Sisi Kemanusiaan dari Olahraga Parkour

Thursday, January 4, 2018 - 13:24

Pernah melihat orang melompat dari satu gedung ke gedung lainnya? Bukan hanya di film aja, Urbaners, kegiatan ini biasa dilakukan oleh para praktisi parkour, tentunya yang sudah profesional ya, Urbaners! Parkour sendiri merupakan olahraga all in one yang mengharuskan lo menguasai berbagai macam olahraga seperti gymnastic, lari, sampai martial arts. Ternyata olahraga ini juga cukup diminati di Indonesia. Dan para praktisi parkour juga memanfaatkan olahraga ini untuk berbuat sosial lho, Urbaners!

 

Munculnya komunitas parkour di Indonesia

Pertama kali komunitas olahraga parkour di Indonesia ada di Malang sekitar tahun 2007, lalu semakin berkembang ke kota-kota lainnya, sehingga membentuk Komunitas Parkour Indonesia. Terinspirasi dari salah satu grup parkour dunia asal Perancis yakni Yamakasi, praktisi parkour Indonesia ini belajar sendiri dari media sosial, mencari tahu tentang pendiri parkour, gerakan-gerakannya, sampai filosofi dari olahraga satu ini. Sampai akhirnya ada praktisi parkour dari luar negeri yang datang ke Indonesia untuk mengadakan sharing session.

Kini komunitas Parkour Indonesia sudah menjamur di setiap kota mulai dari Bandung, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Depok, Rangkas Bitung hingga Palu. Praktisi parkour selalu latihan secara rutin 2 kali dalam seminggu dan mereka pun rajin mengadakan annual event  hanya untuk berkumpul bersama. Salah satunya event bulanan yang diadakan komunitas parkour Depok yang dinamakan Kangaroo Ceria, aktivitas hiking yang bertujuan lebih mengenal alam.

 

Parkour berbahaya?

Saat mendengar kata "Parkour" pasti pertama kali yang ada dipikiran lo adalah berbahaya. Tetapi sebenarnya tidak seperti itu, Urbaners! Gerakan-gerakan ekstrem parkour yang loncat dari ketinggian ataupun memanjat tembok ini harus dipelajari berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Latihan dan disiplin adalah kunci dari parkour. Harus konsisten latihan tidak hanya untuk ketahanan fisik menjadi kuat, dan juga memperhitungkan segala resiko di setiap trik yang dilakukan. Kalau melihat gerakan parkour, itu bukanlah asal bergerak, semuanya memilik tehnik dan perhitungan yang matang, sehingga meminimalisir keadaan yang tidak diinginkan. 

Bagikan
Facebook Twitter Email

Bisa parkour belum tentu menguasai

Buat lo yang ingin belajar olahraga parkour, gerakan basic bisa dilakukan hanya dalam waktu sehari. Tapi hanya bisa bukan menguasai. Kebanyakan para praktisi parkour yang baru tertarik hanya karena gerakan yang keren bukan filosofi parkour itu sendiri, yakni seni bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Para praktisi parkour harus mempelajari setiap trik step by step. Karena setiap trik parkour leads to another tricks. So, lo harus menguasainya dengan sadar terlebih dahulu sebelum moving forward mempelajari trik berikutnya.

 

Parkour lebih dari sekedar olahraga

Banyak yang menganggap olahraga ini buang waktu dan hanya membahayakan nyawa, padahal terdapat hal positif yang bisa lo dapatkan dalam parkour. Selain memiliki tubuh yang lebih atletis, olahraga ini juga dapat menghasilkan uang, karena setiap pembuatan film action, stuntman yang digunakan pasti praktisi parkour. Dan yang lebih positif lagi, mereka kerap kali menjadi relawan dibidang CSR. Contohnya Sano, praktisi Parkour asal Bandung yang sering mengadakan workshop di organisasi Bulan Sabit Merah mengajarkan tehnik bertahan hidup. Mempelajari bagaimana melewati medan yang berbahaya saat sedang terjadi bencana alam. Karena inti dari parkour sendiri adalah menolong orang lain, maju bersama dan berkembang bersama.

 

Menghindari adanya turnamen parkour

Terdapat sedikit pro-kontra tentang kompetisi parkour di Indonesia. Perbedaan pendapat yang sebetulnya memiliki maksud yang baik, salah satunya menentang adanya kompetisi parkour untuk menghindari terjadinya pengotak-ngotakan yang sudah profesional dan yang baru belajar. Sehingga semua bersatu belajar bersama yang sudah ahli maupun masih pemula. Sementara yang lain menganggap tidak masalah tentang adanya kompetisi parkour, yang terpenting hanyalah memperbaiki pola pikir agar tidak saling menjatuhkan.