Home Tips 9 Cara Membuat Film Pendek dan Contoh Film Pendek Keren
Proses pembuatan film pendek

9 Cara Membuat Film Pendek dan Contoh Film Pendek Keren

Tuesday, July 10, 2018 - 11:20
Bagikan
Facebook Twitter Email

Punya keinginan untuk membuat film pendek, tapi masih belum tahu cara membuatnya? Tenang! Artikel ini akan membahas secara lengkap cara membuat film yang keren dan beberapa contoh film pendek yang meraih penghargaan, jadi pantengin artikel ini sampai habis ya.

Filmmaking merupakan disiplin yang butuh kemampuan teknis tinggi dan melibatkan berbagai keterampilan, Urbaners. Oleh karena itu, terjun ke dunia filmmaking sudah pasti bukan perkara mudah. Tapi, masih banyak cara buat belajar kok, salah satunya dengan membuat film pendek, yang bisa membantu lo belajar lebih banyak soal filmmaking dan terjun langsung ke lapangan. Lo punya chance besar buat bikin film lo sendiri, lho!

Sesuai namanya, film jenis ini pastinya memiliki durasi yang pendek pula. Wikipedia mencatat bahwa film jenis ini adalah salah satu bentuk film paling simple dan paling kompleks. Secara teknik merupakan film yang punya durasi nggak lebih dari 50 menit. Bentuknya juga sangat free lho, karena para pembuatnya punya kebebasan untuk memilih cara bertutur yang diinginkan.

Karena pembuatannya bergantung pada sang creator, film ini memiliki bentuk dan durasi yang bervariasi. Bahkan ada kok yang durasinya hanya 60 detik. Lama tidaknya durasi memang bukan yang terpenting, Urbaners. Yang terpenting adalah ide dan pemanfaatan media komunikasi yang digunakan bisa berlangsung efektif. Jadi, kalau durasi 60 detik itu sudah bisa merangkum ide dan pesan kepada penonton, there is completely no problem.

Semakin banyaknya variasi film saat ini membuat cara pandang mengenai bentuk film secara umum menjadi lebih open. Film jenis ini juga memiliki kontribusi cukup besar bagi perkembangan sinema saat ini. Namun perlu diingat bahwa pada hakikatnya film pendek bukan reduksi dari film yang memiliki long story atau wahana pelatihan bagi pemula, ya, karena film jenis ini punya karakteristik tersendiri yang membuatnya unik.

Keunikan tersebut membuatnya berbeda dari film yang memiliki cerita panjang. Bukan karena sempitnya pemaknaan, pembuatannya yang lebih mudah, atau penggunaan budget yang lebih minim, tapi karena dapat menghadirkan ruang gerak untuk berekspresi. Ruang gerak ini memberikan kesempatan kepada para pecinta film untuk secara leluasa menuangkan idenya serta para pemain film untuk menampilkan bakat yang dipunya.

Cara Membuat Film Pendek Untuk Pemula

Kalau selama ini lo sudah punya keinginan untuk membuat film pendek, sudah saatnya sekarang lo merealisasikan keinginan dan ide-ide yang lo punya itu ke dalam karya nyata, Urbaners. Lo masih bingung mau start dari mana? Nih, simak informasinya!

1. Siapkan Ide Cerita

ide cerita untuk film pendek

Hal pertama yang harus lo siapkan adalah membuat ide ceritanya, Urbaners. Kalau lo nggak punya ide cerita, nggak peduli sebagus atau semahal apapun kamera yang lo punya, film lo nggak bakal tercipta. Karena itu, langkah pertamanya adalah menemukan ide cerita yang ingin lo garap. Untuk hasil terbaik, pastikan ide cerita lo itu unik, baru, dan harus original alias belum pernah ada sebelumnya, ya!

2. Lakukan Riset Awal

Setelah lo punya ide yang ingin lo garap, langkah selanjutnya adalah melakukan riset awal. Riset ini bertujuan untuk mencari tahu latar belakang cerita yang ingin lo angkat. Kalau lo serius, riset awal ini harus sangat detail. Tapi, kalau lo ingin melakukan riset awal yang simple, bisa aja dengan browsing di internet atau banyak bertanya sama orang-orang yang mengalami cerita yang ingin lo angkat.

