Magical Ambience of BUTFIRST Coffee

Monday, January 8, 2018 - 16:50

Menikmati kopi yang nikmat dan suasana yang tenang, itulah yang dirasakan kalau lo datang ke BUTFIRST Coffee. Bertepat di PELAPAS Dharmawangsa, Jakarta, coffee shop satu ini memang berbeda dari yang lain. Tempatnya yang terbilang kecil, tidak menjadi kendala bagi pengunjung, malahan menjadikan suasana lebih hangat dan kekeluargaan. Meskipun coffee shop sedang menjamur tidak menurunkan eksistensi BUTFIRST dalam menyajikan kopi dan ambience yang positif.

 

Konsep BUTFIRST  Coffee mengutamakan ketenangan

BUTFIRST Coffee menggunakan standar internasional dalam penyajian kopi, house blend yang mereka sajikan berasal dari Sumatra, Ethiopia & Brazil dengan jenis kopi robusta dan arabica. Tetapi bukan hanya itu saja yang membuat BUTFIRST Coffee berbeda. Konsep "Japanese Zen" yang fokus pada keheningan, peaceful, solidarity dan contemporer feeling dimana setiap orang bisa menikmati 'me time' mereka masing-masing tanpa merasa terganggung. Dan kalau dikaitkan dengan kopi, "kopi sendiri adalah sebuh ritual yang menjadi spiritual kegiatan yang dilakukan terus menerus hingga dipercaya dapat menciptakan inspirasi. Bayangkan jika menikmati kopi ditempat yang sunyi pasti menimbulkan experience yang magical", Ujar Rizki salah satu owner dari BUTFIRST Coffee. Jadi nggak heran banyak banget pengunjung yang datang untuk bekerja untuk melepaskan penat di kantor.

 

Tujuan utama BUTFIRST Coffee

Coffee shop satu ini ingin membuat setiap pengunjungnya terinspirasi, dari cuma sekedar baca buku sampai menghasilkan karya. Karena banyak banget yang datang ke BUTFIRST Coffee seperti seniman, arsitek, penulis dan lainnya. BUTFIRST ingin memfasilitasi para pekerja seni tersebut untuk menghasilkan sesuatu dengan cara menciptakan suasana senyaman mungkin. Sehingga meningkatkan kinerja para pengunjung menjadi lebih produktif dalam mengerjakan sesuatu.

Bagikan
Facebook Twitter Email

Kolaborasi dengan seniman-seniman Indonesia

Tidak hanya ketenangan, BUTFIRST Coffee juga membungkus tempat mereka dengan karya seniman-seniman Indonesia. Memang ini adalah salah satu tujuan mereka agar karya seniman Indonesia lebih dikenal oleh masyarakat luas. Seperti mug yang digunakan karya Tommy Ignatius salah satu seniman & dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ) atau tablecloth yang berasal dari seniman asal Jogjakarta bernama Nuraini. Masih banyak lagi karya seniman lainnya yang ada di coffee shop satu ini.

 

Saling melengkapi bersama tenant lain

Seperti yang lo ketahui, BUTFIRST Coffee tidak hanya berdiri sendiri, di PELAPAS, coffee shop satu ini bergabung dengan tenant lain seperti Taco Local, Snctry Health Bar, dan juga BAOJI. Namun hal ini tidak membuat para mereka saling bersaing, malahan melengkapi satu sama lain. Para pengunjung bebas memesan apa saja dan duduk dimana saja (meskipun tenant berbeda), mereka saling mendukung, dan yang paling terpenting, visi misi yang sama menjadikan tempat satu ini bertahan dengan konsistensi konsepnya.