Upie Guava bisa dibilang merupakan salah satu sutradara terkemuka di Indonesia. Ia terkenal dengan berbagai karya baik film maupun video klip dari beberapa musisi ternama. Salah satu karyanya yang cukup mencuri perhatian adalah film Pelangi di Mars.
Buat yang belum tahu, Pelangi di Mars merupakan film dengan genre Sci-Fi yang mengusung konsep animasi, live action, serta penggunaan teknologi XR yang canggih. Film ini diproduksi oleh Mahakarya Pictures.
Pelangi di Mars bercerita tentang Pelangi, gadis 12 tahun pertama yang lahir di Mars. Pada tahun 2090, setelah koloni manusia meninggalkan planet itu, dia harus menghadapi luasnya Mars sendirian.
Suatu hari, Pelangi bertemu dengan sekelompok robot yang rusak, dan bersama mereka memulai petualangan mencari mineral ajaib yang bisa memurnikan air Bumi, memberi harapan bagi planet yang hampir mati.
Sepanjang perjalanan, Pelangi belajar arti persahabatan, kerja sama, dan bagaimana harapan kecil bisa membawa masa depan yang lebih baik.

Photo by Mahakarya Pictures
Dalam penggarapan film ini, Upie Guava juga tidak main-main. Ia bercerita bahwa proses ide dan cerita film ini sudah dituangkan di pikirannya sejak tahun 2020 silam. Bahkan untuk mewujudkan film ini, ia melakukan berbagai cara yang sebelumnya tidak ada di benak sineas perfilman Indonesia.
Upie bersama Mahakarya Pictures membuat sebuah studio khusus VFX yang terkenal sangat rumit dan mahal. Teknologi VFX ini sejatinya sudah dipakai di beberapa film box office seperti Star Wars. Pada akhirnya studio VFX ini diberi nama DossGuava XR.

Photo by @arato.ogura
Meski sudah punya studio khusus VFX, Upie mengaku masih harus banyak belajar untuk menyempurnakannya. Sebelum membuat film Pelangi di Mars, ia terlibat di beberapa proyek film lainnya sebagai bahan pembelajaran. Setelah itu, barulah produksi Pelangi di Mars bisa dilaksanakan.
Film ini sudah muncul beberapa teaser atau cuplikannya. Untuk saat ini, Pelangi di Mars dijadwalkan rilis tahun 2026.


Comments