Trending
Jumat, 28 Juni 2019

Nikmati Seni Kontemporer dengan Nuansa Tradisional di Jogja National Museum

  • Share

Banyak cara menikmati karya seni rupa agar tak terkesan monoton dan membosankan. Salah satunya dengan berkunjung ke Jogja National Museum di Jl. Prof. DR. Ki Amri Yahya No.1. Bangunan yang dulunya adalah kampus akademi seni rupa Jogja yang sempat terbengkalai ini disulap menjadi sebuah museum seni rupa kontemporer yang wajib dikunjungi. Seperti apa sejarah museum JNM dan apa aja kegiatan seni yang bisa dilakukan di museum ini? Yuk, cek ulasannya, Urbaners!

 

Kampus Akademi Seni Rupa Yang Beralih Fungsi Jadi Museum

Akses Masuk Menuju Museum JNM

Suasana sejuk ditemani semilir angin dan suara ranting yang bergesekan di dahan pohon-pohon besar menjadi gerbang pembuka sebelum masuk dan mengitari Jogja National Museum (JNM). Masuk ke halaman museum  ini, lo akan disambut dengan suasana yang asri, karena banyaknya pohon-pohon rindang yang mengitari area. Di sisi halaman, terdapat patung Prof Katamsi. Patung beliau sengaja diabadikan sebagai jejak sejarah bahwa dulunya JNM adalah kampus akademi seni rupa pertama di Jogja dan Prof Katamsi adalah direktur utamanya kala itu.

Salah Satu Sudut Museum Yang Dipenuhi Sketsa

Sebelum beralih fungsi menjadi museum, JNM awalnya adalah bangunan kampus Akademi Seni Rupa Indonesia yang berdiri sejak tahun 1950. Pada tahun 1984, akademi ini berubah menjadi Fakultas Seni Rupa dan Desain. Lalu, di tahun 1998, Institut Seni Indonesia Jogja menempati bangunan baru. Otomatis, bangunan ini menjadi kosong dan mulai terbengkalai karena nggak ada yang merawat, Urbaners.

Hal ini tentu disayangkan banget, terutama karena kompleks bangunan ini punya nilai historis sebagai cikal bakal lahirnya para seniman Indonesia di bidang seni rupa. Nggak ingin menyia-nyiakan sisi historis ini, pada tahun 2006, Ketua Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara, KPH Wironegoro, merenovasi bangunan ini menjadi gedung Jogja National Museum.

Gagasan membangun kembali bekas kampus seni rupa menjadi museum direalisasikan oleh Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara bekerja sama dengan alumni Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta pada 19 November 2006 dengan menggelar acara Melukis Lagi di Gampingan.

Seniman yang ikut dalam kegiatan melukis lagi di Gampingan ini sepakat untuk menyumbangkan hasil lukisan yang dipamerkan untuk dana pembangunan museum. Selain bangunan yang direnovasi, fasilitas yang diperlukan untuk menunjang pameran juga ditambahkan. Di awal tahun 2008, pihak JNM mulai melakukan renovasi gedung yang dipusatkan pada gedung utama.

 

JNM Jadi Media Penyajian Seni Rupa Kontemporer

Ruang Pamer Yang Digunakan Untuk Pameran Lukisan

Secara umum, JNM hadir sebagai sebuah museum yang memperlihatkan aneka karya seni kontemporer yang unik dan berkualitas tinggi. Museum ini sangat cocok bagi para mahasiswa atau pengunjung umum yang tertarik karya seni kontemporer. Kalau lo bosan mengunjungi atraksi turis yang gitu-gitu aja, lo juga bisa mengunjungi JNM untuk menelusuri karya seni Indonesia.

Jogja National Museum memberlakukan free entry, alias semua orang diperbolehkan untuk masuk secara gratis. Ketika ada event pameran, harga tiket masuk akan disesuaikan dengan pameran yang sedang berlangsung.

Memasuki ruangan museum, lo bakal disambut dengan karya-karya seni rupa dari berbagai seniman Indonesia yang hadir dengan kreativitas masing-masing. "Saya ke museum JNM karena tertarik melihat koleksi seni rupa yang ada di sini. Selain itu, ada kegiatan diskusi seni yang sering saya ikuti untuk menambah pengetahuan seni di luar kampus," ujar Sari, salah satu pengunjung museum di siang itu.

Berbeda dengan Sari, Yudha mengaku berkunjung ke JNM dalam rangka mencari referensi karena ia akan melanjutkan studi ke Jurusan Seni Rupa. "Saya datang ke JNM sebagai salah satu cara untuk mencari informasi lebih detail tentang perkembangan dunia seni rupa, karena nantinya akan sangat berguna untuk studi tingkat lanjut," tuturnya.

Sudut Artspace Yang Digunakan Seniman Menuangkan Ide Kreatif

Kehadiran Jogja National Museum nggak hanya sebagai ruang pameran lukisan saja. Berbagai kegiatan seni juga bisa lo temui di museum yang buka pukul 09.00-16.00 WIB ini. Terdapat kegiatan seputar pengembangan wacana seni, seperti diskusi seni, seminar, lokakarya, yang semuanya mendukung isu penting yang sedang berkembang di dunia seni rupa lokal, nasional, maupun internasional. Selain program pengembangan wacana seni, JNM memiliki program lain, seperti artist in residence yang terbuka bagi seniman lokal maupun internasional untuk mengakses berbagai galeri dan tempat pertunjukan di JNM.

JNM memiliki acara tahunan yang baru-baru ini dimulai, yaitu kegiatan seni ART JOG. Selain ART JOG yang hampir 3 tahun berturut turut diadakan di JNM, kegiatan seni yang rutin diadakan di JNM adalah Biennale Jogja XI dan Biennale Jogja XII. JNM juga merintis pengadaan karya monumental dari para perupa dengan seleksi kuratorial yang melibatkan kurator, seniman, dan pengamat seni. Hasil karya yang terpilih akan menjadi koleksi di JNM.

 

Kegiatan Seni Yang Bisa Dilakukan Di JNM

Pameran Seni Rupa Bertajuk Pinokio

Kompleks JNM dibagi menjadi 4 ruang pamer utama, yaitu Ruang Fine Art Museum Gallery, Pendopo Ajiyasa, Ruang Seni Situs Patung, dan juga Ruang Situs Kriya. Khusus seniman pemula, JNM memfasilitasi ruang tersendiri untuk mengadakan dan menampilkan karya seni di sebuah galeri tanpa dipungut biaya sepeserpun.

JNM juga jadi tempat favorit mahasiswa dan pecinta seni untuk mengikuti kegiatan diskusi seni. Kalau lo hobi dengan dunia kesenian, lo bisa ikut bergabung dalam diskusi seputar kesenian yang sering diadakan di museum ini. Seniman terkenal yang ada di kota Jogja sering mengisi diskusi di JNM, sehingga lo bakal lebih leluasa menggali pengetahuan seputar kesenian secara lebih mendalam!

 

Comments

No one has commented yet. Be the first to comment on this article!