Rawtype Riot, Mendobrak Fashion di Tengah Tren Kustom Kulture

Wednesday, August 7, 2019 - 17:03

Urbaners, lo setuju nggak kalau fashion merupakan salah satu aspek penting dalam tren kustom kulture? Dalam dua dekade terakhir, fashion dalam ruang lingkup kustom kultur sudah semakin berkembang dengan beragam desain yang khas. Terlebih lagi jika menyangkut urusan apparel, bisa dipastikan jaket pun menjadi item yang identik dengan para kustom kulture enthusiast.

 

Nah, ngomongin soal brand apparel lokal untuk kustom kulture, ada satu brand yang lagi ngehits banget nih. Koleksi jaketnya sempat viral gara-gara dipakai sama orang nomor satu di Tanah Air. Apa lagi kalau bukan Rawtype Riot, label asal Bandung yang digagas oleh visual artist dan pengusaha Decky Sastra.

Saat mendirikan Rawtype Riot dua tahun yang lalu, Decky memiliki ide untuk menampilkan konsep genuine art & co., dengan sebagian besar temanya berasal dari era Perang Dunia II yang masih bisa diaplikasikan ke era sekarang. Dia menekankan pada sisi desain yang raw dan detailing, namun tetap orisinil dan artistik.

 

Menurut Decky, pemilihan nama Rawtype Riot juga nggak lepas dari genre desain yang diusungnya. Pria yang sudah lebih dari 10 tahun menekuni bidang desain dan clothing ini memiliki ketertarikan terhadap typography sekaligus lettering dengan nuansa vintage seiring dengan berkembangnya kustom kulture.

Dengan demikian, rawtype versi Decky dapat didefinisikan sebagai suatu jenis gambar yang terkesan lusuh, cracky, dan nggak beraturan alias keluar dari pakem desain. Secara filosofi, pria kelahiran 5 Mei 1988 ini menggambarkannya sebagai sesuatu yang “di luar semestinya”, tapi masih bisa dinikmati secara visual maupun komunikasi. Ia ingin membuat trademark-nya sendiri melalui Rawtype Riot.

It’s The Quality Over Quantity

Terkait target pasar, Decky mengungkapkan bahwa Rawtype Riot ditujukan bagi mereka yang berusia 18-35 tahun, khususnya para pecinta motor kustom. Oleh karena itu, produk Rawtype Riot umumnya merupakan jaket berbahan premium (kulit atau velvet) serta aksesoris pendukung yang biasa digunakan para biker. Untuk produk lainnya, ada pula koleksi kaos dan sneakers dengan nuansa senada.

Di awal kemunculannya, Rawtype Riot hanya merilis 4 desain dan 2 jaket masing-masing 2 lusin dengan modal Rp8 juta. Namun siapa sangka, semua produk tersebut langsung ludes

terjual dalam waktu singkat. Sejak saat itu, Rawtype Riot pun secara rutin merilis produk minimal tiga bulan sekali.

Eits, tapi jangan salah. Sampai sekarang kebanyakan produk Rawtype Riot masih dirilis dalam edisi terbatas. Untuk satu produk, biasanya hanya diproduksi maksimal lima lusin. “Kami tidak mengejar kuantitas, kami sepakat membuat produk yang eksklusif,” ujar Decky.

Di samping itu, Rawtype Riot juga kerap berkolaborasi dengan berbagai pihak. Decky berkisah bahwa kolaborasi pertamanya melibatkan biker shop Pickers Store karena dirinya ingin mengangkat tema motor. Menjelang akhir tahun lalu, dirinya bahkan menciptakan kolaborasi epic bersama YouTuber buburayamracer alias Den Dimas, yang kemudian digunakan oleh Presiden Jokowi. “Itu merangsang kami untuk menghasilkan sesuatu lagi, untuk mengembangkan produk-produk kami lagi,” tuturnya.

Nggak ketinggalan, Decky sering mengikuti berbagai pameran atau acara sejenis untuk mempromosikan Rawtype Riot. Dia ingin menunjukkan bahwa produk lokal nggak kalah berkualitas dari produk luar. Terbukti, Rawtype Riot sudah berhasil merambah sejumlah negara, mulai dari Malaysia hingga Amerika Serikat.

 

FYI, selain di Bandung, produk Rawtype Riot bisa lo dapatkan juga di Cipete, Kemang Village, dan Batam. Tapi sebelum lo ke salah satu tokonya, mending lo lihat dulu hasil obrolan kami bareng Decky di MLDSPOT TV Season 4 episode 5 dengan tema “Skena Roda Dua”. Subscribe YouTube Channel MLDSPOT TV and get yourself inspired!

Bagikan
Facebook Twitter Email