Menyantap Keunikan Kisah Nusantara di NUSA Indonesian Gastronomy

Wednesday, October 2, 2019 - 13:54

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia nggak cuma punya pulau-pulau yang berjajar, tapi juga kuliner yang sangat beragam. Kekayaan kuliner tersebut disempurnakan pula dengan bumbu rempah dan bahan-bahan tradisional yang khas, sehingga menghasilkan pengalaman bersantap yang menyeluruh.

Di sisi lain, dalam dunia kuliner sendiri terdapat istilah gastronomy. Istilah ini basically digunakan untuk menjelaskan ilmu tentang hubungan antara makanan dengan budaya dan asal-usulnya. Dengan demikian, fokusnya bukan hanya di bahan-bahan dan cara membuatnya saja.

Lantas, bagaimana kalau kekayaaan kuliner Indonesia berpadu dengan gastronomy, lalu ditambah dengan konsep fine dining? Well, jawabannya ada di NUSA Indonesian Gastronomy. As you might expect, nama NUSA diambil dari kata Nusantara, yang mencerminkan keanekaragaman sumber daya, budaya, dan gastronomy Tanah Air yang ingin ditampilkan restoran ini.

Berdiri pada 17 Agustus 2016, NUSA Indonesian Gastronomy ingin mewakili setiap wilayah di Indonesia melalui setiap hidangannya, dengan bahan-bahan pilihan dan presentasi yang berkualitas tinggi. Sudah menjadi komitmen NUSA untuk melestarikan warisan kuliner klasik Indonesia dengan cara yang berbeda namun tetap menggugah selera. Cita rasa dan karakter otentik setiap hidangan pun tetap dipertahankan sesuai resep asli Indonesia, meski dengan sentuhan modern atau teknik yang mengadapatasi gaya barat. “We need to look at the future without losing our history,” itulah yang diyakini NUSA.

FYI, NUSA Indonesian Gastronomy selalu menggunakan bahan-bahan dari petani lokal. Bahkan, bahan-bahan tersebut hanya diproduksi di wilayah-wilayah tertentu dan sudah mendapatkan sertifikasi Indications Geographical (IG). Gokilnya lagi, Chef Ragil Imam Wibowo selaku Founder & Head Chef NUSA sampai turun langsung ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari belanja ke pasar hingga belajar masak dengan penduduk setempat, demi menjaga keaslian dan konsistensi semua menu di NUSA.

 

Setiap Menu adalah Karya yang Punya Cerita

Sebagai gambaran, beberapa menu yang pernah dibuat di NUSA Indonesian Gastronomy antara lain Karabu Dendeng dan Na Niura. Karabu Dendeng merupakan menu asal Sumatera Barat, berupa daging sapi Bali yang dimasak menggunakan teknik braising dan disajikan dengan sambal. Sebaliknya, Na Niura berasal dari resep khas penduduk Danau Toba, Sumatera Utara, berupa ikan yang dimasak tanpa api namun dengan asam jungga dan rempah-rempah khas lokal seperti rempah Andaliman.

Namun demikian, perlu diingat kalau menu di NUSA Indonesian Gastronomy itu dinamis banget alias bisa berganti setiap hari, tergantung ketersediaan bahan. Balik lagi, hal ini terkait dengan musim panen para petani. So, semisal lo baru aja melihat review menu tertentu di internet, belum tentu lo bisa langsung menikmati menu itu saat lo datang ke NUSA. Terlepas dari itu, in the end lo bisa mendapatkan pengalaman yang berbeda di setiap kunjungan lo.

Salah satu hidangan di NUSA Indoensian Gastronomy

Belum cukup sampai di situ, yang membuat momen bersantap di NUSA Indonesian Gastronomy semakin berkesan adalah lo akan mendapat informasi seputar background menu yang dihidangkan. Mulai dari daerah asal hingga cara memasak dan bahan-bahan yang digunakan, sang waiter/waitress akan menjelaskannya secara gamblang dan dijamin lo akan terpana. Sesuai deh pokoknya dengan slogan dari NUSA, yaitu “an edible story of Indonesia”.

Selain itu, ada pula komposisi drink pairings yang disajikan bersama setiap course di NUSA Indonesian Gastronomy. Eits, tapi jangan lo kira drink pairings-nya akan berupa wine atau champagne seperti di restoran fine dining pada umumnya ya, Urbaners. Drink pairings yang disediakan justru berupa non-alcohol fermented drink dari buah-buahan asli Indonesia yang dicampur air kelapa untuk menyeimbangkan rasanya. Dihadirkan atas permintaan pelanggan, inovasi drink pairings itu pun terinspirasi dari kebiasaan orang Indonesia yang mengonsumsi buah setelah makan.

Suasana restoran NUSA Indonesian Gastronomy

Last but not least, membahas NUSA Indonesian Gastronomy nggak akan lengkap tanpa berbicara soal bangunannya. Berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan yang cenderung didominasi bangunan modern, NUSA menempati sebuah gedung kolonial dengan banyak nilai sejarah. Interiornya dirancang dengan nuansa Indonesia yang sebegitu detailnya dengan menggunakan meja marmer, kursi rotan, dan lampu gantung kayu buatan para seniman lokal. Bahkan, lo juga akan ditemani sayup-sayup iringan lagu-lagu tradisional Indonesia. Homey banget deh suasananya.

Dengan berbagai keunggulan NUSA Indonesian Gastronomy, nggak heran kalau restoran ini sudah menorehkan sejumlah prestasi. Di awal berdirinya, NUSA pernah masuk dalam deretan The Best of 2016 majalah Travel + Leisure Southeast Asia. Sementara di tahun 2018, NUSA masuk nominasi teratas putaran ke-2 untuk Asian Cuisine Restaurant of the Year (Regional) – World Gourmet Summit Awards of Excellence 2018 serta meraih penghargaan sebagai The Best Fine Dining – Jakarta’s Best Eats dari Foodies Magazine x AQUA Reflection.

Chef sedang menjelaskan tentang pembuatan setiap hidangan di NUSA

Untuk selanjutnya, NUSA Indonesian Gastronomy masih ingin memajukan industri kuliner Indonesia melalui berbagai acara dan tempat, seperti Weekend Farmers Market, cooking class, perpustakaan, serta galeri yang mewakili hasil panen dan kerajinan tangan (NUSA Shop). NUSA nggak hanya ingin menjadi restoran, tetapi sekaligus menjadi pusat penelitian maupun titik pertemuan bagi para petani, pakar kuliner, dan budayawan.

Hayo, siapa nih yang langsung ngiler pengen buru-buru ke NUSA Indonesian Gastronomy? Tahan sebentar ya, Urbaners. Tonton dulu obrolan kami dengan Chef Sinrang, Heaf of R&D NUSA, di MLDSPOT TV Season 4 episode 12 dengan tema “Foodism”. Cari videonya di YouTube Channel MLDSPOT TV, langsung subscribe, and get yourself inspired!

 

 

Bagikan
Facebook Twitter Email