• Techno
  • Jadi Selebgram dan YouTuber di Indonesia Sekarang Kena Pajak Lho

Jadi Selebgram dan YouTuber di Indonesia Sekarang Kena Pajak Lho

Tue, 22 January 2019
Jadi Selebgram dan YouTuber di Indonesia Sekarang Kena Pajak Lho

Urbaners, Selebgram dan YouTuber belakangan jadi fenomena profesi yang menjanjikan popularitas dan terbilang sangat menguntungkan. Nggak heran kalau banyak selebriti papan atas sampai masyarakat biasa berbondong-bondong banting setir menekuni bidang kreatif tersebut. Nah, kabar terbarunya Kementerian Keuangan baru-baru ini mengeluarkan peraturan baru terkait penarikan pajak buat Selebgram dan Youtuber di Indonesia. Berikut info selengkapnya!

 

Intip penghasilan influencer di Indonesia

Intip penghasilan influencer di Indonesia

Selebgram dan YouTuber sama-sama berperan sebagai influencer melalui konten yang diciptakan. Mulai dari selebriti hingga masyarakat non-selebriti bahkan bisa mengantongi keuntungan ratusan juta hingga miliaran rupiah dari profesi ini. Mulai dari Raditya Dika yang punya penghasilan antara Rp623 juta sampai Rp10 miliar per tahun atau bahkan Atta Halilintar yang bisa meraup penghasilan dikisaran angka Rp257 juta hingga Rp4 miliar per tahunnya.

 

Potensi pajak Selebgram dan YouTuber di Indonesia nyaris tembus Rp15 triliun

Google Indonesia mencatat ada sekitar 50 juta pengguna aktif YouTube di Indonesia dan 22 juta pengguna aktif Instagram. Menjamurnya model paid promote atau endorsement melalui dua platform digital tersebut membuat pekerjaan di industri ini sangat menjanjikan keuntungan, nggak hanya buat para selebriti berskala nasional tetapi juga masyarakat umum yang memiliki banyak follower dan subscriber. Bahkan, Dirjen Pajak Republik Indonesia menaksirkan potensi pajak Selebgram dan YouTuber di Indonesia bisa mencapai Rp15 triliun.

 

Bebas pajak, asal penghasilan nggak lebih dari Rp54 juta

Bebas pajak, asal penghasilan nggak lebih dari Rp54 juta

Seperti yang tertulis di dalam Peraturan Menteri Keuangan 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik yang bakal berlaku secara efektif mulai 1 April 2019 mendatang, Selebgram dan YouTuber yang penghasilannya kurang dari Rp54 juta masih dibebaskan dari pajak. Artinya, kalau penghasilan per bulan yang lo dapatkan lebih dari Rp4,5 juta maka lo wajib bayar pajak penghasilan.

 

Cara lapor pajak bagi Selebgram dan YouTuber

Urbaners, buat Selebgram dan YouTuber yang punya penghasilan lebih dari Rp54 juta, maka wajib melaporkan penghasilannya sebagai objek pajak penghasilan yang terutang PPh. Jadi, jumlah pajak bakal dihitung, dibayar, dan dilaporkan secara individu oleh Selebgram dan YouTuber terkait di dalam SPT tahunan. Sebaliknya, kalau para influencer itu bekerja dalam naungan sebuah manajemen perusahaan, maka perusahaan itulah yang wajib memotong PPh 21 dari penghasilan yang didapat oleh influencer tersebut.

Gimana nih menurut pendapat lo soal pungutan pajak penghasilan buat para Selebgram dan YouTuber di Indonesia?

 

 

Source: detik.com, tirto.id

6 YouTuber Dengan Penghasilan Terbesar Di Tahun 2019

Tuesday, December 31, 2019 - 13:17
PewDiePie memakai kaos hitam

Saat ini YouTuber semakin banyak lho, Urbaners. Bahkan makin banyak orang yang bercita-cita jadi YouTuber. Anak muda saat ini pun makin banyak yang membuat channel YouTube dan mengunggah vlog. Hampir setiap orang berusaha untuk menjadi content creator di YouTube. YouTube dianggap mampu menghasilkan banyak uang. Forbes bahkan merilis info YouTuber yang mendapat penghasilan paling besar di tahun 2019. Siapa sajakah mereka ini?

 

Dude Perfect

anggota Dude Perfect berfoto bersama memakai kemeja kotak-kotak

Channel Dude Perfect ternyata dimiliki oleh sekumpulan bapak-bapak lho, Urbaners. Mereka adalah Tyler Toney, Garret Hilbert, Cody Jones, Coby Cotton, dan Cory Cotton. Pria paruh baya tersebut membuat channel YouTube yang sering diisi oleh video mereka ketika sedang berolahraga dan bermain bowling. Mereka berhasil mendapatkan keuntungan dari YouTube sebesar 20 juta dolar AS. Bahkan mereka juga ditawari untuk dibuatkan acara TV di Nickelodeon. Keren juga ya bapak-bapak ini, Urbaners.

 

Rhett and Link

foto Rhett and Link

Duo komedian asal California, Amerika Serikat ini berhasil meraup pendapatan sebesar hingga 17,5 juta dolar AS, Urbaners. Mereka sering mengunggah video lucu yang mereka buat. Nggak hanya itu saja, mereka juga sering mengunggah lagu komedi hasil parodi mereka sendiri. Rhett and Link juga dikenal pintar membuat sketsa. Keren kan?

 

Preston

Preston dengan balon angka 10

Sebelum fokus membuat vlog, Preston memulai channel YouTube-nya dengan memainkan game Minecraft dan Call of Duty. Perubahan ini membuat jumlah subscriber-nya terus bertambah dari waktu ke waktu. Preston berhasil meraup keuntungan dari YouTube hingga mencapai jumlah 14 juta dolar AS. Sungguh sebuah pendapatan yang fantastis.

 

PewDiePie

PewDiePie di ruangannya sambil memakai headphone

Channel YouTube PewDiePie berisikan video permainan aksi dan horror. PewDiePie memiliki 102 juta subscriber di channel YouTube-nya. Di tahun 2019, PewDiePie mendapat keuntungan dari YouTube sebesar 13 juta dolar AS. Bahkan banyak para gamers menjadikannya sebagai inspirator dalam main game seru.

 

DanTDM

DanTDM memakai kaos warna hitam dengan poni lemparnya

DanTDM sering mengunggah video tentang game. Biasanya game yang sering dia mainkan adalah Fortnite dan Minecraft di channel YouTube-nya. Dia bahkan berhasil memenangkan penghargaan di Kids Choice Awards dan juga mencetak Guinness World Records. Kini, DanTDM berhasil meraup pendapatan sebesar 12 juta dolar AS dari video YouTube yang dia buat di channel-nya.

 

VanossGaming

Vanossgaming memakai kaos warna putih

Buat lo yang suka game, channel milik VanossGaming ini cocok banget buat lo tonton. VannosGaming sering mengunggah video tentang game terutama GTA V, Minecraft, dan game lainnya. Berkat video tutorial game tersebut, dirinya pun kini berhasil mendapatkan hingga 11,5 juta dolar AS.

 

Dari deretan di atas, ada nggak nih YouTuber favorit lo, Urbaners?

 

 

Source : IDN Times