Trending

5 Fakta Yang Perlu Diketahui Soal Kong: Skull Island

Film tentang raja primata bernama Kong sebenarnya sudah bukan hal yang baru. Kong: Skull Island yang diputar awal Maret ini menjadi film remake ketiga King Kong. Pada 1976, Dino De Laurentiis bersama sutradara John Guillermin menggarap ulang film klasik King Kong (1933). Kemudian Peter Jackson pada 2005 yang sukses meraih box office.

Balik ke soal Kong: Skull Island, meski segi narasi tak semenguras emosi ala Peter Jackson, film ini disambut antusias para penyuka petualangan dan monster. Visual efeknya begitu apik, rapi, dan nyata. Menampilkan alam liar, kera raksasa, dan pertarungan dengan makhluk-makhluk mengerikan.

Namun perlu Urbaners ketahui ada beberapa fakta menarik lain yang disajikan dalam film terbaru King Kong yang dibintangi Tom Hiddleston, si Loki dari Asgard. Penasaran, berikut di antaranya:

 

Size Does Matter

Seperti dilansir Hollywood Reporter saat preview di CineEurope, sutradara Jordan Vogt-Robert mengungkapkan jika Kong di sini menjadi yang paling besar sepanjang sejarah. ”Tingginya bukan lagi sepuluh kaki atau 30 kaki, melainkan 104 kaki atau setara 31,7 meter,” kata Vogt-Robert.

Bandingkan dengan Kong versi Peter Jackson yang hanya setinggi 7,6 meter (25 kaki). Atau versi tahun 1976 yang memiliki tinggi sekitar 18,3 meter (60 kaki). Kong: Skull Island mungkin sedikit lebih besar dari Kong klasik yang menjulang hingga 21,3 meter atau 70 kaki.

 

Ikut Digarap Legenda Anime

Kong: Skull Island memakai jasa aktor Andy Serkis untuk menghadirkan Kong yang lebih realistis. Andy Serkis selama ini dikenal sebagai ahli ekspresi untuk makhluk-makhluk dalam film Hollywood termasuk King Kong (2005).

Namun untuk Kong: Skull Island, kepiawaian Andy Serkis mendapat sentuhan magis dari legenda anime Hayao Miyazaki. Miyazaki selama ini memfokuskan diri memberi spirit dalam makhluk-makhluk di film.

 

Bukan Cerita Asli

Sutradara Jordan Vogt-Roberts dengan tegas menyatakan jika Kong: Skull Island berbeda dari versi-versi sebelumnya. ”Kami menciptakan mitologi baru. Jadi ini bukan sekuel atau prekuel,” tegas Vogt-Roberts.

Jadi lupakan soal Kapal Penjelajah bernama Surabaia yang dipakai tokoh utama mencari pulau terpencil tempat tinggal Kong. Urbaners justru akan melihat sang tokoh utama menyatroni rumah Kong dengan menaiki heli legendaris Amerika Serikat UH 1 HUEY yang ikonik di Perang Vietnam.

 

Soundtrack ala 1970-an

Ilustrasi musik Kong: Skull Island dikerjakan Henry Jackman. Temanya adalah lagu-lagu era 1970-an. ”Saya ingin lagu-lagu yang digunakan diadaptasi dari era perang Vietnam,” kata Henry. Di antaranya Black Sabbath (Paranoid), David Bowie (Ziggy Stardust), dan Creedence Clearwater Revival (Run Through the Jungle).

Film ini memang banyak menampilkan era Perang Vietnam yang berkecamuk dari 1957 – 1975 sebagai latar.  Karena itu, tak perlu heran Urbaners akan merasakan pengaruh film perang Platoon dan film monster Jepang populer seperti Neon Genesis Evangelion dan Princess Mononoke saat saat nonton Kong: Skull Island.

 

Kong vs Godzilla

Film King Kong terbaru ini juga berada dalam universe yang sama dengan Godzilla yang dirilis pada 2014 silam. Bahkan, Legendary Pictures sudah memastikan bahwa Kong dan Godzilla akan bertemu dalam film yang dijadwalkan rilis 2020 nanti.

Bayangkan bagaimana nantinya pertempuran dahsyat dua monster megasize ini. Sebagai ilustrasi, Godzilla yang melawan Kaiju saat itu, memiliki tinggi hingga 350 kaki atau sekitar 106 meter. Wow bagaimana nasib Kong nanti ya?

 

 

Source: Kompas.com imdb.com