3. Sediakan Peralatan Lengkap

Kini saatnya lo menyiapkan berbagai peralatan yang lo butuhkan. Peralatan yang lo butuhkan nggak sebanyak dan sekomplek membuat film yang tayang di bioskop, kok. Yang lo butuhkan adalah handycam atau kamera video lengkap dengan baterai serta charger-nya. Pastikan juga lo membawa mikrofon tambahan dan kabel ekstensinya, tripod, dan yang paling penting sejumlah kaset kosong dan cadangannya, Urbaners.

4. Riset Lapangan

proses pembuatan film

Ketika lo sudah punya cerita dan sejumlah peralatan pendukung, lo bisa menentukan lokasi pengambilan gambar untuk melangsungkan shooting. Tapi, sebelum melakukan shooting ada satu hal yang harus lo lakukan, yaitu melihat kondisi tempat yang bakal lo jadikan tempat pengambilan adegan. Kondisi ini harus lo perhatikan karena berhubungan dengan peralatan yang lo bawa. Misalnya lo shooting di daerah pegunungan dan harus bermalam, jangan lupa bawa tenda dan persiapan lainnya.

5. Siapkan Alur Cerita Kasar

Lo harus menentukan siapa saja yang bakal lo angkat sebagai tokoh. Biasanya, lo bisa menentukan tokoh tersebut dari hasil riset di lapangan. Karena dari hasil riset di lapangan, lo bisa dapat ide yang jauh lebih spesifik dan menarik buat diangkat dari ide awal yang lo punya saat berada di rumah. Buatlah alur cerita kasar dari ide lo, misalnya keseharian hingga tempat yang biasa dikunjungi tokoh yang lo pilih.

6. Buat Sinopsis

Selanjutnya lo bisa buat sinopsis atau cerita singkat tentang film pendek yang lo garap, Dari sinopsis ini, lo bisa menentukan siapa saja yang harus lo wawancara, daftar pertanyaan buat setiap wawancara yang bakal lo lakukan, sampai daftar gambar-gambar (footage) yang lo butuhkan di luar wawancara.

7. Pengambilan Gambar

Kalau semua sudah siap, lo bisa melangsungkan pengambilan gambar, Urbaners. Dari hasil riset, lo bakal tahu di mana dan kapan saja orang-orang yang ingin lo wawancara berada. Nah, untuk proses pengambilan gambar yang maksimal, ada beberapa hal yang harus lo perhatikan. Diantaranya:

  1. Lo harus minta izin terlebih dulu sebelum melakukan wawancara, Urbaners. Hindari langsung datang untuk wawancara tanpa kabar sebelumnya. Selain caranya kurang baik, orang yang ingin lo wawancara juga bisa jadi nggak suka dan lo gagal melakukan wawancara sesuai rencana.
  2. Buat jaga-jaga kalau kondisi lokasi tempat lo wawancara ramai, jangan lupa bawa dan gunakan mikrofon tambahan.
  3. Lo bisa menggunakan daftar pertanyaan yang sudah lo buat sebelumnya sebagai acuan dan biar wawancara berlangsung lancar. Tapi, usahakan juga untuk bikin suasana nggak terlalu kaku. Lo bisa bertanya di luar daftar pertanyaan kalau memang sesuai dengan kondisi.
  4. Buat suasana wawancara senyaman mungkin. Mengingat ada kemungkinan orang yang lo wawancara nggak terlalu nyaman dengan kamera, sudah jadi tugas lo untuk mencairkan suasana.
  5. Lo bisa pakai tripod kalau wawancara berlangsung lama, Urbaners. Terutama kalau wawancara tersebut nggak dilakukan sambil bergerak.
  6. Pastikan lo melakukan wawancara ke semua daftar orang yang sudah lo buat. Rekam semua gambar yang sudah lo tulis dalam daftar footage.
  7. Kalau lo punya waktu dan kaset cadangan, bisa juga merekam sejumlah gambar tambahan yang mungkin bisa lo gunakan saat proses editing.
  8. Kalau semua video dalam cerita sudah diambil, jangan lupa buat double check atau kalau perlu triple check. Lo harus benar-benar cek biar nggak ada wawancara dan pengambilan gambar yang terlewat.

