Perjuangan Svas Living Melestarikan Budaya Tenun Indonesia

Thursday, November 3, 2016 - 10:39

Untuk mencapai seperti sekarang, Svas Living bukan tanpa usaha, Urbaners! Svasti Manggalia yang merupakan Founder dari Svas Living ini telah melalui proses yang cukup panjang dan tentunya melelahkan, tetapi jika melihat hasil yang telah ia peroleh, usaha tersebut tidak sia-sia, Urbaners!

Inti dari produk Svas Living ini adalah tenun, jadi hal pertama yang dilakukan adalah mencari pengrajin tenun yang sudah terbilang langka. Orang-orang yang sebelumnya menjadi pengrajin tenun telah berpindah haluan menjadi petani ataupun buruh pabrik. Dan untuk membuat para pengrajin kembali lagi ke dunia tenun cukup sulit, Svasti Manggalia melakukan blusukan ke desa-desa, door-to-door untuk meyakinkan mereka. Rata-rata para pengrajin sudah lanjut usia (50-60 tahun), dan keturunannya pun tidak meneruskan bakat mereka karena dianggap ketinggalan zaman.

Setelah mendapatkan beberapa pengrajin, Svasti mulain develop apa saja yang akan dibuat brand Svas Living ini. Produk pertama yang mereka hasilkan adalah karpet kecil dengan bentuk yang simple namun fungsional, setelah itu Svasti melakukan tes pasar dengan produk tersebut, karena bisa dibilang produk-produk Svas memiliki market yang segmented. 

Sempat terbesit dibenak Svasti tentang ketakutan produk Svas Living akan gagal dipasaran, karena budaya konsumtif Indonesia yang belum mencapai kategori home and living. Tetapi karena Svas Living ini perwujudan atas apa yang ia suka, membuat semua usahanya tidak menjadi suatu beban.

Langkah awal Svasti untuk memperkenalkan produknya adalah ikutan exhbition home and living di Jakarta. Pada pameran tersebut banyak turis mancanegara yang penasaran akan produk-produknya, selain berkualitas, produk Svas juga memiliki nilai Indonesia yang bisa ditawarkan. Apalagi jika tau proses pembuatan produk-produknya, alhasil Svas Living laku keras, bahkan ada yang membeli dengan skala yang besar.

Tidak hanya itu, untuk mempromosikan secara online, Svasti juga membuat video yang menceritakan tentang proses pembuatan produk Svas Living, di Instagram @Svasliving, ia selalu memperlihatkan detail proses demi proses pembuatan, sehingga para konsumen tau value dari produk Svas Living.

Bagikan
Facebook Twitter Email

Sekarang produk-produk Svas Living pun sudah tersebar di dalam maupun luar negeri, mulai dari Bali, Singapura, Filipina, Jepang, Australia sampai Belanda, bahkan ada seorang usahawan yang menawarkan membeli produk Svas Living dengan skala besar dengan syarat mencopot label “Svas Living", tetapi Svasti menolak, karena ini bukan hanya sekedar materi, tetapi tentang identitas brand yang diperjuangkan selama ini.

Kedepannya, Svasti hanya berharap dengan adanya produk Svas Living ini, para pengrajin tenun akan lebih banyak lagi dan semakin berkembang, sehingga salah satu warisan budaya Indonesia ini tidak hilang begitu saja.

Ini hanyalah salah satu kisah inspirasional dari banyak anak-anak muda di Indonesia. Lo punya sumber inspirasi sendiri nggak Urbaners? Kalau iya, langsung aja submit di MLD Content Hunt dan dapatkan jam tangan Matoa setiap minggunya!