan hadirnya fitur e-Commerce bernama Facebook Shops. Berbeda dengan fitur marketplace yang sebelumnya sudah ada, Facebook Shops sendiri merupakan fitur e-Commerce kembangan tim Facebook yang bisa dipakai secara gratis, di mana segala proses jual-beli dilakukan langsung dalam Facebook.

Peluncuran fitur Shops ini dilakukan oleh Facebook sebagai solusi bagi para pemilik bisnis kecil yang kesulitan di tengah pandemi ini. “If you can’t physically open your store or restaurant, you can still take orders online and ship them to people,” ungkap Mark Zuckerberg. Ia juga mengakui bahwa peluncuran ini terkesan tergesa-gesa, namun dianggap perlu agar bisa membantu kelangsungan bisnis-bisnis yang merugi.

Di sisi lain, fitur Shops ini juga menjadi langkah pintar bagi Facebook, mengingat e-Commerce merupakan segelintir industri yang diuntungkan di kala pandemi. Sebut saja Amazon dan Etsy, dua kompetitor Facebook yang keuntungannya bahkan dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hadirnya Facebook Shops menjadi simbol resmi bahwa Facebook siap “bertarung” menghadapi Amazon.

 

Terhubung dengan Aplikasi Facebook dan Instagram

Tampak toko online di Facebook Shops yang terlihat dari sebuah layar smartphone

Nggak hanya melalui Facebook saja, tetapi Zuckerberg juga mengatakan bahwa fitur Shops ini akan hadir di Instagram. Orang-orang bisa membuka toko online dan meng-upload katalog di Facebook Shops secara gratis, begitu pula di Instagram. Nantinya, para pembeli bisa melakukan transaksi layaknya di aplikasi e-Commerce di kedua platform media sosial ini.

Rencananya, pengguna bisa mencantumkan daftar barang dan harga secara langsung di halaman Facebook, profil Instagram, dan story Instagram. Selain itu, para pengguna juga bisa memesan fitur iklan di Facebook dan Instagram untuk memasarkan toko online mereka. Itu juga sebabnya mengapa Facebook Shops gratis untuk digunakan.

 

Fitur-Fitur yang Tengah Dikembangkan

Mark Zuckerberg memperkenalkan fitur Shops dalam sebuah livestream

Facebook Shops memang sudah diluncurkan, tetapi masih banyak fitur-fitur yang sedang dikembangkan oleh Facebook. Salah satunya adalah layanan pelanggan melalui chatting. Selanjutnya, para pembeli bisa melakukan tracking order bahkan langsung melakukan transaksi dari fitur Messenger, WhatsApp, dan Instagram Direct Message.

Pengguna juga bisa memanfaatkan fitur Messenger, WhatsApp, dan Instagram Direct Message untuk berjualan. Lebih keren lagi, barang-barang tersebut juga bisa di-tag selama livestream, sehingga orang bisa langsung membelinya dalam sekali klik.

Nggak hanya itu, Facebook juga sedang mengembangkan program loyalitas dan reward untuk menarik lebih banyak lagi pembeli dan penjual ke dalam Facebook Shops. “You’ll be able to easily see and keep track of your points and rewards,” ujar Zuckerberg dalam livestream. Tentu saja program ini bisa disesuaikan sendiri oleh pemilik bisnis. 

 

 

Sources: The Verge, CNBC, Business Insider