• Techno
  • Tips Agar Data Pribadi Tetap Aman Saat Berbelanja Online

Tips Agar Data Pribadi Tetap Aman Saat Berbelanja Online

Wed, 03 June 2020
Seorang pria tampak sedang memperhatikan smartphone-nya

Hampir semua aktivitas lo sekarang dilakukan menggunakan aplikasi daring dan sambungan internet. Apalagi kalau lo termasuk orang yang suka belanja online, lo pasti menggunakan fitur pembayaran online ‘kan, Bro? Baik menggunakan kartu debit maupun kartu kredit. Oleh sebab itu, lo harus ekstra hati-hati dalam menjaga keamanan perangkat serta data pribadi lo agar tidak terjebak oleh kasus penipuan atau pencurian data.

 

Pakai Fitur Security Checkout

Seorang pria tampak terkejut sambil melihat smartphone-nya

Salah satu aplikasi internet yang punya fitur security checkout ini adalah Google. Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia sekarang, nggak heran kalau Google juga menaruh perhatian besar dalam hal keamanan data para penggunanya. Kalau Google saja segini waspadanya, seharusnya lo juga terhadap data pribadi lo sendiri.

Security checkout ini pada dasarnya adalah layanan untuk memastikan bahwa akun Google lo ada di warna hijau, yang berarti data-data lo dalam level keamanan terjamin. Fitur ini berguna untuk mengamankan informasi lo yang bertautan di internet. Jika dalam proses menggunakan fitur security checkout ini ternyata akun lo ada di level warna kuning atau merah, akan ada pemberitahuan dan penjelasan bagian mana yang harus lo atur kembali untuk memperketat keamanan akun.

 

Terapkan Sistem Verifikasi Dua Langkah

Salah satu tampilan verifikasi dua langkah pada aplikasi WhatsApp

Selain fitur security checkout di atas, lo juga bisa menerapkan sistem verifikasi dua langkah yang cukup umum diterapkan oleh beberapa aplikasi. Nggak hanya Google saja, aplikasi messenger seperti WhatsApp juga beberapa media sosial lainnya sudah menerapkan sistem verifikasi dua langkah. Tujuannya sama, demi menjaga keamanan akun para pengguna aplikasi tersebut dari pencurian dan penyalahgunaan data.

Pada prinsipnya, proses kerja sistem verifikasi dua langkah ini adalah verifikasi ulang sebelum akhirnya melakukan login pada akun. Umumnya setelah lo login dengan memasukan data yang dibutuhkan, lo akan dikirimkan juga kode verifikasi tambahan ke ponsel lo. Kode verifikasi ini harus lo input, supaya bisa mengakses akun lo sepenuhnya.

 

Unduh Aplikasi Resmi

Seseorang sedang scrolling sebuah laman yang penuh aplikasi

Setelah tahu cara-cara dasar mengamankan akun-akun penting seperti akun e-Mail yang biasa dipakai untuk membuat akun, termasuk akun belanja online, berikutnya lo juga harus memastikan bahwa aplikasi belanja online yang lo unduh benar-benar aplikasi asli dari sumber asli. Jadi saat membuka Play Store untuk mengunduh aplikasi, baca dengan seksama sumber penyedia aplikasi.

Dengan mengunduh aplikasi e-Commerce untuk belanja online yang resmi, lo jadi lebih terjamin dalam melakukan berbagai transaksi jual beli di sana. Karena penyedia aplikasi adalah perusahaan terpercaya yang juga memiliki sistem keamanan untuk menjaga data para pengguna. Ini juga berarti, lo sebaiknya menghindari berbelanja di aplikasi online yang belum terverifikasi layanannya.

 

Ganti Password Secara Berkala

Seorang sedang membuka laman salah satu situs belanja online

Terakhir, yang paling penting, pastikan untuk selalu ganti password akun-akun lo secara berkala. Jangan diganti dengan kata kunci yang mudah ditebak ya, Bro. Usahakan sebisa mungkin lo buat password dengan kombinasi huruf besar dan huruf kecil, angka, serta simbol pada keyboard. Dengan begitu, password lo akan semakin sulit untuk diretas.

Hindari juga kebiasaan menerapkan satu password yang sama untuk semua akun yang lo punya. Memang kelihatannya lebih memudahkan untuk mengingat semua password yang lo punya, namun ini bisa jadi boomerang buat lo sendiri nantinya. Jadi ganti password lo sekarang, jaga data pribadi lo. Demi tetap aman saat sedang berbelanja online.

 

 

 

Sources: BukaLapak,  Detik, Tagar.ID

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys