• Traveling
  • Apa Keistimewaan Danau Como Italia?

Apa Keistimewaan Danau Como Italia?

Thu, 28 September 2017

Berada di Lombardy, Italia Utara, Danau Como dikenal sebagai danau terbesar ketiga di Italia setelah Danau Garda dan Danau Maggiore. Selain karena predikat tersebut, Danau Como juga cukup populer karena pemandangannya yang begitu khas. Ada banyak keistimewaan lain yang akan membuat lo ingin segera traveling ke sana.

 

Dikelilingi Bangunan Bernuansa Klasik

Posisi Danau Como membentangi beberapa kota di Italia Utara. Kebanyakan bangunan yang terdapat di kota tersebut memiliki arsitektur klasik dan berusia tua. Bahkan beberapa di antaranya masih ada yang berupa kastil. Di sekitar danau juga terdapat banyak hotel dan vila yang desain arsitekturnya juga terkesan vintage. Lo bakal berasa sedang berada di abad ke-19 saat mengunjungi Danau Como!

 

Penuh dengan Berbagai Situs Sejarah

Nggak cuma banyak hotel dan vila, Danau Como juga dikelilingi dengan berbagai situs sejarah. Salah satunya adalah Duomo of Como, sebuah katedral cantik yang di depannya terdapat restoran untuk lo sambangi. Ada pula gereja tertua di Lombardy bernama Basilica of Sant’Abbondio yang ornamen-ornamen di dalamnya sangat kental dengan nuansa abad ke-14. Jangan lupa juga mengunjungi Museum Moto Guzzi, museum yang menyimpan banyak koleksi motor dengan berbagai model.

 

Bisa Keliling Naik Taxi-Boat

Dengan luas 146 KM2, lo bakal butuh waktu banyak untuk mengeksplor Danau Como. Tapi, kalau waktu lo terbatas, lo bisa menggunakan layanan taksi perahu (taxi-boat). Lo bisa memilih untuk ikut tur Varenna yang cuma berlangsung selama 30 menit. Kalau yang ingin agak lama, lo bisa ikut tur George yang berlangsung selama 2,5 jam. Di tur George ini, lo bakal dibawa melewati vila George Clooney di Laglio, lho.

 

Pemandangan Alam Eksotis dari Sentiero del Viandante

Kalau mau puas menikmati pemandangan alam yang super eksotis di sekitar Danau Como, lo bisa mendaki ke Sentiero del Viadante. Rutenya sekitar 45 KM, jadi mungkin memang bakal memakan waktu. Tapi kelelahan yang lo rasakan selama mendaki bakal terbayar begitu lo sampai di puncak. Pemandangannya benar-benar breathtaking, dengan birunya laut dan hijaunya pepohonan yang berpadu bersama warna-warni bangunan klasik Eksotis!

Dengan berbagai keistimewaannya tersebut, nggak berlebihan rasanya menyebut Danau Como sebagai paket lengkap untuk berwisata. Tertarik untuk traveling ke sana, Urbaners?

 

 

Sources: theculturetrip.com, danaubesar.com

Pengin Jalan ke Museum? Coba Fitur Virtual Traveling Ini Bro!

Mon, 14 September 2020
traveling ke museum virtual

Perkembangan teknologi bisa jadi inspirasi tersendiri buat lo semua yang sudah rindu banget buat traveling tapi belum bisa dilakukan karena kondisi seperti ini yang tidak memungkinkan. Terlebih buat lo yang suka jalan-jalan ke museum, sekarang cara baru buat melakukannya, bro!

Kalau beberapa waktu lalu kita sudah bahas bagaimana kemungkinan adanya menikmati konser musik dengan konsep virtual reality – kali ini, dengan konsep yang hampir sama, bisa diterapkan juga buat lo yang mau jalan-jalan ke museum.

Terlebih buat di berbagai negara lainnya, yang mengakali pandemi ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin maju ini. Banyak museum di luar sana yang sudah memanfaatkan hal tersebut ditandai dengan terbukanya pintu museum secara virtual.

Lo bisa menikmati karya-karya seniman yang disimpan rapi di dalam museum hanya dari layer ponsel smartphone saja atau computer di mana lo berada. #MauLagiDimanapun lo tetap bisa jalan-jalan seru ke museum-museum.

Nah bagaimana di Indonesia sendiri? Perlu lo ketahui nih kalau setidaknya ada 4 museum atau galeri karya seni yang bisa lo datangi secara virtual. Penasaran di mana saja? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Virtual Traveling ke Biennale Jogja

virtual traveling museum biennale jogja 2020

Credit Image: goodnewsfromindonesia.id

Sudah menjadi wadah buat seniman lokal ataupun internasional buat berkarya, belajar dan berdiskusi terkait karya di bidang seni visual, dari tahun 1988, Biennale Jogja jadi tempat yang seru buat didatangi.

Bekerja sama dengan Google Arts & Culture, pagelaran seni yang prestis dari Biennale Jogja masih bisa lo nikmati secara virtual. Lo bisa langsung gas ke halaman utama websitenya buat menikmati hasil karya seni visualnya keren-keren.

 

Ciputra Artpreneur

Kurang lebih konsep dasarnya sama, bekerja sama dengan Google Arts & Culture, salah satu kolektor karya seni, Dr. Ir. Ciputra mempunyai Ciputra Artpreneur yang berisikan banyak sekali karya seni visual luar biasa indahnya. Lo bisa menikmati karya-karya luar biasa tersebut secara virtual.

 

‘Trajectory’: A Decade of Lawangwangi

Berlokasi di Bandung, melalui website ArtSociates lo bisa menikmati ‘Trajectory’ yang berisikan 10 karya dari 10 seniman lintas generasi yang karyanya benar-benar luar biasa. Di pameran ini, lo bisa menikmatinya dengan cara virtual.

 

Pameran #KilasBalik Selasar Sunaryo

Masih dari Bandung lagi, Selasar Sunaryo juga ikut memboyong karya-karya yang ada di dalamnya untuk bisa dinikmati secara virtual. Melalui pameran #KilasBalik, lo bisa menikmati kreasi-kreasi yang sebelumnya sudah pernah dipamerkan juga.

Tidak hanya kreasi-kreasi yang sudah ada saja, lo bisa melihat juga berbagai koleksi buku, katalog dan berbagai karya seni lainnya di dalam eksibisi tersebut. Secara virtual, karya-karya di sana bisa lo nikmati dari layar smartphone lo saja.

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai pameran dan museum yang menyediakan layanan kunjungan virtual, yang mana nih yang sudah lo rencanakan buat di datangi?

 

Feature Image – secretldn.com