Trending
Jumat, 08 Mei 2015

Go Naked: Say Bye to Phone Case

  • Share
  • fb-share
Go Naked:  Say Bye to Phone Case

Andai saja smartphone bisa protes, apa dia akan mengeluh kalau ‘dipenjara’ dalam case? Bisa jadi. Sebenarnya, pemakaian case di smartphone itu penting nggak penting. Dari segi teknis, panas adalah juara dalam bidang mempercepat usangnya baterai dan bikin smartphone lelet. Kalau smartphone lo cepat panas (dan kemungkinan besar iya, karena siapa sih yang bisa tahan nggak otak-atik handphone lama-lama?), membungkus smartphone lo cuma akan memperparah keadaan. Thanks to your bulky, non breathable case, panas yang dihasilkan smartphone lo akan terperangkap dalam case.

Selain alasan teknis, alasan praktis juga harus diperhitungkan. Smartphone yang tebal, gemuk, dan nggak handy adalah masalah klasik bagi para pencinta case smartphone. Kadang, saking gemuknya, smartphone jadi gagal masuk ke kantong celana dan terpaksa ditenteng kemana-mana. Samsung Galaxy S3 Slim kebanggaan lo seketika berubah jadi Samsung Galaxy S3 obese, thanks to the bulky case once again.

Masih berkutat seputar alasan praktis, pernah gagal membidik momen spesial dengan kamera smartphone lo karena nggak sengaja terhalang flip case? Meski dipuja karena bisa melindungi body dan bagian layar sekaligus, flipcase bisa berubah menjadi pengganggu menyebalkan saat harus menjepret foto, apalagi dengan satu tangan. Bagian flip yang berkibar-kibar kalau nggak dipegangi akan menyebabkan kamera smartphone lo ketutupan. Buat jengkel? Pastinya.

Butuh alasan lain? Kalau diibaratkan, membungkus smartphone dengan case seperti membungkus sofa favorit lo dengan plastik. Nggak nyaman, nggak bisa dinikmati, dan mengganggu. Lo nggak perlu membolak-balik halaman majalah gadget untuk tau smartphone dengan layar anti gores dan body kokoh, cuma untuk dibungkus case pada akhirnya. Kalau lo paranoid handphone lo jatuh, lo harus ingat kalau gravity is stronger than you-and your phone case. Terjadilah apa yang harus terjadi.

Terakhir, phone case is not natural. End of story. Para teknisi smartphone kesayangan lo sudah mempertimbangkan desain produk mereka matang-matang. Nikmati smartphone lo apa adanya. That's the device the manufacturer designed. Dan phone case nggak termasuk dalam paket. So, ready to set your phone free?

Source : lifehacker.com, gizmodo.com,computerworld.com

 

 

Comments
SRI YAYA ASTUTI
Butuh alasan lain? Kalau diibaratkan, membungkus smartphone dengan case seperti membungkus sofa favorit lo dengan plastik. Nggak nyaman, nggak bisa dinikmati, dan mengganggu. Lo nggak perlu membolak-balik halaman majalah gadget untuk tau smartphone dengan layar anti gores dan body kokoh, cuma untuk dibungkus case pada akhirnya. Kalau lo paranoid handphone lo jatuh, lo harus ingat kalau gravity is stronger than you-and your phone case. Terjadilah apa yang harus terjadi.
SRI YAYA ASTUTI
Butuh alasan lain? Kalau diibaratkan, membungkus smartphone dengan case seperti membungkus sofa favorit lo dengan plastik. Nggak nyaman, nggak bisa dinikmati, dan mengganggu. Lo nggak perlu membolak-balik halaman majalah gadget untuk tau smartphone dengan layar anti gores dan body kokoh, cuma untuk dibungkus case pada akhirnya. Kalau lo paranoid handphone lo jatuh, lo harus ingat kalau gravity is stronger than you-and your phone case. Terjadilah apa yang harus terjadi.