• Traveling
  • Cara Mengatasi Jet lag Ketika Ke Luar Negeri

Cara Mengatasi Jet lag Ketika Ke Luar Negeri

Tue, 02 August 2016

Jet lag terjadi jika lo pergi ke suatu daerah yang mempunyai perbedaan waktu yang parah. Misalnya lo berangkat dari Jakarta pada pukul 9 malam menuju ke Los Angeles. Begitu sampai Los Angeles Amerika Serikat, jam menunjukkan pukul 10 malam. Perjalanan lo bukan hanya 1 jam, tapi karena perbedaan waktu yang cukup jauh, perjalanan lo serasa sebentar. Begitu sampai di Los Angeles, seharusnya lo yang sudah tidur seharian, ternyata di sana masih malam. Ketika badan lo masih beradaptasi dengan waktu di sana, maka itu yang dinamakan jet lag.

Jet lag adalah sesuatu yang nggak bisa lo hindari, khususnya ketika lo bepergian ke luar negeri. Nah sekarang kita akan membahas bagaimana cara mengatasi jet lag ini.

 

Makan buah pisang

Pisang mengandung hormon melatoin alami yang bisa membantu tubuh lo menyesuaikan diri dengan waktu yang baru. Misalnya badan lo mual, pusing atau bahkan sampai sulit konsentrasi, itu berarti lo mengalami gejala jet lag yang cukup parah. Untuk mencegah dan mengatasi hal demikian, lo bisa makan pisang ketika di pesawat dan ketika sampai di tempat tujuan. Lakukan ini sampai 2-3 hari begitu sampai di tempat tujuan ya Urbaners.

 

Tidur begitu sampai di tempat tujuan

Walaupun lo sudah tidur seharian di dalam pesawat, usahakan lo begitu sampai di penginapan lo langsung tidur saja Urbaners. Pada saat lo istirahat, maka badan lo akan berusaha menyesuaikan kondisi dengan waktu sekitar. Tidur juga akan membuat badan lo yang sebelumnya capek ataupun pusing akan berkurang.

 

Hindari alkohol atau kafein

Begitu sampai di tempat tujuan lo, jangan langsung minum kopi atau minuman yang mengandung alkohol. Kafein dan alkohol akan membuat adrenalin lo lebih kuat dan akhirnya lo nggak bisa tidur. Padahal salah satu cara untuk menghilangkan jet lag adalah tidur. Lebih baik lo perbanyak minum air putih Urbaners, jangan sampai dehidrasi.

Itulah beberapa cara sederhana yang bisa lo lakukan untuk mengatasi dan mengurangi jet lag. Urbaners ada solusi lain?

 

Source: alodokter.com

Jalan-Jalan Keliling Dunia di Rumah dengan 5 Tur Virtual

Fri, 24 April 2020
Seorang pria sedang duduk di kursi sambil menggunakan VR gadget

Pandemi COVID-19 di seluruh dunia menjadi hambatan buat lo yang sudah berencana untuk menikmati liburan. Untuk mengisi waktu luang lo selama isolasi diri di rumah, ada opsi virtual tour yang siap membawa lo ke destinasi-destinasi top di dunia.

 

The Louvre

Tampak luar The Louvre di Paris saat sore hari dan dipenuhi turis.

Salah satu bangunan museum paling ikonik di seluruh dunia ini tutup sementara selama pandemi COVID-19 berlanjut. Kabar baiknya, lo nggak perlu jauh-jauh terbang ke Paris untuk bisa menikmati pameran seni, benda bersejarah, dan galeri di Museum Louvre. Lo bisa langsung cek laman Museum Louvre di sini dan ikut virtual tour yang disediakan.

Terdapat 4 kategori virtual tour yang bisa diambil kapan saja, yaitu Exhibition: The Advent of The Artist’, Egyptian Antiquities, Remains of The Louvre’s Moat, dan Galerie d’Apollon. Cukup gunakan smartphone, tablet, atau laptop, lo sudah bisa menikmati keindahan The Louvre langsung dari rumah.

 

Walt Disney World

Patung Walt Disney dan Mickey di depan Istana Cinderella di Walt Disney World.

Punya impian untuk pergi ke Walt Disney World? Buat pecinta Disney, sekarang lo hanya butuh jaringan internet untuk bisa merasakan keseruan di Walt Disney World. Tenang saja, virtual tour tidak dipungut biaya dan bisa diakses di mana saja dan kapan pun yang lo mau. Nggak hanya sekadar jalan-jalan di area Walt Disney World, tetapi lo juga bisa ikut virtual ride yang membuat lo merasa seakan-akan sedang bermain langsung.

Lo bisa ikut naik Frozen Ever After, It’s a Small World, Monster, Inc. Mike and Sulley to the Rescue!, dan Pirates of the Caribbean. Ini bisa lo jadikan ide untuk kencan virtual selanjutnya bersama si doi. Kapan lagi bisa nge-date di Walt Disney World!

 

Yosemite National Park

Pemandangan danau dan bukit berbatu di Yosemite National Park

Bosan di rumah akan membuat lo punya keinginan besar untuk berpetualang di alam liar. Sayang sekali, masa karantina ini menghalangi lo untuk bepergian ke luar rumah. Tetapi, sekarang lo bisa mengunjungi Yosemite National Park langsung dari rumah lo sendiri. Berlokasi di California, Amerika Serikat, taman ini menyuguhkan pemandangan indah penuh bebatuan serta perairan yang indah dipandang.

Saat lo penat dengan pekerjaan atau ingin melihat pemandangan alam yang segar, lo bisa langsung klik di sini untuk segera mengunjungi Yosemite National Park lewat virtual tour. Selain Yosemite, terdapat juga virtual tour untuk Yellowstone National Park yang terkenal dengan geyser penuh warna.

 

Tembok Besar China

Potret Tembok Besar China dari atas yang sepi pengunjung dan dikelilingi bukit hijau.

Salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang terletak di dataran China sekarang memang tidak memungkinkan untuk dikunjungi, terutama oleh turis dari Indonesia. Namun, lo tetap bisa menikmati jalan-jalan santai menyusuri Tembok Besar China melalui virtual tour yang kini tersedia untuk diakses kapan pun.

Destinasi yang terkenal ramai oleh pengunjung, bisa lo nikmati sendiri di rumah tanpa gangguan orang lain. Terlebih lagi, lo nggak perlu lelah berjalan selama tur, cukup duduk dengan tenang sambil menatap layar laptop.

 

Sistine Chapel

Interior di dalam gedung Sistine Chapel yang penuh dengan Raphael’s tapestries.

Saat berkunjung ke Italia, Sistine Chapel adalah destinasi top yang tidak boleh dilewatkan. Dibuka untuk umum, gereja bersejarah ini terkenal dengan gaya interior serta lukisan “The Last Judgment” di langit-langit bangunan. Selalu padat akan pengunjung, ini saatnya bagi lo mengunjungi Sistine Chapel di rumah untuk mengisi waktu luang.

Walaupun kini Italia sedang dalam masa lockdown, lo tetap bisa melihat sendiri keindahan bangunan Sistine Chapel lewat virtual tour. Siapkan laptop dan jaringan internet yang stabil sebelum memulai virtual tour, Bro!

 

Sources: goodhousekeeping.com, Washington Post, Lonely Planet