Naufal Abshar: Being An Artist Is Like Calling

Thursday, July 20, 2017 - 18:10

Nama Naufal Abshar mungkin belum sering terdengar telinga lo, Urbaners. Tapi tau nggak sih, pria kelahiran 1992 ini memiliki prestasi yang mendunia. Langganan mengadakan eksibisi di luar negeri. Lukisan Naufal Abshar yang bertajuk "HAHA Series" ini sangatlah unik, membuatnya selalu dilirik oleh galeri ataupun kolektor-kolektor lukisan mancanegara. Tidak heran untuk umur semuda itu, ia sudah sering joint di eksibisi berbagai negara seperti Singapura, Venice sampai Lithuania.

 

Saat kecil diejek karena suka gambar

Naufal Abshar mengaku sudah passionate dalam bidang seni lukis sejak kecil, menggambar selalu menjadi aktivitas menarik untuknya. Sampai saat duduk dibangku sekolah menengah, Naufal Abshar pun sering diejek oleh teman-temannya karena terlalu sering menggambar, mereka berkata "Ngapain sih lo gambar terus, mau jadi apa?". Hal tersebut tidak membuat Naufal Abshar mengurungkan niatnya untuk berprofesi dibidang seni lukis, malah sebaliknya, ia semakin fokus akan apa yang dijalaninya. Siapa sangka, sekarang siswa yang diejek tersebut menjadi seorang pelukis yang diakui dunia.

 

Perjalanan Naufal Abshar hingga seperti sekarang

Keluarga Naufal Abshar pun sempat shock atas keinginannya karena melihat di Indonesia profesi sebagai seniman kurang dihargai. Tekad Naufal Abshar yang besar berhasil meluluhkan hati keluarganya dengan catatan mereka juga ingin Naufal Abshar tidak hanya belajar art, tetapi bagaimana untuk menjadi independent dan menjadi seorang artrepreneur. Akhirnya LASALLE College of the Arts, Singapura menjadi tempat yang dipilih untuk Naufal melanjutkan studinya. Nah, disitulah perjalanan karir Naufal Abshar ini dimulai.

Saat masa kuliah, Naufal Abshar sempat bekerja di salah satu Art Company Singapura, kebetulan sang owner dari tempat tersebut juga memiliki sebuah gallery yang bernama Art Porters. Naufal Abshar pun memberanikan diri untuk memperkenalkan karyanya, dan bertanya apakah bisa dipamerkan di Art Porters. Siapa sangka, saat pameran tersebut berlangsung, responnya pun cukup baik.

Naufal Abshar juga sempat magang di Venice Binalle melalui Indonesia Pavilion, selama 3 bulan disana Naufal belajar sekaligus bekerja. Disana ia juga banyak berkenalan dengan seniman lain sampai akhirnya bertemu seseorang yang memiliki gallery di Venice. Mereka bekerja sama untuk membuka eksibisi karya Naufal Abshar. Dari Venice, Naufal lanjut melakukan grup eksibisi bersama rekannya di Lithuania. Nama Naufal Abshar pun mulai diperhitungkan di dunia seni lukis.

Bagikan

Facebook Twitter Email

Cara Naufal Abshar sukses menjadi Artrepreneur

Untuk menjadi seperti sekarang, bukan tanpa usaha bagi Naufal Abshar, selain fokus pada hasil karyanya, ia juga melakukan sesuatu yang tidak kalah penting, yakni Building Network. Seperti pengalamannya saat baru lulus dan kembali ke Indonesia, Naufal Abshar sempat bingung karena tidak mengenal siapapun. Namun ia mulai “menjemput bola” dengan memperkenalkan karyanya ke gallery-gallery, kolektor, dan juga mengikuti event-event. Karena menurutnya seorang seniman tidak hanya berkarya di canvas, tapi komunikasi juga suatu bentuk karya.

 

Pandangan Naufal Abshar tentang seni di Indonesia

Jika berbicara tentang dunia seni Indonesia, sampai sekarang pun Naufal Abshar sangat takjub karena banyak sekali artist yang memiliki karya yang luar biasa, art enthusiast di Indonesia pun tidak sedikit. Diversity Indonesia lah yang membuat dunia seni disini sangat beragam. Tetapi ada satu hal yang perlu ditingkatkan, yakni fasilitas-fasilitas untuk mengekspos karya-karya tersebut. Dengan begitu seni di Indonesia yang memang selalu dilirik kolektor mancanegara akan semakin berkembang dan seniman-seniman muda pun memiliki kesempatan untuk memperkenalkan karyanya.