• Techno
  • What to Expect from CES 2019?

What to Expect from CES 2019?

Tue, 08 January 2019
What to Expect from CES 2019?

Kalau para pencinta musik “naik haji” ke Coachella di LA, maka para pencinta teknologi berbondong-bondong datang ke CES di Las Vegas. Acara yang dikelola Consumer Technology Association ini merupakan salah pameran teknologi terbesar di dunia. Berbagai produk teknologi yang diperkirakan bakal booming di masa depan bisa lo temukan di sini. Tahun ini, CES 2019 diadakan selama 8-11 Januari. Kira-kira hal menarik apa yang bakal jadi sorotan di CES 2019 ini?

 

Koneksi internet 5G

Koneksi internet 5GHype seputar koneksi 5G sudah bertahun-tahun terdengar. Lo bahkan mungkin bertanya-tanya kapan 5G beneran muncul. Tahun 2019 sepertinya bakal jadi salah satu milestone besar buat koneksi 5G. Dilansir dari situs cnn.com, teknologi 5G yang digadang-gadang bakal mulai rilis tahun ini dan perlahan bakal tersebar merata di Amerika Serikat pada 2020.

Di CES 2019 nanti, chip-makers dan wireless provider bakal share lebih banyak detail tentang 5G, mulai dari potensinya hingga dampaknya terhadap berbagai industri. Bahkan kabarnya koneksi 5G diprediksi bisa memberikan koneksi internet 10 GB per detik pada smartphone.

 

Smartphone dengan display yang bisa ditekuk

Smartphone dengan display yang bisa ditekuk

Sejak beberapa tahun terakhir ini, perusahaan teknologi seperti LG, Sony, Lenovo, dan Samsung suka memberikan tease terkait prototype perangkat dengan flexible-display. Dengan adanya teknologi ini, smartphone atau gadget berlayar fleksibel pun bisa lo tekuk. Update mengenai hal ini bakal diberikan di CES 2019. Apakah Samsung bakal memamerkan smartphone Galaxy yang bisa ditekuk? Apakah LG juga bakal melakukan demo produk TV-nya dengan layar bisa dilihat? Who knows.

 

Google Assistant VS Alexa

Google Assistant VS Alexa

Teknologi virtual assistant sepertinya masih bakal mendominasi industri, Urbaners. Di CES 2019 nanti, siap-siap melihat pertarungan dua virtual assistant terbesar antara Google Assistant dan Alexa buatan Amazon. Google bahkan kabarnya nggak segan buat menampilkan Google Assistant di atas panggung. Salah satu alasan baik Google dan Amazon memilih CES adalah demi menjangkau lebih banyak pembuat gadget dan hardware agar menggunakan voice assistant pada produk-produk mereka.

Selain hal-hal di atas, apa ada produk teknologi lain yang juga lo tunggu-tunggu di CES 2019, Urbaners?

 

 

Sources: edition.cnn.com, wired.com

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id