Revolt Industry: Bagaimana Menjadi Sebuah Brand yang Sustainable

Thursday, October 20, 2016 - 13:52

Berbicara tentang local product saat ini sangatlah berkembang. Kini tidak hanya menciptakan sesuatu yang unik, tetapi juga berkualitas. Salah satu diantaranya adalah Revolt Industry, salah satu brand lokal asal Surabaya ini memiliki best value di setiap produknya. 

Awalnya Gary dan Stephen pergi ke Jakarta dan nggak sengaja ke bazaar ternama yakni Brightspot, disana mereka melihat banyak sekali produk-produk yang menarik dan berkualitas, tetapi merasa asing dengan nama-nama brand tersebut. Ternyata ia baru menyadari bahwa produk-produk tersebut kebanyakan brand lokal. Mengejutkan bahwa brand lokal sangat berkembang di Jakarta. Nah, dari situlah Gary dan Stephen melihat peluang untuk mengembangkan bisnis yang serupa di Surabaya.

Pertama-tama mereka breakdown membuat visi dan misi dari brand yang akan mereka develop, kalau dulu mereka menganggap enteng visi dan misi suatu perusahaan, kini mereka menyadari betapa penting hal tersebut sebagai tolak ukur kesuksesan dan untuk terus berkembang. Setelah itu memutuskan apa yang merek fokuskan, akhirnya sepakat untuk membuat barang-barang yang terbuat dari bahan kulit.

Untuk  menciptakan produk-produk menjadi seperti sekarang juga membutuhkan proses dan adaptasi. Produk pertamanya mereka bahkan lebih ke clutch yang elegan, seiring berjalannya waktu, mereka berpikir bagaimana caranya untuk stand out dan berbeda, akhirnya mereka re-brand dan merubah desain produk mereka menjadi lebih unik dan antik.

Inilah yang menjadi pembeda antara Revolt Industry dan produk-produk kulit lainnya, karena desain mereka lebih original dan antik. Gary meyakinkan bahwa dalam proses pembuatan produk mereka selalu menghasilkan produk yang tidak sama, hal ini membuktikan originalitas barang itu sendiri.

Dari segi desain aja lo sudah bisa menilai Urbaners, bahwa Revolt Industry memiliki sesuatu yang berbeda. Mereka memiliki desain model-model texas a la koboi yang sangat unik. Memang dengan desain tersebut memiliki target marketing yang kecil, tetapi loyalitas target marketing itu sendiri sangatlah tinggi. Inilah yang di 'bidik' oleh Revolt Industy, memiliki customer yang loyal dan continuity.

Bagikan
Facebook Twitter Email

Dalam proses membangun Revolt Industry ini Gary dan Stephen banyak banget trial and error dari segi produksi sampai marketing. Karena semua barang Revolt Industry adalah handmade, tantangan terbesar mereka adalah mengontrol human error, bagaimana mereka keep up the value of company bersama rekan-rekan kerja lainnya. Gary dan Stephen tidak ingin pekerjanya hanya bekerja seperti kewajibannya, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pembelajaran dan menjadi lebih pintar, dengan begitu, mereka juga akan lebih loyal pada perusahaan.

Contohnya, Gary sering sekali memberikan challenge kepada para pekerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang cukup banyak, dan akhirnya mereka membawa pulang pekerjaan tersebut dan dibagikan ke tetangga-tetangganya yang lain, ini adalah salah satu wujud dedikasi Revolt Industry dalam mensejahterakan masyarakat.

"Ada kebanggaan tersendiri saat melihat seorang karyawan yang hanya lulusan SMA yang bisa membeli motor dengan hasil jeri payahnya sendiri, ini adalah kepuasan yang tidak bisa dinilai dengan uang", Ujar Gary.

Nah kalau dari segi marketing, Gary mengakui tantangan terbesarnya adalah bagaimana menyampaikan value dari produk mereka, apalagi ke masyarakat yang masih brand-minded. Salah satu cara untuk menanganinya adalah dengan memberikan informasi melalui sosial media, memberikan content dengan packaging yang menarik dan berkualitas untuk mengedukasi masyarakat tentang Revolt Industry itu sendiri, menjelaskan bahwa barang ini bukan suatu barang pabrikan yang dibuat secara masal, tetapi prosesnya benar-benar diperhitungkan dan menjadikannya barang tersebut berkualitas tinggi, dari segi bahan sampai pengerjaanya.

Baru-baru ini mereka membuat campaign "Respect The Odds" di sosial media, yang memberitahukan bahwa untuk menjadi berbeda itu tidak masalah. Mereka memaksimalkan pemasaran dari berbagai channel sosial media mulai dari website, Intagram, Facebook sampai Snapchat! Total banget ya, Urbaners? Nggak heran kalau produk mereka sudah menyentuh pasar internasional mulai dari Singapura, Malaysia, India, sampai Colorado.

Ini hanyalah salah satu kisah inspirasional dari banyak anak-anak muda di Indonesia. Lo punya sumber inspirasi sendiri nggak Urbaners? Kalau iya, langsung aja submit di MLD Content Hunt dan dapatkan jam tangan Matoa setiap minggunya!