Trending
Rabu, 22 Juli 2020

Murphy Radio, Harta Karun dari Samarinda

  • Share
  • fb-share
Murphy Radio, Harta Karun dari Samarinda

Kalau bicara soal band Tanah Air, faktanya sampai hari ini blantika musik Indonesia masih didominasi band dari kota-kota besar. Meski begitu, belakangan ini sebuah band dari kota Samarinda, Murphy Radio mulai mencuat ke permukaan karena kualitas musiknya yang nggak kalah keren dari band di kota besar. Mereka bahkan digadang sebagai angin segar dalam skena Rock Indonesia. Yuk, kenalan lebih jauh sama duo Wendra dan Aldi!

 

Di-Support Label Rekaman Luar Negeri

Memulai debut pada 2013, Murphy Radio yang terdiri dari Wendra (gitaris) dan Aldi Yamin (bassist) adalah sebuah band bergenre Math-Rock. Ciri khas mereka ada pada kombinasi lagu-lagu instrumental tanpa lirik dan nada-nada emosional dalam aransemen musik yang kompleks.

Nama Murphy Radio sendiri mulai dikenal sejak dirilisnya single “Sports Between Trenches” di tahun 2017. Lagu ini membuat nama mereka melambung dan eksistensinya diakui di kalangan para pencinta musik rock Tanah Air. Meski cukup nekat karena mengusung genre yang nggak banyak diketahui orang, Wendra dan Aldi percaya diri merilis album perdana berjudul “Self-titled” pada tahun 2018 yang dirilis label asal Singapura, An Atmos Initiative, dan Friends of Mine dari Jepang.

Aldi Yamin ketika sedang manggung bersama Murphy Radio

Kualitas musik Murphy Radio nggak perlu diragukan lagi, Bro! Petikan gitar dan gebukan drumnya yang bersemangat mampu menyatukan orang dengan selera musik yang berbeda-beda. Menurut duo ini, musik itu nggak ada batasannya, yang penting ketika bermusik adalah mampu menangkap dan menerjemahkan pesan yang ingin disampaikan menjadi suatu karya.

 

Nggak Mengikuti Arus Mainstream

Bagi Wendra dan Aldi, kesulitan mereka dalam bermusik bukan berasal dari proses pembuatan karya, tapi ketika mereka saling mencocokkan penafsiran masing-masing pada tiap pattern lagu-lagu mereka. “Tiap personil punya cara sendiri memainkan beberapa tempo dan notasi yang cenderung berubah-ubah di tiap lagu. Makanya kesulitan kita bukan dalam musiknya, melainkan menyatukan pemikiran dan pendapat,” kata Wendra yang kini sedang sibuk mengurus kafe miliknya.

Potret Wendra, gitaris Murphy Radio

Alunan melodi tanpa kata ala Murphy Radio memang unik dan menarik untuk digali lebih dalam. Gabungan elemen midwest emo dari dimensi Barat dan elemen Japanese math-rock dari dimensi Timur di lagu-lagu Murphy Radio akan mengingatkan lo pada opening scene anime Jepang. Hal ini memang sengaja dilakukan Murphy Radio untuk memberi kejutan para pendengarnya. Daripada mengincar pasar komersil, mereka lebih memfokuskan diri agar musik mereka bisa didengar banyak orang dan membentuk pasar sendiri.

Band yang memenangkan kompetisi Planetrox Indonesia ini mengaku sangat senang ketika melihat orang-orang bisa menikmati musik Murphy Radio dengan imajinasi mereka sendiri. “Apalagi kalau orang-orang ngerti dan ngerasain apa yang ingin kita sampaikan. Kayak waktu itu pas kami manggung di Solo, penontonnya enjoy banget goyang Bang Jali sambil dengerin musik kami!” imbuh Aldi yang kini sedang sibuk skripsi.

 

Meningkatkan Kepedulian Down Syndrome

Murphy Radio dalam lokasi shooting Autumn dan Sandy

Bertepatan dengan Hari Down Syndrome Sedunia pada tanggal 21 Maret, Murphy Radio pun merilis single “Autumn” dan “Sandy” yang mengangkat isu Down Syndrome. Pemilihan tema ini ternyata berdasarkan pengalaman pribadi mereka ketika bertemu anak berkebutuhan khusus, Bro. “Waktu itu gue ketemu ibu-ibu lagi belanja sama anaknya yang Down Syndrome. Gue perhatiin anaknya ini suka senyum dan bicara sendiri, seolah-olah lagi ngobrol sama orang lain. Di situ gue berpikir, kayaknya anak berkebutuhan khusus punya cara berbeda dalam melihat dunia deh. Mungkin apa yang dia lihat itu jauh lebih indah dari apa yang gue lihat,” cerita Wendra.

Autumn dan Sandy adalah percobaan Murphy Radio untuk mengubah pandangan orang-orang mengenai orang berkebutuhan khusus. Di kedua lagu ini, mereka menghadirkan musik yang penuh semangat, selaras dengan pesan mereka untuk menampilkan citra baru orang-orang yang memiliki kelebihan. Suasana penuh harapan yang dihadirkan seakan memberi tahu kita bahwa para penyandang disabilitas juga memiliki impian yang sama seperti kita semua.

 

Berkarya Tanpa Batasan Jarak

Musik dari kota besar yang kerap menyilaukan mata, membuat band dari kota-kota kecil sering dianggap sebelah mata. Keberadaan Murphy Radio menjadi tombak bangkitnya pergerakan skena musik independen di kota-kota kecil. Mereka membuktikan bahwa geografi bukanlah suatu halangan untuk berkarya. “Kunci kita ada di teknologi. Kita harus memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin untuk mempromosikan karya kita dan membangun jaringan antar kota supaya dapat banyak support dari pelaku musik lain, gig organizer, dan media-media lokal,” tambah Wendra.

Pada tahun 2018, Murphy Radio memenangkan kompetisi Planetrox Indonesia dan berhasil tampil di Festival Envol et Macadam di Quebec, Kanada.

Ke depannya, Wendra dan Aldi berharap agar semakin banyak orang yang mendengarkan lagu-lagu Murphy Radio dan juga semakin banyak kota yang bisa mereka kunjungi untuk perform setelah masa pandemi berakhir. “Next-nya kami ingin kolaborasi dengan musisi, visual artist, atau brand. Kami percaya bisa menggali musik kami lebih luas dan dalam ketika berkolaborasi!” tutup Aldi.

Untuk menikmati musik duo Murphy Radio, lo memang harus menyimak lagunya lebih dari sekali untuk mengerti komposisi instrumental kompleksnya. Karenanya, ini waktunya lo menambahkan lagu Murphy Radio di playlist lo, Bro! Kalau mau mengulik karya-karya mereka lebih jauh, lo juga bisa cek Instagram Murphy Radio di @murphyradio, dengerin lagunya di Spotify dan Soundcloud, dan jangan lupa beli album fisiknya untuk terus mendukung kebangkitan band Indonesia!

Comments
PUTRI PUSTIKA SARI
mantap infonya
Sudane
Nice info gan