Dari Komunitas Menjadi Bisnis dengan Social Movement

Thursday, October 19, 2017 - 17:20

Makin kesini transportasi online banyak sekali macamnya, mulai dari mobil, motor bahkan ada yang sensasional mengeluarkan helikopter. Disaat semuanya berlomba-lomba menjadi yang tercanggih, Wesbike Messenger Service memberikan sentuhan berbeda. Bisnis sekaligus sebuah social movement berawal dari sebuah komunitas yang memiliki mimpi. Kini mereka juga menjadi perwakilan Indonesia untuk Cycling Messenger World Championship, dan tahun 2019 mendatang akan menjadi tuan rumah kompetisi tersebut. Seperti apa sih Premium Rush versi Indonesia ini?

 

Bermula dari komunitas fixie

Awalnya, Hendi Rahmat Co-Founder dari Wesbike Messenger Service ini memiliki toko sepeda di Jakarta Barat yang bernama Wesbike, pada tahun 2012 trend sepeda fixie mulai menurun tetapi komunitas itu sendiri masih ada dan terus berjalan. Hendi mula memutar otak bagaimana cara komunitas ini tidak hilang begitu saja, mulai mencari tau lebih dalam tentang sepeda fixie, disana lah ia menemukan sebuah culture bike messenger. Ia pun merasa hal ini sangat cocok melihat kota Jakarta yang macet dimana-mana. Untuk beberapa titik di Jakarta sepeda lebih cepat daripada transportasi manapun, karena rambu-rambu yang masih fleksibel jadi bisa lewat mana saja.

Tahun 2013 awal, Hendi membuat trial dengan menggunakan Wesbike Messenger Service ini untuk kebutuhan pribadi, seperti mengantar dokumen kantor dan lain-lain. Barulah pada bulan Oktober ia launching jasa yang eco-friendly ini. Sistemnya pun masih konvensional by phone atau whatsapp. Hendi pun menggandeng sahabat lamanya yang bernama Duenno Ludissa untuk menjadi partner bisnis satu ini. Tadinya, Duenno pure sebagai business development-nya, bahkan ia tidak tertarik dengan dunia sepeda, tapi lama kelamaan ia menjadi tidak bisa lepas dari sepeda, bahkan ikut berpartisipasi di Cycling Messenger World Championship beberapa saat lalu.

 

Bukan hanya olahraga tetapi bagian dari culture

Wesbike Messenger Service ini terinspirasi dari culture sepeda fixie itu sendiri. Rata-rata di Amerika Serikat dan Eropa anak muda yang bermain fixie adalah seorang bike messenger. Hendi mengaku sangat jatuh cinta dengan culture bike messenger itu sendiri karena memiliki rasa kekeluargaan yang sangat erat, bahkan mereka memiliki komunitas untuk semua bike messenger di seluruh dunia bernama Messfam. Dan setiap datang ke suatu negara yang memiliki bike messenger, pasti akan disambut oleh tuan rumah sebagai tamu spesial. Tidak heran kalau Hendi benar-benar nggak rela kalau komunitas fixie ini hilang begitu saja.

 

Social movement yang ingin Wesbike Messenger Service sampaikan 

Wesbike Mesenger Service bisa dibilang berbeda dari jasa transportasi online lainnya, karena ini bukan sekedar bisnis melainkan sebuah social movement yang memang sudah menjadi cita-cita dari co-founder tersebut. Mereka selalu ingin meliki bisnis yang berdampak untuk orang lain. Wesbike Messenger Service merupakan jasa antar ramah lingkungan sekaligus mengajak orang lain melestarikan penggunaan sepeda. Jangan cuma mengeluhkan macet tapi tanpa berbuat sesuatu, toh yang membuat macet kita-kita juga kan? Dengan lebih menggunakan sepeda, akan mengurangi kemacetan dan juga polusi di Jakarta. So, Wesbike Messenger Service adalah bisnis sekaligus social movement untuk menyadarkan masyarakat melalui aksinya.

Bagikan
Facebook Twitter Email

Banyak yang satu visi dengan mereka

Ternyata yang memiliki visi ramah lingkungan bukan hanya Wesbike Messenger Service, brand yang menggunakan jasa ini juga rata-rata memiliki pandangan yang sama yakni mengindahkan kota Jakarta dengan gerakan kecil. Itulah alasan kenapa JNE, Herbal Life, Goods Dept., dan catering sehat memilih Wesbike Messenger Service sebagai partner mereka. Bukan tidak mungkin pergerakkan kecil mereka lama-lama akan membuat masyarakat juga tergerak untuk lebih ramah lingkungan dengan caranya masing-masing.

 

Perwakilan Indonesia untuk Cycling Messenger World Championship (CMCW)

Meskipun Hendi mengaku belum didukung oleh pemerintah, tapi ini adalah tahun ketiga Wesbike Messenger Service mengikuti Cycling Messenger World Championship (CMCW). Pertama kali mereka mengikuti kompetisi ini pada tahun 2015 di Melbourne. Lalu ditahun 2016 bertepat di Paris, Perancis mereka melakukan bidding untuk menjadi tuan rumah namun kalah dengan Riga, Latvia. Belum puas, di CMWC 2017 Montreal, mereka akhirnya menang bidding dan menjadi tuan rumah kompetisi ini tahun 2019 mendatang.

Cycling Messenger World Championship (CMWC) ini sangatlah unik, bukan hanya pertandingan olahraga, tetapi merupakan sebuah festival culture yang mengumpulkan para bike messenger di seluruh dunia untuk lebih dekat lagi. Kompetisinya dilangsungkan di sebuah sirkuit dengan puluhan post order untuk waktu yang sudah ditentukan. Setiap post-nya akan memberikan virtual money bagi bike messenger yang menyelesaikan tugas tersebut. Siapa yang paling banyak menyelesaikan post order dan mendapatkan virtual money paling banyak dia lah yang menang. Sebenarnya kompetisi ini hanya ajang untuk mempertemukan bike messenger seluruh dunia, ajang silaturahmi sesama riders dan memperkenalkan negara masing-masing yang mungki belum terlalu dikenal oleh dunia.

 

It's all about passion

Saat ini riders di Wesbike Messenger Service kurang lebih ada 50 orang yang tersebar di seluruh pelosok Jakarta. Kebanyakan yang menjadi riders adalah seseorang yang memang sangat menyukai sepeda, sehingga jika terjadi pasang surut ia tidak pernah pusing. Seperti kata Ridwan Kamil "Perkerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar", jadi meskipun sedang surut, tim Wesbike Messenger Service tidak ambil pusing dan selalu membawa hal tersebut kearah yang positif.

 

Bukan saingan transportasi online

Meskipun sudah banyak transportasi online yang menawarkan promo menggiurkan, Hendi mengaku Wesbike Messenger Service tidak menggagap apple to apple dengan mereka. Karena Wesbike Messenger Service jelas berbeda, mereka menggunakan sepeda dan membawa pesan go-green untuk semua masyarakat. Kalau masalah promo, itu hanyalah sebuah strategi marketing yang lama kelamaan akan hilang. Dan jika harga normal, Wesbike Messenger Service tentunya menjadi yang paling murah, tidak ada yang bisa membandingi tarif flat rate Rp. 30.000,- tanpa menghitung berapa kilometer