Trending
Senin, 05 Januari 2015

The World’s First Dual-Screen Smartphone

  • Share
  • fb-share
The World’s First Dual-Screen Smartphone

Persaingan ketat di dunia smartphone membuat para produsennya semakin gencar melakukan perbaikan dan inovasi fitur. Salah satu fitur yang paling sering dirombak adalah display smartphone. Mulai dari kejernihan sampai ketajaman warna, semuanya begitu diperhatikan demi kualitas display yang terbaik. Tapi, ternyata inovasi display nggak hanya berhenti sampai di kualitasnya aja. Saat ini, ada smartphone yang memiliki keunggulan dalam “kuantitas” display-nya.

Yap, dunia teknologi lagi digemparkan oleh YotaPhone yang mengeluarkan smartphone dengan dua display sekaligus pada akhir tahun 2013. Dua display smartphone tersebut berupa LCD dan E-Ink, tapi E-Ink sebagai layar kedua hanya mempunyai fungsi yang terbatas. Karena kekurangan ini, pihak Yota Phone bakal memperbaikinya dengan memproduksi YotaPhone 2.

Rencananya, YotaPhone 2 akan dibanderol dengan harga £555 atau €700. Smartphone ini diselimuti oleh aluminium, serta bersifat waterproof dan dustproof. YotaPhone 2 juga akan dilengkapi dengan glass-fiber untuk bagian pinggirnya, sehingga mampu meminimalisir kemungkinan retak. Selain itu, YotaPhone tampil dengan layar sebesar 5 inchi, memiliki bobot sekitar 145g dan ketebalan 9mm. Daya baterai untuk smartphone ini pun sebesar 2500mAh, membuatnya dapat bertahan relatif lebih lama dibanding smartphone lain.

Soal kamera, YotaPhone diperkuat dengan 8 megapixel untuk kamera belakang dan 2,1 megapixel untuk kamera depan. Jenis OS yang digunakan adalah Android 4.4.3 KitKat yang bisa di-upgrade menjadi Lollipop. Nah, keunikan dari YotaPhone terletak pada “YotaMirror”, yang memungkinkan para penggunanya untuk mengganti display Android menjadi E-Ink display. Kelebihan dari display ini adalah dapat menghemat daya hidup baterai.

Untuk memanfaatkan YotaMirror, yang perlu dilakukan hanya tekan dan tahan menu Android Home di display pertama, lalu geser jari ke kiri untuk memilihi ikon YotaMirror. Kalau udah, tinggal balik smartphone dan E-ink display udah siap digunakan. E-ink display di YotaPhone2 bisa dipakai untuk semua aplikasi yang ada.

Vlad Martynov, CEO dari Yota Devices, mengatakan, “We are inspired by taking risks and innovating mobile communications to bring value to users. We are a start-up company that had a big idea and we’ve executed on that idea. We looked at the smartphone from another side, literally, and created YotaPhone.” Well, kalau dilihat dari pernyataan Martynov, sepertinya YotaPhone memang diciptakan untuk orang-orang yang anti-mainstream.

 

 

Comments
Teddy yunanda
thanks infonya
Yeni Kurniasih
Inovasi yang berkelanjutan