Trending
Rabu, 29 Agustus 2018

4 Film Berdurasi Singkat Indonesia yang Kualitasnya Sudah Diakui Dunia

  • Share
  • fb-share
4 Film Berdurasi Singkat Indonesia yang Kualitasnya Sudah Diakui Dunia

Film berdurasi singkat saat ini banyak banget digemari anak muda karena durasinya tidak terlalu panjang. Meski berdurasi singkat, film cukup kompleks dalam pembuatannya Urbaners. Karena si pembuat film harus bisa menyampaikan pesannya kepada penonton dengan durasi pendek.

 

Film Berdurasi Singkat Indonesia yang Sudah Diakui Dunia

Indonesia punya banyak film berdurasi singkat yang mampu menembus kancah internasional. Apa saja? Inilah 4 film berdurasi singkat Indonesia yang kualitasnya sudah diakui dunia.

 

Kapur Ade

 

 

Film dengan judul internasional Little Sister’s Chalk adalah film garapan Firman Widyasmara. Film sepanjang lima menit ini menceritakan tentang kisah kakak beradik yang hidup di tengah hiruk pikuk kota besar namun tetap asyik bermain dan ceria. Ide sederhana cerita ini mampu membuat juri kompetisi film singkat Asia Viddsee Juree Awards 2016 terkesan, dan film ini berhasil memenangkan Gold Award Urbaners.

 

Rotasi

 

 

Film yang disutradarai Destian Rendra ini mencuri perhatian juri pada ajang The 5 minutes video challenge, Joko Anwar. Meski dibuat sekelompok mahasiswa dari Malang Jawa Timur, film ini bisa ngalahin 250 film lainnya dari seluruh Indonesia. Film ini mewakili Indonesia di The 5 minutes’ video challenge International. Lo pasti nggak nyangka kan kalau film ini jadi juara satu ngalahin berbagai film singkat lain dari Filipina, Australia, Tanzania, Singapura dan negara-negara lainnya.

 

Prenjak

 

 

Film singkat garapan sutradara asal Yogyakarta, Wregas Bhanutedja ini mampu mengalahkan 10 film lainnya dari berbagai negara di ajang yang paling bergengsi di seluruh dunia. Film berdurasi 13 menit ini sempat menghebohkan pecinta film tanah air setelah memenangkan Leica Cine Discovery Prize dalam festival film Cannes 2016.  Film Prenjak memenangkan film singkat terbaik di festival itu Urbaners!

 

The Dancing Leaves

Film dokumenter karya BW Purba Negara ini punya judul lain Digdaya Ing Bebaya. Film ini menceritakan tentang kehidupan warga di lereng gunung merapi yang nggak mau direlokasi setelah gunung merapi meletus. Film yang juga bersaing dengan Little Sister’s Chalk di kompetisi Viddsee Juree Awards 2016 ini berhasil menyabet Silver Award lho.

 

Banyak film berdurasi singkat Indonesia buatan anak bangsa yang kualitasnya sudah diakui dunia. Alur cerita film singkat nggak kalah menarik dengan film berdurasi panjang lho, Urbaners. Sineas-sineas muda Indonesia terbukti punya eksekusi film yang oke punya.

 

 

Source: Kompas.com

Comments
Sukamto
diakui dunia.
Muntakhimah
cukup kompleks