Terus Bergerak Meski Ketjil, ketjilbergerak Bersuara Bersama Lewat Seni

Tuesday, August 13, 2019 - 17:40

Banyak yang bilang bahwa anak muda adalah agen perubahan. Dengan bermodal energi dan semangat yang besar, anak muda bisa melakukan banyak hal untuk menyampaikan aspirasi mereka. Apa lagi di saat banyak ruang alternatif yang bermunculan seperti sekarang ini, bisa dipungkiri bahwa kesempatan untuk berbagi ide dan gagasan semakin terbuka lebar. Ada banyak medium yang bisa digunakan untuk saling bertukar pikiran.

Seperti yang sudah dilakukan oleh Greg Sindana dan Invani Lela Herliana misalnya. Pasangan alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma ini memilih untuk bersuara lewat seni. Bagi mereka, seni nggak hanya untuk dinikmati, tapi juga untuk membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Berawal dari situ, mereka pun mendirikan ketjilbergerak.

Ketjilbergerak merupakan sebuah komunitas anak muda yang menggunakan seni sebagai medium untuk merespon berbagai masalah dan isu penting di masyarakat. Berbasis di Yogyakarta, komunitas ini secara khusus mengajak “siapa saja yang muda, kreatif, berani, berdikari” untuk ikut berkolaborasi.

Terbentuk pada tahun 2006, ketjilbergerak mengawali kiprahnya sebagai kumpulan mahasiswa yang menerbitkan zine. Mereka lalu berkembang di tahun 2007 menjadi kelompok diskusi lintas fakultas hingga lintas kampus yang membahas politik, sejarah, ekonomi, filsafat, dan lain-lain.

Hingga seiring berjalannya waktu, diskusi dirasa nggak lagi cukup untuk menyampaikan kegelisahan ketjilbergerak. Sejak tahun 2008, mereka akhirnya merambah bidang seni untuk berkegiatan. Namun demikian, pertunjukan seni ternyata masih belum juga bisa memenuhi keinginan mereka karena penonton belum bisa terlibat sebagai subjek. Jadilah di tahun 2010, mereka mulai mencoba untuk berkolaborasi dengan sejumlah perkumpulan anak muda lainnya dan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat lintas disiplin untuk menciptakan ruang temu yang berkelanjutan.

Terus Bergerak Meski Ketjil, ketjilbergerak Bersuara Bersama Lewat Seni

 

Memulai Hal Besar dari Hal Ketjil

Meski terkesan sederhana, nama ketjilbergerak ternyata memiliki arti yang megah, Urbaners. Menurut Greg dan Vani, perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus akan menghasilkan dampak besar. “Gerakan kami meski bersifat kecil namun sebisa mungkin provokatif. Kami berusaha memberi alternatif sudut pandang bagi masyarakat,” jelas Greg.

Untuk ide-ide program, ketjilbergerak biasanya mempertimbangkan beberapa hal, entah itu melihat pada apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitar mereka atau bahkan yang sedang dialami oleh para anggotanya. Bentuknya bermacam-macam, bisa berupa pameran seni rupa, konser musik, festival desa, workshop gratis, dan masih banyak lagi. Yang jelas, salah satu syaratnya adalah program tersebut harus memiliki nilai bagi masyarakat.

Memulai Hal Besar dari Hal Ketjil

Beberapa contoh kegiatan berkala yang pernah dibuat ketjilbergerak adalah “Kelas Melamun”, “Angkatan Perubahan”, “Ben Prigel”, dan “Gap Balik”. Mereka pun pernah ikut serta dalam acara “Youth Camp 2015: Energi Mudamu, Senjatamu!” yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun demikian, perlu lo ingat bahwa ketjilbergerak ini termasuk organisasi independen. Sebagian besar program-programnya dibiayai secara mandiri dari hasil penjualan merchandise seperti dari topi, T-shirt, sticker, dan album kompilasi band-band indie Jogja. Ada pula Unit Koperasi ketjilbergerak, di mana para seniman yang tergabung dalam komunitas bisa menjual hasil karyanya.

Selain itu, keanggotaan ketjilbergerak sifatnya bebas alias tanpa ikatan. Siapapun boleh bergabung, entah lo mahasiswa, pelajar, seniman, atau yang lainnya. Hal semacam itu mau nggak mau membuat komunitas ini kerap mengalami regenerasi, sehingga para anggotanya harus belajar dari awal lagi untuk menjalankan program yang akan dibuat. Terlepas dari itu, semua tetap dituntut untuk bertanggung jawab atas ide yang dimiliki. “Di ketjilbergerak, kita semua sama-sama belajar,” ujar Vani.

Memulai Hal Besar dari Hal Ketjil

Nah, untuk selanjutnya, ketjilbergerak masih akan terus memberikan kesempatan bagi setiap anak muda, siapapun dia, untuk bergerak dan melakukan sesuatu yang bernilai buat dirinya sendiri dan orang banyak. So, kalau lo mau gabung di komunitas ini, semua balik lagi tergantung pada komitmen lo pribadi dan serta keinginan lo untuk mengembangkan diri.

Mau tahu lebih banyak tentang ketjilbergerak, Urbaners? Yuk, tonton MLDSPOT TV Season 4 episode 4 dengan tema “Ruang Bersuara”! Sebelum nonton, jangan lupa subscribe YouTube Channel MLDSPOT TV and get yourself inspired!

Bagikan
Facebook Twitter Email