• Traveling
  • Apa Saja 7 Rute Baru yang Ada di Bandara-bandara AP II?

Apa Saja 7 Rute Baru yang Ada di Bandara-bandara AP II?

Tue, 26 November 2019
Check in gate Bandara Husein Sastranegara di Bandung

Liburan di dalam negeri sekarang bakal lebih mudah dengan hadirnya sejumlah rute penerbangan baru. Rute-rute ini ditambahkan pada bandara-bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) II. Bukan cuma untuk rute domestik, tapi juga internasional! Tujuannya memang untuk memperluas konektivitas, Urbaners. Dengan begitu, lo dan para wisatawan lain bisa lebih mudah menjangkau kota-kota untuk traveling!

 

7 Rute Baru di 3 Bandara AP II

Tampilan depan bangunan Bandara Banyuwangi, terlihat tulisan Bandar Udara Banyuwangi berwarna putih.

Ada tig bandara AP II yang membuka tujuh rute penerbangan baru. Ada Bandara Banyuwangi yang membuka rute Banyuwangi-Denpasar dan Banyuwangi-Banjarmasin. Berbeda lagi dengan Bandara Sultan Syarif Kasim II, yang menyediakan rute baru dari Pekanbaru menuju Malaka (Malaysia).

Sedangkan, bandara AP II yang membuka paling banyak rute baru adalah Bandara Husein Sastranegara. Bandara yang berada di Bandung ini menawarkan rute baru Bandung-Jambi, Bandung-Bengkulu, Bandung-Tanjung Pandan, dan Bandung-Pangkalpinang.

 

Dorong Pertumbuhan Wisata Nasional

Dengan kehadiran rute-rute penerbangan baru di sejumlah bandara AP II, maka diharapkan agar pariwisata nasional bisa tumbuh lebih cepat. Misalnya, seperti yang sudah disebutkan di atas, Bandara Banyuwangi sudah membuka rute untuk penerbangan Banyuwangi-Denpasar.

Seperti yang lo tahu, Bali merupakan destinasi wista populer yang sudah terkenal di dunia. Sementara itu, di sisi lain pariwisata Banyuwangi juga sedang tumbuh cukup pesat. Nah, adanya rute penerbangan Banyuwangi-Denpasar bakal sangat mendorong pertumbuhan wisata nasional.

 

Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Bangunan Bandara Sultan Syarif Kasim II terlihat modern dengan dinding-dinding kaca. Terlihat tulisan nama bandara berwarna kuning.

Tidak hanya menguntungkan sektor wisata, pembukaan rute-rute penerbangan bari juga diprediksi bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Bandara Sultan Syarif Kasim II, misalnya, baru-baru ini membuka rute baru dari Pekanbaru ke Malaka, Malaysia. Dengan dibukanya rute ini, maka bertambahlah penerbangan internasional yang disediakan di Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Sebagai kota terbesar ketiga di Sumatera, Pekanbaru dikenal akan industri perkebunannya yang cukup maju. Tentunya kota satu ini juga punya pilihan destinasi wisata yang beragam. Bertambahnya rute penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II diharapkan bisa membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Riau, khususnya Pekanbaru.

 

Nggak ada lagi alasan untuk nggak menjelajah destinasi dalam negeri. Semakin banyaknya rute penerbangan yang dibuka bakal sangat memudahkan lo untuk bepergian. 

 

 

Source: goodnewsfromindonesia.id

Indonesia Bakal Punya Jurassic Park di Labuan Bajo, Seperti Apa?

Monday, February 10, 2020 - 17:22
Terdapat dua komodo di atas tanah yang berumput.

Salah satu tempat wisata di Indonesia yang paling terkenal tentunya adalah Labuan Bajo. Pemerintah juga terus mengembangkan infrastuktur di area Labuan Bajo. Salah satu pengembangan yang menarik perhatian yaitu akan dibangunnya wisata premium di Pulau Rinca dengan tema seperti yang ada di film Jurassic Park.

 

Pengembangan Pulau Rinca Menggunakan Konsep Geopark

Konsep desain yang akan diterapkan di Pulau Rinca dengan pengunjung berada di sekitar pusat atraksi komodo.

Kawasan Labuan Bajo merupakan salah satu tempat wisata yang paling diprioritaskan pembangunannya oleh pemerintah. Salah satu area yang akan mulai dikembangkan yaitu di Pulau Rinca yang berlokasi di Kabupaten Manggarai Barat.

Pengembangan yang dilakukan di Pulau Rinca akan cukup signifikan karena area ini akan dijadikan salah satu destinasi wisata yang premium. Pulau Rinca akan dikembangkan dengan konsep pendekatan geopark. Konsep ini akan membuat Pulau Rinca tetap memiliki keindahan alamnya karena akan fokus pada perlindungan dan warisan geologi yang telah ada. Pengembangan ini memang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi alam di Pulau Rinca secara berkelanjutan.

 

Konsep Desain di Pulau Rinca akan Mirip dengan Jurassic Park

Memiliki tema seperti di film Jurassic Park, pembangunan Pulau Rinca tidak akan mengganggu apalagi merusak habitat Komodo. Nantinya di tempat ini akan dibuat Dermaga Loh Buaya dengan luas hingga 400 meter persegi dan dibuat menyerupai bentuk lidah Komodo. Pengunjung yang datang juga masih bisa melihat Komodo tapi hanya dalam satu titik saja. Jadi nanti akan dibuat sebuah tempat khusus yang dimanfaatkan untuk melihat aksi komodo.

Di Pulau Rinca terdapat sekitar 45 liang habitat komodo. Namun, nantinya hanya ada satu liang saja yang akan digunakan sebagai atraksi untuk wisatawan. Hal tersebut dilakukan agar komodo tidak akan merasa terganggu dengan kehadiran para wisatawan yang berada di sana.

 

Fasilitas Keren yang Akan Dibangun di Pulau Rinca

Konsep area trekking untuk wisatawan yang ingin berjalan kaki di sekitar Pulau Rinca.

Selain terdapat tempat khusus yang bisa memperlihatkan kegiatan para komodo, di Pulau Rinca juga akan dibangun sejumlah fasilitas yang keren lainnya. Salah satunya adalah dibangunnya jalur jalan kaki untuk para wisatawan dengan struktur melayang. Hal itu dibuat agar para wisatawan bisa leluasa berjalan kaki tanpa mengganggu aktivitas komodo yang berada di bawahnya.

Nggak hanya itu saja, fasilitas lain yang direncanakan untuk dibangun di Pulau Rinca antara lain kafe, pusat oleh-oleh, pusat informasi, toilet umum, penginapan untuk peneliti dan pemandu wisata dan bahkan beberapa spot untuk selfie. Pembangunan juga akan fokus untuk menata rumah-rumah warga yang ada di sekitarnya. Nantinya rumah warga akan didesain dengan rumah tradisional Manggarai sehingga tetap menunjukkan kearifan lokalnya.

Kementrian PUPR telah menyiapkan sejumlah dana hingga 52 miliar rupiah untuk pembangunan di Kawasan Pulau Rinca. Proyek pembangunannya sendiri baru mulai dilakukan di bulan Februari 2020 dan dijadwalkan akan selesai pada Desember 2020 mendatang.

 

 

Sources: goodnewsfromindonesia.id, kompas.com, viva.co.id