Trending
Minggu, 28 Juli 2019

3 Hidangan Halal Istimewa di Festival Bakmi Tirta Lie, Lo Masih Bisa Cobain di TKP!

  • Share

Bagi lo para foodies pencinta bakmi pastinya udah nggak asing dong mendengar nama Tirta Lie? Ya, nama Tirta Lie memang sudah dikenal sebagai jaminan rekomendasi bakmi enak di Jakarta. Nah, pada 2-6 Oktober 2019 lalu, tepatnya di Gandaria City Mall, ada digelar Festival Bakmi Tirta Lie yang memuat 30 pilihan bakmi favoritnya!

Walaupun, acaranya sudah lewat Urbaners, lo masih bisa mencicipi menu bakmi tersebut di TKP alias restorannya langsung kok! Nah, untuk merangkum keseruan festival kuliner ini, berikut adalah 3 hidangan halal istimewa yang nggak salah untuk dijajal. Check these out!

 

Bukan Cuma Bakmi, Ada Gyoza dan Bakso Goreng Juga!

Bakso goreng yang renyah di luar, empuk di dalam

Judulnya memang “bakmi” tapi hidangan yang disajikan di Festival Bakmi Tirta Lie ini tidak melulu bakmi, kok Urbaners. Ada beberapa menu pendamping yang biasanya nikmat menjadi pendamping bakmi dan tak kalah enak.

Salah satunya adalah bakso goreng (Rp 15.000) dari Bakmi Ayam Kampung Ationg dan Gyoza (Rp 45.000) dari Mipolo Noodle & Gyoza yang nendang banget! Nggak seperti bakso goreng pada umumnya yang menjadi kering dan terlalu kriuk, komposisi dari pengolahan Bakso goreng di Bakmi Ayam Kampung Ationg ini perfect banget. Tidak terlalu kering di luar dan kelembutan yang hakiki di dalam.

Bakso goreng ini disajikan secara utuh, tapi ada juga yang dipotong-potong dengan ukuran bite size. Cocolan sambalnya juga menambah kenikmatan saat lo menggigit bakso goreng ini!

Gyoza dengan dua pilihan olahan, dipanggang atau direbus

Gyoza di Mipolo Noodle & Gyoza juga oke banget untuk jadi camilan teman makan bakmi. Lo bisa milih mau dipanggang atau direbus. Cacahan daging ayam rebus yang sudah dibumbui plus sayuran yang menjadi isian dalamnya merupakan persilangan yang perfecto!

Ukurannya pun cukup besar, sehingga lo butuh dua gigitan untuk menyantapnya. Kalau lo pesan yang panggang, ada sensasi rasa terbakar yang mampir ke lidah sehingga mengunyah kudapan ini jadi lebih nikmat!

 

Bakmi Komplet dari Pangsit Mie & Lemper Ayam Spesial 168

Bakmi komplet dengan kacang mete, jamur, dan udang jumbo. Ngiler nggak lo?

Mengapa bakmi seharga Rp40.000 ini jadi salah satu yang the best? Soalnya bakmi ini komplet banget Urbaners! Apalagi buat lo yang belum makan siang, habis olahraga dan perut keroncongan. Menikmati bakmi ini bakal bikin hari lo complete!

Ada beberapa pilihan topping yang bisa lo cobain, mau yang daging sapi atau ayam. Tapi, apapun pilihannya, lo akan mendapat cacahan jamur, udang montok, dan kacang mete! Pasti lo bakal heran, kok makan bakmi dengan kacang mete. Ternyata menyuapkan bakmi dibarengi gigitan kacang mete cukup unik. Tekstur kacang yang keras akan melengkapi cita rasa mi yang lembut.

Apalagi mi di Pangsit Mie & Lemper Ayam Spesial 168 ini lembut dan berbumbu banget. Jadi, bukan olahan mie biasa yang tawar tanpa rasa. Sekilas porsinya mungkin terlihat kecil, tapi setelah lo makan, lo akan kekenyangan karena menu ini padat banget berkat mi-nya memang tebal dan berlemak.

 

30 Bakmi Terbaik di Jakarta

Tiga tempat makan tadi hanya sebagian dari 30 bakmi terbaik Jakarta menurut Tirta Lie. Saat datang ke festivalnya, lo bakalan menemukan banyak counter mi yang namanya familiar seperti Mie Ayam Siantar, Umaramu Indonesian Noodle, Mie Rica Gading, Kedai Tang, Meimo Masakan Manado, juga Bakmi Pejagalan. Ya, di antara 30 counter bakmi tersebut sebagian adalah non-halal. Tapi, Festival Bakmi Tirta Lie ini memisahkan area food court yang halal dan non halal sehingga lo semua bisa nyaman dan tenang menikmati bakmi favoritnya.

Suasana ramai dari siang sampai malam di Festival Bakmi Tirta Lie

Dalam rangkaian acara festival bakmi ini, turut dilangsungkan juga peluncuran buku 100 Bakmi Terbaik di Jakarta. Dalam buku tersebut, Tirta Lie merangkum 100 bakmi favoritnya di Jakarta. Konon, pria paruh baya yang senang menggowes sepeda ini sudah mencicipi 1000 bakmi di Jakarta! Wow!

Sebenarnya penemuannya akan bakmi terbaik ini adalah hasil penelusurannya dari menggowes. Setiap kali menggowes, Tirta kerap mampir ke warung bakmi untuk mengganjal perutnya. Lantas kenapa harus bakmi? Dia menilai bakmi tidak seberat nasi, makanya pilihannya jatuh ke bakmi.

Di balik enak, gurih, dan mantapnya bakmi, ternyata bakmi punya sejarah yang panjang di Indonesia, Urbaners. Untuk masyarakat Tionghoa, bakmi melambangkan panjang umur dan rezeki yang tidak putus. Ketika bakmi dijadikan sebagai tradisi filosofis panjang umur, diharapkan ketika orang menyantapnya dengan menyeruput. Jangan digigit karena akan menghambat rezeki.

Di etnis Jawa sendiri bakmi juga menjadi makanan tradisional. Namun, sedikit berbeda dengan bakmi oriental, Bakmi Jawa bumbunya lebih manis dengan warna yang lebih coklat. Seperti yang disampaikan Tirta Lie, bakmi jarang dijadikan sebagai makanan berat. Jatuhnya selalu makanan yang tidak terlalu berat. Jadi, cocok untuk sarapan ataupun ngemil di sore hari.

Sejatinya, setiap orang punya caranya masing-masing dalam menikmati sajian bakmi. Ada yang menikmatinya polos tanpa bumbu tambahan, ada yang memisahkan antara mi dan kuahnya. Kalau menurut Tirta Lie, sebelum menyantap bakmi ada baiknya lo mencicipi bakmi tersebut tanpa topping ataupun sambal. Ini dilakukan supaya lo bisa merasakan tekstur dan rasa murni dari mi tersebut.

Namanya juga bakmi, pastinya yang seharusnya juara adalah mi-nya bukan topping ataupun kuahnya. Selain itu menurut Tirta, bakmi yang enak juga biasanya bakmi yang dibikin sendiri bukan pabrikan ataupun diolah massal. Soalnya jenis tepung yang dipakai juga mempengaruhi, Urbaners! Nah, kalau lo sendiri punya bakmi favorit nggak?

Comments

No one has commented yet. Be the first to comment on this article!