Mycotech, Teknologi Ramah Lingkungan Pengganti Batu Bata yang Dibuat dari Jamur

Friday, October 5, 2018 - 17:08

Urbaners, pasti sudah tahu kan bahan utama untuk membuat batu bata adalah tanah liat. Tapi di Bandung, Jawa Barat, batu bata dibuat dari bahan berbeda yaitu limbah pertanian dan jamur.

Inovasi menarik ini dibuat oleh sekelompok inovator muda, yaitu Adi Reza Nugroho, M. Arekha Bentangan Lazuar, Derri Abraham, dan Annisa Wibi Ismarlant. Penemuannya mereka itu kemudian diberi nama Mycotech.

Mycotech adalah material berkelanjutan ramah lingkungan yang dibuat menggunakan teknologi perekatan dengan memanfaatkan akar jamur. Maka dari itu dinamakan Mycotech karena berasal dari Mycho yang berarti jamur dan Tech berasal dari kata technology.

Mycotech

Teknologi baru ini bisa digunakan sebagai pengganti material konvensional. Bisa dibuat untuk pengganti wood based panel material atau papan kayu seperti MDF, particle board, plywood, styrofoam, batu bata, hingga pengganti kulit.

Ide bermula dari mereka melihat banyaknya limbah jamur tiram yang menumpuk dan tidak dimanfaatkan. Dari situ, muncul ide untuk memanfaatkan limbah untuk dijadikan produk hasil fermentasi ethanol.

Bagikan
Facebook Twitter Email

Tahun 2013 jadi cikal bakal mereka memulai usahanya. Mycotech sendiri dijual seharga Rp 250 ribu per meter persegi, tergantung penggunaannya dan pemesanannya. Untuk pembuatannya butuh waktu 5 hari.

Inovasi ini sendiri telah diganjar berbagai penghargaan, seperti 2nd Winning Mandiri Young Technopreneur 2014, Top 5 Let’s Go Trade Awards Shell LiveWire 2015 – International, DBS Foundation Social Enterprise Grant Awards 2016, 1st Global Incubation Network Program, 1st Wienerberger Demoday, dan 3rd Winning GIST Global Innovation Through Science and Technology.

Mycotech

Produk ini sendiri sudah dipakai hingga mancanegara, yaitu Seoul Architecture Biennale 2017, Expandable Housing Batam, DBS Singapura, SXSW 2018 Pavilion, Austin, Texas, dan Edible Garden Singapura.