• Traveling
  • Sering Dilupakan, 5 Etika Penting Saat Berkendara

Sering Dilupakan, 5 Etika Penting Saat Berkendara

Tue, 24 March 2020
Seorang pria sedang mengendarai mobil

Selain banyak peraturan yang sudah ada, masih saja ada etika penting saat berkendara yang sering dilupakan bahkan sengaja diabaikan orang-orang di jalan. Seperti halnya tempat umum lainnya, jalanan juga milik bersama. Ada etika sosial yang perlu lo perhatikan dan lakukan selama lo berkendara. Nggak cuma bisa menyelamatkan lo dari potensi kecelakaan saat berkendara, tetapi juga memanusiakan diri lo sendiri, sekaligus menjaga keamanan di jalan bagi semua orang yang berada di sana.

Untuk mengingatkan lo kembali, ini lima etika penting yang perlu lo praktikkan selama berkendara.

                                    

Nggak pakai ponsel selama mengemudi

Seorang pengendara sedang membalas chat saat mengemudi

Seperti yang lo tahu, beberapa kecelakaan di jalan sering diakibatkan karena pengendara menggunakan ponsel selama mengemudi. Bukan menggunakan ponsel untuk melihat map, melainkan ada yang melakukan panggilan telepon tanpa handsfree, atau membalas chat. Salah satu etika yang harus lo miliki saat berkendara di jalan adalah dengan nggak menggunakan ponsel lo.

Kalau lo butuh melihat map, gunakan aksesoris tempel atau penyangga untuk ponsel lo. Pastikan juga ponsel lo terhubung dengan headset, atau mode handsfree. Lo juga bisa berhenti sebentar jika harus melakukan panggilan telepon.

 

Jaga jarak saat berkendara

Dua mobil dalam jarak yang cukup jauh melaju di jalanan

Saat berkendara di jalan lo juga harus berkontribusi dengan keselamatan serta keamanan sesama pengemudi di jalan. Caranya adalah dengan menciptakan jarak yang cukup antara kendaraan lo dan kendaraan lain untuk bergerak. Mengingat apa saja bisa terjadi saat berkendara, ada baiknya tetap berhati-hati dengan menjaga jarak.

 

Hargai pejalan kaki

Dua orang pejalan kaki melintas di tengah jalan

Nggak cuma pengendara motor, mobil, atau kendaraan lainnya. Di jalan juga ada pejalan kaki. Sebagai pengendara yang baik, lo juga harus memperhatikan hak-hak pejalan kaki. Ini berarti lo setidaknya paham marka dan rambu-rambu lalu lintas yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Contoh sederhana adalah memberikan kesempatan bagi pejalan kaki untuk menyebrang di zebra cross sekali pun tidak ada lampu merah di jalan yang lo lewati tersebut. Sayangnya, masih banyak pengendara yang tidak mempraktikan etika ini saat berkendara. Lo bisa menjadi contoh bagi pengendara lain.

 

Bahu jalan hanya untuk keadaan darurat

Beberapa jalan yang lo lalui saat berkendara punya bahu jalan. Fungsi dari bahu jalan ini adalah menyediakan ruang berhenti sebentar bagi para pengendara. Bahu jalan ini juga hanya diperuntukkan bagi keadaan darurat. Ini berarti lo nggak bisa memakai bahu jalan untuk beristirahat dalam waktu lama. Sebaiknya berhenti di rest area, atau area pemberhentian lain.

 

Hormati pengendara lain

Seorang pengendara terlihat mengepalkan tangan

Hal terakhir yang juga penting namun sering sekali dilupakan oleh para pengendara adalah saling menghormati antara satu pengendara dengan pengendara yang lain. Ingatkan diri lo saat berkendara, bahwa yang bergerak di jalan itu bukan barang atau kendaraan semata, ada manusia yang mengendarai kendaraan. Berperilakulah manusiawi saat berada di jalan.

Jangan melempar kata-kata kasar ke sesama pengemudi. Kalau pun ada sesuatu yang salah atau janggal, pilih kata-kata yang sopan untuk menegur. Perhatikan juga tangan lo sendiri saat akan membunyikan klakson. Sebisa mungkin tunjukan etika ini saat berkendara.

