4 Café di Bandung dengan Desain Interior Klasik - MLDSPOT
  • Traveling
  • 4 Café di Bandung dengan Desain Interior Klasik

4 Café di Bandung dengan Desain Interior Klasik

Thu, 15 September 2016

Bandung menjadi salah satu destinasi traveling paling favorit yang sering dikunjungi warga Jakarta saat weekend. Kalau sudah lelah belanja di factory outlets atau jalan-jalan mengitari jalanan Bandung, sekarang saatnya lo mengistirahatkan diri. Bandung punya segudang pilihan kafe dengan berbagai tema menarik, salah satunya adalah yang mengusung desain interior klasik.

 

Rumah Kopi

Dari namanya, udah ketahuan banget kalo spesialisasi kafe satu ini adalah kopi. Salah satu yang cukup sering dipesan adalah Queen Coffee, yakni espresso dengan racikan rum dan whipped cream yang ditaburi oleh kayu manis. Ada pula kopi hitam Toraja yang cocok banget diminum untuk melawan hawa dingin khas Bandung. Rumah Kopi terletak di Jalan Terusan Ranca Kendal No. 9, Dago. Desain interiornya penuh dengan perabot kayu yang mendominasi, dengan tempat duduk model lesehan.

 

Nanny’s Pavillon Home

Lo mungkin udah pernah berkunjung ke cabang Nanny’s Pavilion di kota-kota lain, tapi sepertinya hingga kini belum ada yang mengalahkan restoran aslinya di Bandung. Desain interiornya mengusung konsep rumah klasik, jadi lo bisa memilih mau makan di ruang mana, baik ruang makan, ruang tidur, ruang jahit, bahkan kamar mandi. Ada bagian dinding yang dipasang dengan pintu bergaya klasik. Pokoknya, kalau makan Nanny’s Pavilion Home, lo pasti bakal merasa seperti sedang berada di rumah sendiri.

 

Kopi Lamping

Di kafe ini, lo bisa menikmati racikan kopi dari biji kopi pilihan khas Indonesia, mulai dari Kopi Jawa, Kopi Bali, Kopi Lampung, Kopi Toraja, hingga Kopi Papua. Desain interiornya benar-benar klasik ala Jawa. Baik dari perabotan kursi, meja, hingga desain dinding mengusung nilai tempo dulu. Meski terkesan jadul, Kopi Lamping tetap menyediakan koneksi wifi untuk para pengunjungnya, kok. Selain kopi, Kopi Lamping juga menyediakan berbagai camilan sebagai teman minum kopi.

 

Warung Suluh

Hang out di Warung Suluh bakal membuat lo merasa terlempar ke masa lalu. Dekorasi interiornya benar-benar kuno dan tradisional, misalnya seperti foto-foto lawas, komik zaman dulu, hingga seluruh dinding yang tertutup oleh kayu usang. Nuansa klasik ini nggak hanya muncul dari desain interior, tapi juga musik yang mengiringi, yakni lagu-lagu keroncong khas Jawa. Kalau tertarik mengunjungi Warung Suluh, lo wajib mencoba Nasi Pendem berisi nasi kuning yang disajikan dengan ayam dan telur rebus.

Sekarang, lo nggak perlu bingung harus ke mana kalau sedang traveling ke Bandung dan ingin nongkrong di kafe berdesain interior klasik. Keempat kafe di atas bisa lo jadikan alternatif yang oke. Jangan lupa ajak teman-teman agar kegiatan nongkrong lo bertambah seru.

Baca Juga : Temukan Kedai Kopi Unik dan Terdekat di Daerah Lo

 

Sources: indonesia.tripcanvas.co, infobdg.com

Pengin Jalan ke Museum? Coba Fitur Virtual Traveling Ini Bro!

Mon, 14 September 2020
traveling ke museum virtual

Perkembangan teknologi bisa jadi inspirasi tersendiri buat lo semua yang sudah rindu banget buat traveling tapi belum bisa dilakukan karena kondisi seperti ini yang tidak memungkinkan. Terlebih buat lo yang suka jalan-jalan ke museum, sekarang cara baru buat melakukannya, bro!

Kalau beberapa waktu lalu kita sudah bahas bagaimana kemungkinan adanya menikmati konser musik dengan konsep virtual reality – kali ini, dengan konsep yang hampir sama, bisa diterapkan juga buat lo yang mau jalan-jalan ke museum.

Terlebih buat di berbagai negara lainnya, yang mengakali pandemi ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin maju ini. Banyak museum di luar sana yang sudah memanfaatkan hal tersebut ditandai dengan terbukanya pintu museum secara virtual.

Lo bisa menikmati karya-karya seniman yang disimpan rapi di dalam museum hanya dari layer ponsel smartphone saja atau computer di mana lo berada. #MauLagiDimanapun lo tetap bisa jalan-jalan seru ke museum-museum.

Nah bagaimana di Indonesia sendiri? Perlu lo ketahui nih kalau setidaknya ada 4 museum atau galeri karya seni yang bisa lo datangi secara virtual. Penasaran di mana saja? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Virtual Traveling ke Biennale Jogja

virtual traveling museum biennale jogja 2020

Credit Image: goodnewsfromindonesia.id

Sudah menjadi wadah buat seniman lokal ataupun internasional buat berkarya, belajar dan berdiskusi terkait karya di bidang seni visual, dari tahun 1988, Biennale Jogja jadi tempat yang seru buat didatangi.

Bekerja sama dengan Google Arts & Culture, pagelaran seni yang prestis dari Biennale Jogja masih bisa lo nikmati secara virtual. Lo bisa langsung gas ke halaman utama websitenya buat menikmati hasil karya seni visualnya keren-keren.

 

Ciputra Artpreneur

Kurang lebih konsep dasarnya sama, bekerja sama dengan Google Arts & Culture, salah satu kolektor karya seni, Dr. Ir. Ciputra mempunyai Ciputra Artpreneur yang berisikan banyak sekali karya seni visual luar biasa indahnya. Lo bisa menikmati karya-karya luar biasa tersebut secara virtual.

 

‘Trajectory’: A Decade of Lawangwangi

Berlokasi di Bandung, melalui website ArtSociates lo bisa menikmati ‘Trajectory’ yang berisikan 10 karya dari 10 seniman lintas generasi yang karyanya benar-benar luar biasa. Di pameran ini, lo bisa menikmatinya dengan cara virtual.

 

Pameran #KilasBalik Selasar Sunaryo

Masih dari Bandung lagi, Selasar Sunaryo juga ikut memboyong karya-karya yang ada di dalamnya untuk bisa dinikmati secara virtual. Melalui pameran #KilasBalik, lo bisa menikmati kreasi-kreasi yang sebelumnya sudah pernah dipamerkan juga.

Tidak hanya kreasi-kreasi yang sudah ada saja, lo bisa melihat juga berbagai koleksi buku, katalog dan berbagai karya seni lainnya di dalam eksibisi tersebut. Secara virtual, karya-karya di sana bisa lo nikmati dari layar smartphone lo saja.

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai pameran dan museum yang menyediakan layanan kunjungan virtual, yang mana nih yang sudah lo rencanakan buat di datangi?

 

Feature Image – secretldn.com