Trending
Kamis, 31 Agustus 2017

4 Destinasi Wisata yang Bisa Ditelan Global Warming

  • Share
  • fb-share
4 Destinasi Wisata yang Bisa Ditelan Global Warming

Jalan-jalan mengunjungi destinasi wisata terkenal di dunia pasti impian semua Urbaners. Bagaimana tidak, traveling ke pelosok dunia pengalaman menyenangkan yang gak akan lo lupakan hingga tua nanti. Tapi lo pernah gak berpikir jika destinasi wisata yang belum lo kunjungi ternyata hancur atau hilang? Hal itu bisa saja terjadi karena global warming atau pemanasan global.

Para ahli menyebut global warming secara perlahan dan pasti akan merusak alam. Tanda kerusakan itu sudah terlihat dengan gletser meleleh, permukaan laut naik, dan hutan-hutan sekarat alias gundul. Jika sudah begini berwisata ke beberapa destinasi menarik di dunia hanya impian semu. Berikut empat tempat wisata yang berpotensi hilang terdampak global warming.

 

Laut Mati

Laut Mati atau The Dead Sea tempat wisata favorit saat lo berkunjung ke perbatasan Israel dan Yordania. Ketika di laut mati, wisatawan akan merasakan sensasi mengapung dengan sendirinya di laut lepas tanpa harus takut tenggelam.

Para peneliti mengungkap fakta jika laut dengan kadar garam terlalu tinggi ini pernah mengering pada 120 ribu tahun lalu akibat global warming. Saat ini laut mati masih difungsikan warga sekitar untuk pengairan lahan pertanian dan industri air minum. Jika sampai kering ini juga berdampak buruk untuk kehidupan warga lokal.

 

Pegunungan Alpen

Pegunungan dengan es abadi ini membentang di delapan negara. Pegunungan ini menjadi destinasi yang ramai dikunjungi penyuka olahraga ski. Namun, akibat pemanasan global telah membuat es dari atas gunung berubah menjadi aliran air sungai yang cukup deras. Hal itu sudah tentu mengancam industri wisata di wilayah tersebut. Diprediksi glacier-glacier di pegunungan Alpen akan hilang antara tahun 2030 dan 2050.

 

The Great Barrier Reef

The Great Barrier Reef

Membentang lebih dari 1.400 mil, Great Barrier Reef terletak di lepas pantai timur laut Australia. Destinasi ini merupakan terumbu karang terbesar di dunia. Penuh dengan kehidupan laut banyak penyelam berkunjung ke sini setiap tahun. Tapi peningkatan suhu laut telah menyebabkan pemutihan karang karena kurang mendapatkan paparan matahari. Penelitian terbaru telah mengungkapkan bahwa lebih dari 90 persen dari Great Barrier Reef mengalami pemutihan untuk beberapa derajat. Peneliti di Australian Institute of Marine Science mengatakan pada The Times: Great Barrier akan lenyap 20 tahun lagi atau lebih. Sekali karbon dioksida (CO2) menyentuh level seperti yang diprediksi antara tahun 2030 dan 2060, seluruh karang akan lenyap.

 

Hutan Amazon

Hutan Amazon

Memiliki jutaan spesies dan cadangan 1/5 air bersih dunia, hutan Amazon merupakan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Tetapi pemanasan global dan penebangan liar telah membalikkan fungsi hutan sebagai penyerap karbon dan merubah 30 - 60 persen hutan menjadi padang rumput kering. Diperkirakan hutan ini bisa lenyap menjelang tahun 2050.

Buat lo mulailah menjaga lingkungan untuk mengurangi dampak global warming. Lo gak mau kan destinasi favorit lo tinggal sejarah kan!

 

 

Source: Theguardian.com, nationalgeographic.com

Comments
nicolas filbert tandun
Akibat global warning
Heni Oen
Es di kutub mulai mencair