Trending
Rabu, 01 April 2015

Rumah Legendaris Film UP Tinggal Kenangan

  • Share
  • fb-share
Rumah Legendaris Film UP Tinggal Kenangan

Dengar film UP apa yang terpikirkan oleh Urbaners pertama kali? Yep, rumah milik seorang kakek dan nenek. Nggak banyak yang tau kalau film yang diproduksi Disney Pixar ini terinspirasi oleh kisah nyata kakek nenek yang hidup bersama di sebuah rumah yang berlokasi di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Kabar buruknya, rumah asli yang menginspirasi dibuatnya film UP telah dihancurkan dengan bola pesi pengembang. Warga Seattle menyayangkan kisah yang dialami kakek Carl Fredricksen dalam film UP dialami juga oleh nenek sang pemilik rumah, Edith Macefield, (84). 

Edith yang sudah meninggal pada tahun 2008 menghabiskan hidupnya selama hampir 60 tahun di rumah ini. Tahun 2006 Edith sempat ditawari pengembang uang senilai $1 juta atau sekitar Rp 13 miliar, namun Edith menolaknya karena banyak kenangan terindah dalam rumah yang nggak bisa tergantikan dengan nominal uang berapapun. Beberapa barang seperti alat musik dan kerami-keramik besar, berat untuk Edith tinggalkan.

Pada tahun 2007, Barry Martin, kepala konstruksi bangunan jadi sangat dekat dengan Edith. Barry mengganggap Edith seperti ayahnya sendiri dengan menyediakan makanan setiap hari, mengajak jalan-jalan, sampai mendengarkan setiap cerita Edith. 

Ironisnya, setelah meninggal Edith mewariskan rumahnya ke Barry, kepala proyek bangunan yang ingin mengambil rumahnya.Barry-pun menjual rumah ini seharga $ 310 ribu atau sekitar Rp 400 miliar. Sayang sekali ternyata rumah itu diambil alih pihak pengembang untuk dilelang. Dan oleh pemenang lelang rumah tersebut dihancurkan untuk dibangun kembali.

Sayang sekali ya, Urbaners rumah legendaris yang jadi inspirasi bagi warga Seattle ini harus dihancurkan karena keegoisan pihak tertentu. Memories stay in our heart, dear Edith.

 

 

 

 

Comments
KARTIKA SAPUTRA
Pada tahun 2007, Barry Martin, kepala konstruksi bangunan jadi sangat dekat dengan Edith. Barry mengganggap Edith seperti ayahnya sendiri dengan menyediakan makanan setiap hari, mengajak jalan-jalan, sampai mendengarkan setiap cerita Edith.
Hamzah
Mantaaaaaaaap