Trendings
Selasa, 29 September 2015

Grimes Tunda Perilisan Album

  • Share

Claire Elise Boucher, atau yang lebih dikenal dengan nama panggungnya yaitu Grimes, baru – baru ini menyatakan bahwa ia telah memutuskan untuk membuang lagu – lagu yang ditulisnya untuk perilisan album baru. Banyaj spekulasi yang mengatakan bahwa keputusan Grimes untuk membuang lagunya adalah karena reaksi negatif para fans terhadap single terbarunya, yaitu “Go.”, yang awalnya ditulis untuk Rihanna. Namun Grimes menyangkal pernyataan tersebut.

Pada akun Tumblr-nya, Grimes mengklarifikasi mengenai pernyataan tersebut. Grimes mengatakan alasan ia membuang lagu – lagu yang ditulisnya untuk album baru adalah karena ia merasa lagu – lagu tersebut terlalu terkesan depresi, dan ia enggan untuk membawakan lagu – lagu tersebut ketika sedang menjalankan tour keliling dunia. Dalam Tumblr-nya tersebut ia menuliskan bahwa ada kemungkinan ia akan meriliskan lagu – lagu tersebut dalam sebuah album suatu hari nanti. Ia juga mengatakan bahwa lagu “Go” memang nggak direncanakan untuk termasuk kedalam album terbarunya dan lagu itu hanya di rilis sebagai ucapan terima kasih kepada fans karena telah menunggu perilisan album baru yang tertunda.

Claire Elise Boucher lahir di Vancouver, British Columbia pada 17 Maret 1988. Dia adalah keturunan Ukrania dan Russia. Pada umur 18, Boucher kuliah di McGill University untuk belakar neuroscience. Pada masa – masa kuliah itulah ia mulai melakukan rekaman dan perform menggunakan nama Grimes, nama yang diambilnya dari salah satu genre musik yaitu Grime. Karena kesibukannya dalam bermusik, Boucher jadi nggak pernah menghadiri kelas dan hanya datang saat ulangan. Hal ini membuat pihak universitas mengambil tindakan untuk mengeluarkan Boucher dari kampus. Setelah itu Boucher mulai melakukan perform ke berbagai tempat sampai akhirnya ia mengeluarkan album debutnya pada tahun 2010 yang berjudul Geidi Primes.

 

Source : www.nme.com,  www.huhmagazine.co.uk, consequenceofsound.files.wordpress.com 

 

 

Comments

mantappppppp