Dengan menjaga etika lo saat berkendara, lo sudah menunjukkan kelas lo seperti apa. Bahwa lo menghargai sesama pengguna jalan, dan sekaligus jadi contoh bagi pengendara lainnya. Kalau sedang lelah, atau emosi, sebaiknya berhenti sebentar untuk beristirahat atau menjernihkan pikiran. Supaya suasana berkendara lo kembali nyaman.

 

 

 

Sources: IDN Times, Glitz Media, Zona Bikers

Pengin Jalan ke Museum? Coba Fitur Virtual Traveling Ini Bro!

Mon, 14 September 2020
traveling ke museum virtual

Perkembangan teknologi bisa jadi inspirasi tersendiri buat lo semua yang sudah rindu banget buat traveling tapi belum bisa dilakukan karena kondisi seperti ini yang tidak memungkinkan. Terlebih buat lo yang suka jalan-jalan ke museum, sekarang cara baru buat melakukannya, bro!

Kalau beberapa waktu lalu kita sudah bahas bagaimana kemungkinan adanya menikmati konser musik dengan konsep virtual reality – kali ini, dengan konsep yang hampir sama, bisa diterapkan juga buat lo yang mau jalan-jalan ke museum.

Terlebih buat di berbagai negara lainnya, yang mengakali pandemi ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin maju ini. Banyak museum di luar sana yang sudah memanfaatkan hal tersebut ditandai dengan terbukanya pintu museum secara virtual.

Lo bisa menikmati karya-karya seniman yang disimpan rapi di dalam museum hanya dari layer ponsel smartphone saja atau computer di mana lo berada. #MauLagiDimanapun lo tetap bisa jalan-jalan seru ke museum-museum.

Nah bagaimana di Indonesia sendiri? Perlu lo ketahui nih kalau setidaknya ada 4 museum atau galeri karya seni yang bisa lo datangi secara virtual. Penasaran di mana saja? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Virtual Traveling ke Biennale Jogja

virtual traveling museum biennale jogja 2020

Credit Image: goodnewsfromindonesia.id

Sudah menjadi wadah buat seniman lokal ataupun internasional buat berkarya, belajar dan berdiskusi terkait karya di bidang seni visual, dari tahun 1988, Biennale Jogja jadi tempat yang seru buat didatangi.

Bekerja sama dengan Google Arts & Culture, pagelaran seni yang prestis dari Biennale Jogja masih bisa lo nikmati secara virtual. Lo bisa langsung gas ke halaman utama websitenya buat menikmati hasil karya seni visualnya keren-keren.

 

Ciputra Artpreneur

Kurang lebih konsep dasarnya sama, bekerja sama dengan Google Arts & Culture, salah satu kolektor karya seni, Dr. Ir. Ciputra mempunyai Ciputra Artpreneur yang berisikan banyak sekali karya seni visual luar biasa indahnya. Lo bisa menikmati karya-karya luar biasa tersebut secara virtual.

 

‘Trajectory’: A Decade of Lawangwangi

Berlokasi di Bandung, melalui website ArtSociates lo bisa menikmati ‘Trajectory’ yang berisikan 10 karya dari 10 seniman lintas generasi yang karyanya benar-benar luar biasa. Di pameran ini, lo bisa menikmatinya dengan cara virtual.

 

Pameran #KilasBalik Selasar Sunaryo

Masih dari Bandung lagi, Selasar Sunaryo juga ikut memboyong karya-karya yang ada di dalamnya untuk bisa dinikmati secara virtual. Melalui pameran #KilasBalik, lo bisa menikmati kreasi-kreasi yang sebelumnya sudah pernah dipamerkan juga.

Tidak hanya kreasi-kreasi yang sudah ada saja, lo bisa melihat juga berbagai koleksi buku, katalog dan berbagai karya seni lainnya di dalam eksibisi tersebut. Secara virtual, karya-karya di sana bisa lo nikmati dari layar smartphone lo saja.

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai pameran dan museum yang menyediakan layanan kunjungan virtual, yang mana nih yang sudah lo rencanakan buat di datangi?

 

Feature Image – secretldn.com