Dibalik layar pembuatan film

8. Buat Alur Cerita Final

Setelah pengambilan gambar selesai, lo bisa melanjutkan dengan membuat alur cerita final. Lo bisa sesuaikan hasil catatan yang lo punya dengan hasil wawancara. Coba lo perhatikan, apakah hasil catatan dan hasil wawancara lo itu sesuai atau ternyata ada bagian yang harus lo ubah dan bisa dikembangkan ke arah mana. Penyesuaian ini sangat mungkin terjadi karena hasil wawancara sangat bisa memberikan berbagai data yang jauh lebih banyak, Urbaners.

Nggak hanya lebih banyak, bisa jadi data-data tersebut berbeda dari apa yang sudah lo siapkan sebelumnya. Tapi nggak perlu terlalu khawatir karena lo bisa memperbaiki dan membuat sinopsis baru yang disusun sesuai dengan hasil rekaman yang sudah lo tonton berulang kali. Nah, kalau alur cerita final sudah kelar, lo bisa lanjut ke proses editing rekaman.

9. Edit Hasil Video

Jika proses pengambilan gambar sudah selesai dan lo yakin nggak ada yang terlewat, lo bisa lanjut dengan mengedit hasil video, Urbaners. Proses editing pastinya penting karena hasil video yang lo ambil masih dalam bentuk mentah atau terpotong-potong, bahkan mungkin terdapat video yang salah jadi perlu untuk lo edit. Nah, tujuan proses editing ini nggak lain adalah untuk menggabungkan part video dan memberi sejumlah efek khusus.

Sejumlah efek khusus buat suara atau gradasi warna perlu lo lakukan agar makin keren dan menarik buat disaksikan. Kalau lo baru pertama kali garap film, lo bisa melakukan proses editing ini secara tim biar lebih mudah dan hasilnya rapi. Sebenarnya mudah nggaknya proses editing bergantung juga sama rapi nggaknya video yang lo ambil. Kalau pengambilan videonya berantakan, bakal sulit bagi lo untuk mengeditnya, Urbaners.

Jadi, pastikan lo mengambil video yang rapi biar mudah juga buat diedit nantinya. Karena nggak peduli sehebat apapun orang yang ngedit video, kalau video yang diedit nggak jelas alur ceritanya, tetap aja hasilnya bakal jelek. Kalau lo sudah mengambil video dengan maksimal, harusnya proses editing bisa berlangsung lancar. Nggak perlu terlalu khawatir juga karena sekarang sudah banyak aplikasi editing video yang bisa dengan cukup mudah lo gunakan.

Beberapa Contoh Film Pendek yang Meraih Penghargaan

Dilansir dari brilio.net, ada beberapa film pendek Indonesia yang menarik dan bisa lo tonton untuk menambah wawasan, Urbaners. Berikut informasinya:

1. Of The Dancing Leaves

of the dancing leaves

Film karya BW Purba Negara ini meraih Silver Award pada ajang Viddsee Juree Awards 2016. Ajang kompetisi film pendek Asia ini memberi penghargaan kepada film- film dari berbagai genre, mulai dari fiksi, dokumenter, hingga animasi. Digarap oleh pembuat film asal Yogyakarta, film yang punya judul lain ‘Digdaya Ing Bebaya’ ini terpilih karena visualnya yang memukau serta penuturan cerita yang apik dan terbilang mencuri perhatian.

2. Little Sister’s Chalk

Pada ajang kompetisi yang sama, Little Sister’s Chalk memenangkan posisi pertama, Urbaners. Film yang dalam Bahasa Indonesia berarti Kapur Ade ini digarap oleh Firman Widayasmara. Menceritakan kisah sepasang kakak beradik yang bermain di tengah kesumpekan kota, film animasi berdurasi 5 menit ini mengangkat simple story yang dikemas sempurna hingga membuat juri internasional terkesima.

3. Udin Telekomsel

Udin Telkomsel karya Rein Mayshaelson

Indonesia masih cukup berjaya di bidang produksi film pendek dengan keluarnya Udin Telekomsel sebagai pemenang pada Ajang Penghargaan Honorable Mention Award. Film karya Rein Mayshaelson ini mengangkat genre komedi dan mencuri perhatian berkat ceritanya yang sangat menarik dan menghibur. Realisasikan ide lo dan segara buat film lo sendiri, now!

Source: detik.com